Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
RAKA MENCARI KEBERADAAN DIANDRA


__ADS_3

Seminggu setelah gagalnya pesta pernikahan, Raka memilih untuk tinggal di apartemennya. Ia belum siap pulang ke Mansion dan berhadapan dengan mamanya. Ia meminta waktu untuk sendiri dan mencari tahu keberadaan Diandra.


Beberapa anak buahnya ia tempatkan disekitar kediaman Mulawarman. Akan tetapi, selama seminggu ini mansion tampak sepi dan hanya terlihat beberapa pelayan yang keluar masuk mansion.


Hari ini ia berniat mendatangi kantor Diandra dan berharap bisa bertemu dengan wanita tersebut disana.


Raka bersama asisten Felix dan beberapa pengawalnya mendatangi TVC Tower. Seluruh karyawan kantor menjadi tegang mengingat Raka gagal menikah dengan atasan mereka dan kini ia datang dengan membawa beberapa pengawal kesana.


Resepsionis menahan Raka,


" Maaf, Tuan. Nona Diandra tidak ada ditempatnya. Beliau sedang ada kepentingan bisnis di luar negeri. " ungkapnya sesuai dengan yang disampaikan Jonathan.


" Tidak ada yang bisa menahanku. Aku harus memeriksa sendiri jika dia benar-benar tidak ada disini. " gertak Raka dengan tatapan tajam layaknya elang menangkap mangsanya.


Resepsionis itu merasa ngeri melihat sikap dingin Raka, tetapi ia harus tetap menjalankan tugas jika tak ingin kehilangan pekerjaannya.


" Maafkan sekali lagi. Jika anda membuat keributan, maka saya akan memanggilkan keamanan disini. " ancamnya pada Raka.


Tetapi Raka pantang mundur, ia tak memperdulikan apapun. Raka sudah tahu hal ini pasti akan terjadi, oleh sebab itu dia sudah mengambil ancang-ancang dengan membawa pengawal terbaiknya.


Dengan satu kode, para pengawal itupun telah bersiap untuk menahan security yang berjaga.


Security kantor menjadi gentar melihat lawan mereka begitu sangar dengan badan yang kekar. Bahkan mereka sama sekali tak bergeming saat para security menariknya keluar.


Raka melenggang masuk ke dalam kantor tanpa ada yang berani mengusiknya. Lelaki itu meminta anak buahnya yang lain untuk mencari keberadaan Diandra. Mereka langsung menuju ruangan bertuliskan CEO disana.


Jonathan begitu terkejut melihat kehadiran Raka diruangannya. Diandra memang meminta Jonathan untuk menggantikannya sementara waktu sebelum ia bisa kembali bekerja.


" Apa yang anda lakukan disini Tuan Raka Syailendra? Tidak seharusnya anda masuk tanpa izin terlebih dahulu. " geram Jonathan. Rasanya ia enggan berbasa-basi dengan saingannya.


" Katakan dimana Diandra berada sekarang! Aku harus meminta penjelasan kepadanya! " tegas Raka berapi-api.


" Bukankah sudah pernah ku katakan. Nona Diandra sedang berada di luar negeri untuk keperluan bisnis. Mengenai urusan pribadi anda, maaf saya tidak akan ikut campur dalam hal itu. " tegas Jonathan kembali.


Raka menyunggingkan senyum di salah satu sudut bibirnya lalu menghampiri Jonathan dan mencengkeram kerah leher pria tersebut.


" Kau kira aku bodoh! Aku telah mengecek ke seluruh maskapai penerbangan dan tidak ada nama Diandra disana. Kau tidak perlu menutup-nutupi. Aku tahu dia sedang bersembunyi dariku! " geram Raka berkabut amarah.

__ADS_1


Jonathanpun mulai terpancing emosi, ia mendorong tubuh Raka hingga bergeser darinya.


" Sudah aku katakan! Aku tidak akan ikut campur urusan pribadi kalian! Tetapi aku akan selalu pasang badan jika sampai anda berani menyakiti Nona Diandra! " bentaknya pada Raka.


Raka membenarkan jasnya yang sedikit berantakan. Ia kembali maju selangkah dan menatap Jonathan penuh ketegasan.


" Okay. Aku tak peduli jika kau mau menutup-nutupi keberadaan atasanmu. Tapi kupastikan padamu, jika aku pasti akan menemukannya. " tantangnya penuh keyakinan.


Raka memberi kode pada asisten Felix dan pengawalnya untuk pergi meninggalkan ruangan Jonathan. Mereka keluar meninggalkan area TVC Tower.


Seluruh karyawan menunduk takut, mereka tak menyangka jika Raka Syailendra yang terkenal tampan dan bersahaja bisa berubah menjadi sosok yang dingin dan arogan. Seekor kucing pun bisa bisa berubah menjadi harimau jika dia merasa terusik.


Raka memanggil asisten Felix untuk mendekat kepadanya.


" Paman, Tolong kau sewa detektif terbaik disini. Minta dia untuk mengawasi gerak gerik Jonathan dan melaporkannya padaku. "


" Baik Tuan. "


Raka yakin Jonathan sebagai asisten pribadi Diandra pasti tahu mengenai keberadaan wanita tersebut.


***


Moodnya sedang tidak bagus, apalagi ditambah pertengkarannya dengan Jonathan barusan pasti merusak konsentrasinya dalam bekerja.


Raka memutuskan untuk menyetir mobilnya sendiri. Entah kenapa disaat seperti ini, dirinya jadi teringat akan panti Nirmala.


Ia rasa melihat senyum anak-anak disana serta berbincang dengan Ibu Panti yang bijak bisa sedikit mengurangi beban pikirannya. Ia jadi teringat saat kebersamaannya dengan Diandra.


" Kenapa aku rasanya masih belum bisa percaya jika dia hanya mempermainkanku. " batinnya galau.


Sore hari, Raka tiba di panti Nirmala. Benar saja, anak-anak begitu antusias menyambut kedatangannya.


" Kak Raka? Kak Diandra mana? Kenapa kalian tidak bersama-sama datang kesini? Padahal waktu itu kami datang ke acara nikahan Kak Raka, tapi katanya diundur. Padahal kami ingin melihat kalian menikah. " celetuk salah satu anak panti.


Wajah Raka menegang sesaat, ia bahkan tidak tahu jika anak-anak dan ibu panti juga hadir dipestanya waktu itu.


Bibir Raka seolah kelu, bagaimana caranya ia menjelaskan tentang kegagalan pernikahannya dengan Diandra?

__ADS_1


Untung saja Ibu Panti segera datang dan mengajaknya masuk kedalam.


" Anak-anak, Kak Raka biar istirahat dulu di dalam. Kalian lanjutkan dulu mainnya ya. " tutur Ibu panti dengan lembut.


Anak-anakpun membubarkan diri, ibu panti mengajak Raka masuk kedalam rumahnya.


" Maafkan anak-anak barusan, Tuan. Saya turut bersedih mendengar pernikahan anda yang tiba-tiba dibatalkan. Saya belum bisa percaya sepenuhnya jika Nona Diandra sengaja meninggalkan anda. Saya bisa melihat dari sorot matanya, Nona Diandra benar-benar mencintai anda. " ungkap Ibu Panti.


" Bagaimana, apa sudah ada kabar mengenai Nona Diandra, Tuan?" lanjutnya bertanya.


Seketika raut wajah Raka berubah masam, pria itu tersenyum getir mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.


" Dia menghilang dan sama sekali tidak ingin menemuiku. Aku tidak tahu apa alasannya meninggalkan pesta pernikahan kami. Setidaknya aku ingin mendengar penjelasan langsung darinya. " ungkap Raka berliput kekecewaan.


Ibu Panti merasa iba, ia yakin pasti Raka begitu terluka sekarang. Beliau sendiri masih bingung memikirkan keberadaan Diandra, beliau cukup mengenal baik wanita tersebut. Tidak mungkin Diandra tega berbuat sekeji itu.


Ibu panti jadi teringat akan keluarga Diandra yang sebenarnya.


Setahunya Diandra masih belum menyelesaikan urusannya dengan keluarga tersebut. Apalagi, Diandra menduga kematian sang ibu ada hubungannya dengan ibu tirinya.


" Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan keluarga Adijaya. " gumamnya lirih tetapi mampu didengar dengan baik oleh Raka.


" Keluarga Adijaya? Memangnya ada hubungan apa Diandra dengan keluarga Adijaya? Apa keluarga Lilian pernah mengusik Diandra? " tanya Raka menelisik.


Ibu Panti terpaksa membongkar rahasia Diandra. Beliau takut jika terjadi sesuatu dengan gadis tersebut, sebab beliau juga tahu putri keluarga Adijaya merupakan bekas tunangan Raka.


" Sebenarnya Nona Diandra adalah putri kandung dari Tuan Burhan Adijaya yang dititipkan oleh ibunya disini dan diadopsi oleh keluarga Mulawarman. Dia sempat menyamar menjadi gadis kampung dan mengaku sebagai putri kandung Tuan Burhan." ungkap Ibu Panti.


" Nona Diandra tidak mau menunjukkan identitasnya yang sebenarnya. Dia curiga bahwa ibu tirinyalah yang telah mencelakai ibu kandungnya hingga meninggal. Nona Diandra ingin mencari tahu kebenarannya. " lanjutnya bercerita.


Raka terkesiap mendengarnya, ia jadi teringat wanita kampung yang waktu itu berada dikediaman Lilian. Yah, dirinya sekarang tersadar meskipun Diandra menyamar, Raka masih bisa mengenalinya lewat sorot mata indah Diandra.


" Terima kasih, Bu. Aku harus segera mencari tahu tentang hal ini. "


" Tapi, Tuan? Bukankah anda baru saja datang? "


Ucapan Ibu Panti sama sekali tak didengarkan oleh Raka. Pria itu buru-buru pergi setelah mendengar penjelasan ibu Panti.

__ADS_1


" Semoga saja mereka bisa bersatu kembali. Nona Diandra dan Tuan Raka berhak mendapatkan kebahagiaannya. " benak Bu Panti berharap. Beliau hanya mampu menatap seluit Raka yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan panti.


Bersambung...


__ADS_2