Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
BAB 73


__ADS_3

" Selamat Tuan. Kondisi anda sudah semakin membaik sekarang. Tetaplah berjuang, anda pasti akan cepat sembuh nanti. " Dokter pribadi keluarga Jonathan menyemangati Pak Burhan.


Pak Burhan menatap dokter dengan penuh antusias. Ia berusaha untuk mengatakan sesuatu.


" Te-ri-ma Ka-sih. "


Ia sudah mulai bisa melafalkan kata meskipun masih kurang lancar.


Sang Dokter mengembangkan senyumnya lebar sebab Pak Burhan mengalami perubahan yang sangat signifikan. Itu berkat kemauan keras Pak Burhan untuk bisa bertemu putri kandungnya dan membongkar kejahatan Livia.


Tak berselang lama, Jonathan masuk kedalam kamar Pak Burhan. Ia ingin mengetahui perkembangan lelaki itu secara langsung.


Dokterpun menyatakan kondisi Pak Burhan sudah semakin membaik saat ini, ia memberikan hasil CT Scan milik Pak Burhan kepada Jonathan.


" Apa ada kemungkinan Paman Burhan kembali seperti semula, Dok?" tanyanya gelisah. Ia takut pria itu akan mengatakan yang sebenarnya pada Diandra.


" Tentu saja bisa, Tuan. Jika kita merawat dan melakukan pengobatan dengan baik ditambah keinginan yang kuat dari Pak Burhan untuk segera sembuh. Saya yakin, beliau bisa kembali sehat seperti sedia kala." Dokter berpamitan setelah menyampaikan hasil pemeriksaannya.


Jonathan mengambil sebuah bangku dan duduk disamping ranjang Pak Burhan. Ia menatap Pak Burhan sambil memperhatikan kondisi pria tersebut.


" Aku harap Paman mau merahasiakan masalah ini pada Diandra. Sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki niat untuk menyakiti Paman. Aku menahan Paman hanya untuk menggagalkan pernikahan Diandra. Aku yakin, aku lebih pantas menjaga putri Paman daripada pria itu. Aku sangat mencintai Diandra, Paman. "


Pak Burhan hanya menatap lelaki itu. Ia tahu Jonathan begitu mencintai putrinya. Namun, perasaan cinta tidak bisa dipaksakan. Sorot mata Diandra saat menelponnya dan mengabarkan bahwa ia akan menikah menunjukkan kebahagiaan yang tak terukur.


" Aku harus segera bangkit demi putriku. " tekadnya semakin menggebu.


***


Livia dan Lilian hari ini berkunjung ke kediaman Syailendra. Mereka berdalih ingin bersilaturahmi dan mengetahui keadaan Delia sekarang. Seperti rencana Livia waktu itu, ia ingin membujuk Delia agar segera menikahkan Raka dengan Lilian.


Keadaan Delia sudah berangsur membaik, meskipun hatinya masih kecewa sebab Raka belum pernah kembali ke mansion semenjak gagal menikah waktu itu.

__ADS_1


" Nyonya. Hubungan Lilian dan Raka akhir-akhir ini kembali dekat. Raka sepertinya mulai membuka hati untuk Lilian. Emm..Bagaimana jika kita segera menikahkan mereka. Aku yakin kali ini Raka sepertinya tidak akan menolak. " bujuk Livia.


Pandangan Delia menerawang mengingat kemarahan putranya waktu itu. Ia khawatir hal ini akan kembali memicu kemarahan Raka. Sedangkan saat ini hubungannya dengan Raka masih belum membaik.


" Maaf Nyonya Livia. Untuk saat ini aku belum bisa mengambil keputusan. Aku takut Raka belum siap untuk menjalin hubungan serius kembali. " tolaknya secara halus.


Livia tak tinggal diam, ia harus bisa menekan wanita itu supaya segera menikahkan putrinya dan Raka. Ia tak mau Lilian hamil tanpa seorang suami.


Raut wajah Livia memelas,


" Nyonya!? sebenarnya saya tidak ingin membocorkan hal ini. Tapi, aku juga tidak mau putriku menanggung aib seorang diri. Lilian sebenarnya sedang hamil dan anak yang ia kandung saat ini adalah anak Raka. Ini hasil pemeriksaannya. "


Delia langsung merebut kertas tersebut dari Livia. Dirinya sungguh tak menyangka jika Lilian benar-benar hamil saat ini.


" Apa? Apa benar itu anak putraku? Calon cucuku? " ia kembali memastikan.


Livia mengembangkan senyumnya,


" Tentu saja, Nyonya. Putriku tidak pernah berhubungan dengan pria lain selain putri anda. " Livia meyakinkan.


" Lilian? Apa benar kau pernah melakukannya bersama Raka? "


Lilian begitu gugup sekarang, dirinya takut kebohongan ini akan terbongkar. Namun, hanya ini satu-satunya jalan untuk menjerat Raka.


" Iya, Nyonya. "


Delia membuang nafas kasar, sebenarnya perbuatan itu tidaklah benar. Akan tetapi, dengan hamilnya Lilian barangkali putranya akan melemah.


Saat Delia hendak sepakat, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Sebuah video dari you tobe berjudul " SKANDAL NYONYA BESAR ADIJAYA DAN ASISTENNYA" membuat netranya membola seketika.

__ADS_1


KLik...


Sebuah video asusila yang telah disensor, tetapi wajah pelakunya terlihat dengan begitu jelas.


Livia dan Lilian ikut penasaran dengan apa yang dilihat Delia.


" Astaga. Dasar tua-tua tak punya etika. " ucap Delia tanpa sadar.


Ia menatap Livia dengan pandangan jijik dan merendahkan.


" Nyonya? Aku tak sudi memiliki besan seperti anda. Sungguh tak tak tahu malu. Suami sakit malah selingkuh dengan asistennya." sindir Delia.


DEG...


Livia takut sekaligus gugup. Ia merasa jika kata-kata Delia ditujukan kepadanya. Siapa lagi yang selingkuh dengan asisten jika bukan dirinya. Namun, ia harus bisa menjaga sikapnya.


" Nyonya? Apa maksud anda? " ia berpura-pura tak mengerti.


" Lihat saja sendiri! "


Livia dan Lilian ikut menonton video tersebut. Tubuh Livia terguncang seketika, ia tak menyangka ada yang merekam percintaannya dengan Dedy waktu itu.


Apalagi Lilian, wanita itu syok berat. Perilaku Mamanya telah mencoreng nama baik keluarga.


" Mama? Kau benar-benar menjijikkan. "


Lilian kecewa berat, airmatanya tak terbendung lagi. Ia langsung keluar dari kediaman Syailendra karena malu.


" Lilian! Tunggu penjelasan Mama."


Livia dilema antara menjelaskan pada putrinya atau menyusul putrinya. Tapi, ia memilih mengejar Lilian karena kondisinya sedang lemah saat ini.

__ADS_1


Delia membiarkan keduanya pergi,


" Untung saja putraku tidak jadi menikah dengan putrinya. Bisa-bisa aku ikut menanggung malu gara-gara mereka. " benaknya lega.


__ADS_2