Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
RENCANA MENJEBAK RAKA SYAILENDRA


__ADS_3

Jonathan masih belum percaya jika Beni kini telah mendekam dibalik jeruji besi. Rasanya baru kemarin pria itu berkunjung ke kantor Diandra dan pagi ini dirinya dikejutkan dengan kabar penangkapan Beni.


" Tapi, Nona? Bagaimana bisa? Bukankah kemarin Tuan Beni terlihat baik-baik saja? Apa dia ditangkap untuk kasus yang lain? " tanyanya penasaran.


Diandrapun akhirnya menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


" Ini semua berkat Tuan Raka Syailendra. Ia mengorek informasi dari para penculik yang berhasil diringkusnya waktu itu. Tuan Raka mengirim video ini kepadaku. "


Diandra menunjukkan video yang dikirimkan oleh Raka semalam. Disana terlihat Beni dan keluarga beserta para penculik waktu itu telah diikat di dalam kediaman Beni.


Beni mengakui semua kejahatan yang dirinya lakukan selama ini. Ia juga meminta maaf kepada Diandra atas kejadian tempo hari. Setelah itu dirinyapun menyerahkan diri ke pihak yang berwajib. Ia berharap akan mendapat keringanan hukuman setelahnya.


Jonathan cukup tercengang melihatnya, dari sini ia bisa menilai bahwa seorang Raka Syailendra bukanlah orang sembarangan. Buktinya dia bisa menuntaskan kasus Diandra hanya dalam hitungan hari.


" Jo, kau harus membantuku untuk menyiapkan acara makan malam paling romantis di hotel termewah di kota ini. Aku ingin meninggalkan hal yang sangat berkesan untuk Raka Syailendra. " perintah Diandra.


Jonathan semakin sulit mencerna ucapan sang atasan.

__ADS_1


" Ma kan ma lam romantis? Nona, apa kau sudah jatuh cinta pada Raka Syailendra? " rasa penasarannya semakin menjadi.


Diandra mendesah kasar,


" Jatuh cinta? Kau pikir dengan berbagai masalah yang sedang aku hadapi sekarang, aku masih bisa berpikir ke arah sana. Kau lihat wanita yang telah menghancurkan ibuku, dia masih tertawa dengan sombongnya sekarang. Lalu Papaku, dia sudah selayak mayat hidup. Jadi masih bisakah aku memikirkan masalah cinta?! " suara Diandra meninggi.


Jonathan menunduk seketika, ia tak ingin menyiramkan bensin diatas api yang tersulut. Diam adalah cara terbaik untuk meredam kemarahan atasannya saat ini.


Diandra sendiri tak menyangka jika dirinya bisa sekasar barusan. Mungkin ini disebabkan oleh beban pikiran dan tekanan perasaan yang dialaminya akhir-akhir ini.


" Dia mengajukan sebuah permintaan agar aku mau makan malam dengannya. Tapi, karena dia telah menolongku, aku berinisiatif untuk mengundangnya makan malam malam ini. Aku ingin menjalankan rencanaku selanjutnya, menjebak Tuan Raka Syailendra. " jelas Diandra.


Pikiran Jonathan hampir meledak dihantam bom-bom kecil yang dilempar Diandra sedari tadi. Dan kali ini, dia sama sekali tak mengerti jalan pemikiran atasannya.


" Maksud, Nona? "


Diandra menghela nafas panjang, sebenarnya iapun belum mengerti tentang ide gilanya yang satu ini. Akan tetapi, ini adalah jalan pintas yang paling cepat untuk memuluskan segala rencanya.

__ADS_1


" Sebelum makan malam nanti, kau masukkan obat tidur ini kedalam minuman Raka Syailendra. Setelah obatnya bereaksi, aku akan mengajak Raka untuk masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang telah kusewa sebelumnya. Aku ingin membuat kesan bahwa dia telah meniduriku malam ini. " jelas Diandra.


Jonathan langsung menyanggah ide gila sang atasan.


" Tapi, Nona. Ini sangat berbahaya, itu artinya anda akan menyeret keluarga Syailendra di dalam masalah anda. Anda tahu, keluarga itu bukanlah keluarga sembarangan, akan sangat beresiko jika kita berurusan dengan mereka. Apalagi, jika sampai Tuan Raka tidak terima. " saran Jonathan yang terlihat begitu khawatir.


Diandra menatap pria itu tajam,


" Aku tidak butuh saran dan penolakan. Cukup lakukan saja perintahku. Ini adalah jalan satu-satunya. Jika aku masih harus menggodanya, akan butuh waktu yang lama untuk menuntaskan dendamku, sedangkan aku harus segera kembali ke keluarga Adijaya. Papaku membutuhkanku disana. " tegas Diandra.


Dengan terpaksa Jonathan menuruti perintah sang atasan, dirinya hanya berharap semoga tidak terjadi masalah yang lebih besar setelahnya.


" Baik, Nona. " ucapnya patuh.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment rate lima n vote seikhlasnya ya. Maaf up nya sedikit-sedikit 😍

__ADS_1


__ADS_2