Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya

Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya
Kondisi Reynof yang Membaik Sekaligus Memburuk


__ADS_3

[Hai, Tuan Reynof.


Sebelumnya aku ingin minta maaf, karena aku sudah mengelabuimu. Manis sekali cara kita merayakan kesuksesan sembari menyantap cokelat hangat bersama. Mm, tapi, pada akhirnya aku malah membuatmu tak sadarkan diri. Sungguh maafkan aku. Dan, terima kasih untuk semuanya. Kau membantuku dengan sangat baik, bahkan kau selalu melindungi dan memperhatikan diriku. Semua rencanaku akhirnya berakhir dengan lancar, meski aku harus meminta maaf padamu, karena aku malah membuatmu nyaris celaka.


Tuan Reynof. Sekarang kau sudah berhasil mengakuisisi saham terbesar Pano Diamond, terima kasih kau pun sudah merelakan sepuluh persen dan rumah Emily untuk Fabian. Tapi, pada akhirnya kesepakatan kita memang sudah selesai. Aku ingin pergi, tapi bukan untuk melupakanmu, melainkan untuk melindungi hatimu. Tolong jangan cari aku, Tuan. Kuharap kau bisa semakin bahagia, meski tanpa aku yang keras kepala ini, hehe. Jangan pernah jadi orang jahat lagi, ya! Karena Reynof yang sekarang adalah pria yang sangat berarti bagiku. Aku ingin kau benar-benar berubah, tak hanya padaku, melainkan juga semua orang, terutama pada ayahmu, Tuan.


Sekali lagi terima kasih atas segalanya. Semoga kita sama-sama bahagia.


Salam dari wanita cantik kesayanganmu!


Chelsea Indriyana.]


Demikianlah isi surat yang ditulis oleh Chelsea di satu tahun yang lalu. Sebuah kertas dengan tinta hitam yang di beberapa bagian terdapat gambar emoticon tersenyum. Sekaligus sebuah benda yang sampai saat ini Reynof simpan, hingga ia baca berulang-ulang.


Pada akhirnya Chelsea meninggalkan Reynof begitu saja. Kebersamaan kecil di dalam kamar Reynof sembari menyantap cokelat hangat dan menonton sebuah film, menjadi kali terakhir mereka bersama. Momen manis sekaligus menyedihkan yang masih membekas di benak Reynof sampai saat ini, adalah ketika ia dan Chelsea saling bercanda dan juga tertawa. Film komedi membuat keduanya terlihat lebih bahagia.


Namun ketika film itu usai, Reynof mendadak diserang rasa kantuk yang sulit ia atasi. Hingga dirinya tumbang di pangkuan Chelsea. Entah apa yang terjadi selanjutnya, Reynof hanya ingat setelah dirinya terbangun di pagi hari, ia menemukan surat yang di genggaman tangannya. Selepas membaca isi surat itu, ia syok hingga menangis sejadi-jadinya. Tak jarang ia memukul-mukul dadanya sendiri.


Rasa sesak dan duka terparah yang Reynof rasakan untuk pertama kali karena seorang wanita. Mungkin itulah sebuah karma bagi Reynof yang sebelumnya kerap mempermainkan banyak wanita, apalagi tak jarang ia menyiksa batin dan melecehkan gadis-gadis muda. Reynof yang kejam berakhir dihancurkan oleh Chelsea yang notebene adalah Emily Panorama Rukmana.


Selama satu tahun sejak Chelsea pergi dan tak berniat untuk mencari wanita itu, Reynof mulai berbenah diri. Mungkin inilah sisi positifnya. Ia benar-benar mengikuti apa yang Chelsea inginkan. Selain tetap menjaga dua perusahaan besar, termasuk Pano Diamond yang sama sekali tidak ia ubah namanya dan Fabian pun telah ia tunjuk sebagai CEO atas perusahaan itu, Reynof mulai mengubah beberapa perusahaan peminjaman uang yang ia miliki.

__ADS_1


Reynof bekerja sama dengan para pengembang aplikasi, merintis ulang perusahaan peminjaman uang dan mendaftarkannya secara legal. Ia pun tidak lagi mematok bunga tinggi. Selain itu, Reynof mulai rajin mengunjungi ayahnya. Lalu untuk hal lain, yang berkaitan dengan para korbannya, Reynof rajin memberikan mereka kompensasi. Bagi korban yang sampai menderita trauma, ia kirimkan psikiater mumpuni. Mungkin cara Reynof menebus dosa memang tak sebanding dengan derita mereka, tetapi hanya itu yang bisa ia lakukan, karena ia tidak bisa menjebloskan diri ke penjara lantaran harus mengurus tiga perusahaan besar sekaligus.


Kayla yang memasuki kamar Reynof melihat tuannya itu kembali membaca benda yang sama sembari duduk di salah satu sofa. Ia sebagai orang yang terakhir kali melihat Chelsea, yang bahkan juga dipercaya untuk menjaga Reynof, tentu saja merasa prihatin. Ia berjanji akan melakukan pesan Chelsea dengan baik, tetapi nyatanya tidak begitu. Memang benar, bahwa Reynof telah menjadi orang baik yang juga telah meninggalkan kegiatan judi, bahkan tak lagi minum alkohol jenis apa pun.


Hanya saja, semakin hari kondisi tubuh Reynof semakin kurus kering. Reynof tak lagi bugar dan juga tampan. Pria itu mengalami penurunan berat badan yang drastis, bahkan sampai kekurangan gizi. Sepeninggalan Chelsea, Reynof cenderung menjadi mayat hidup yang sulit menelan makanan. Terlalu banyak bekerja, tetapi gizi yang masuk ke dalam tubuhnya kian berkurang saja.


Sesaat setelah menghela napas, Kayla memutuskan untuk keluar dari kamar sang tuan tanpa ingin berbicara panjang lebar.


“Ruben! Tuan Reynof membaca surat itu lagi,” ucap Kayla yang setelah keluar dan menemukan Ruben yang sedang berjalan ke arah kamar sang tuan. ”Kalau begini terus, tubuh Tuan Reynof bisa rusak parah. Ini baru satu tahun dan beliau memang masih bisa berjalan dan tetap bekerja, tapi kalau tak segera diobati, aku khawatir Tuan Reynof justru tumbang.”


Ruben menghela napas. Turut merasakan kekhawatiran yang Kayla dera. Bukan hal muda membujuk Reynof untuk hidup selayaknya manusia. Perubahan baik memang sudah terjadi pada diri Reynof, tetapi perubahan buruk pada kondisi kesehatan juga turut menyertai. Ironisnya, sebagai seorang playboy yang tak pernah memandang wanita dengan hormat, Reynof justru hancur karena seorang wanita. Padahal wanita itu hanya roh orang mati saja.


”Apa tak sebaiknya kita mencari Nona Chelsea saja? Maksudku Nyonya Emily?” ucap Kayla.


”Tapi, Ruben! Kita tidak bisa membiarkan Tuan seperti ini terus! Bisnisnya memang banyak yang berkembang. Berkat kepemilikan saham terbesar di Pano Diamond, Tuan Reynof dianggap sebagai pengusaha terhebat! Tapi, semua harta dan kesuksesan itu justru menghancurkan Tuan Reynof! Obat satu-satunya hanyalah wanita itu! Tolong lacak di mana dia berada, dan aku akan membujuk Tuan Reynof! Paham?!”


”Kayla?”


”Aku sudah muak dan tidak tahan, Ruben! Aku mencintai Tuan Reynof, dan aku tidak ingin beliau hancur! Selamanya keberadaanku tak bisa menggantikan wanita itu. Jadi, sebaiknya kita ambil keputusan sepihak, meski kita harus menjadi bawahan yang tak patuh! Jika kau tak mau, biar aku yang melakukannya, Ruben! Kau bukannya terlalu patuh, tapi kau itu penggecut!”


Kayla menghardik Ruben untuk terakhir kalinya kemudian bergegas untuk pergi. Ia sungguh sudah muak dengan situasi yang terjadi. Nyatanya harta dan kesuksesan besar tidak serta merta membuat seseorang bisa bahagia. Reynof malah terancam bahaya karena kondisi mental dan kesehatan setelah memiliki banyak aset di mana-mana. Bahkan tak hanya semakin kurus. Dalam satu bulan, Reynof bisa pingsan beberapa kali. Setiap makan pun, kerap dimuntahkan. Dalam seminggu mungkin hanya makan empat kali saja, untuk bertahan hidup. Pria itu telah rusak. Dokter mengatakan Reynof harus segera menerapkan pola hidup sehat. Sementara psikiater mengatakan mental Reynof sudah down parah.

__ADS_1


Kayla tidak mau lagi mematuhi pesan Chelsea alias Emily, tak mau juga menuruti keinginan Reynof untuk tidak mencari Chelsea. Jika Ruben enggan, Kayla akan mencari wanita itu sendiri. Seperti yang sempat ia katakan, sebagai wanita yang sangat mencintai Reynof, ia tidak mau Reynof sampai hancur. Kini ia sadar bahwa cinta memang tak bisa dipaksakan, tetapi cinta bisa saja menyelamatkan.


”Kayla!” seru Ruben sembari berlari cepat ke arah Kayla yang nyaris memasuki elevator.


Kayla menghentikan langkahnya, kemudian menoleh pada Ruben.


“Aku akan mencarinya, meski kita tidak bisa memastikan siapa yang hidup di dalam tubuh itu,” ucap Ruben.


Kayla menghela napas lega. ”Terima kasih, Ruben. Keputusan yang bagus.”


“Yah, karena aku bukan seorang penggecut! Tapi, kita dan Tuan Reynof harus mempersiapkan diri untuk menghadapi sosok Chelsea. Karena bisa jadi roh Emily sudah tak ada lagi di dunia.”


Kayla terdiam dalam beberapa saat. “Aku harap dialah yang hidup. Dulu, aku pernah bertemu dengannya, dan dia bilang dia sudah melekat dengan tubuh itu sampai merasa bahwa tubuh itu seperti miliknya sendiri. Yah, sebagai orang yang ingin menyelamatkan Tuan Reynof, aku ingin aku ingin wanita itu yang hidup. Walaupun aku tak terlalu menyukainya.”


“Yah, aku tahu kau tak menyukainya. Tapi, aku rasa kau berpotensi menyukai sekretarisnya. Maksudku Sekretaris Fabian, meski kau masih yakin bahwa kau mencintai Tuan Reynof, aku rasa kau sudah tertarik pada Fabian. Beberapa kali aku melihat kau sedang mencuri pandang pada Fabian.”


”Diamlah, Ruben!” Kayla lantas memukul lengan Ruben dengan keras. ”Jangan membuat hoaks! Kerjakan saja tugasmu, dan tak usah berspekulasi! Menyebalkan!”


Kayla langsung bergerak memasuki elevator ketika Ruben justru menertawai dirinya. Ketika pintu benda itu tertutup, Kayla malah membayangkan wajah manis milik Fabian. Ya, sejak ditunjuk sebagai CEO atas Pano Diamond, Fabian memang kerap ia jumpai. Pria kalem, sopan, dan juga pintar itu memang memiliki pesona tersendiri. Namun ....


”Tidak, tidak!” ucap Kayla sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. ”Aku harus fokus pada kesembuhan Tuan Reynof! Pria yang aku cintai!”

__ADS_1


***


__ADS_2