
Dini hari sebelum para pelayan bangun Diandra mendatangi kamar Bi Lastri. Untung saja kamar Bi Lastri tidak dikunci saat itu.
Bi Lastri nampak tertidur pulas, Diandra mendekati wanita yang sudah berumur itu dan duduk di tepi ranjangnya. Diandra terperanjat saat menyadari pipi sebelah kiri Bi Lastri kebiru-biruan seperti habis dipukul.
" Astaga..Apa yang telah mereka lakukan pada Bibi? Pantas saja aku tidak melihatnya akhir-akhir ini." benak Diandra.
Ragu-ragu Diandra membangunkan Bi Lastri. Sebenarnya ia tak tega, tetapi mengingat hal ini sangat penting baginya maka iapun terpaksa membangunkan wanita tersebut.
" Bi? Bibi? "
Beberapa kali Diandra menguncang perlahan tubuh Bi Lastri hingga akhirnya wanita itupun mulai mengerjapkan kedua matanya. Bi Lastri terkejut melihat Diandra ada di kamarnya.
" Nona?! "
Diandra memasang telunjuk di depan bibirnya ketika Bi Lastri memanggilnya cukup kencang lantaran kaget.
" Maaf Bi, mengganggu malam-malam. Aku butuh bantuan Bibi nanti. Tapi, aku mau tau apa yang Livia lakukan pada Bibi? Kenapa wajah Bibi memar seperti itu? Apa mereka menyiksa Bibi? " tanya Diandra penasaran.
Bi Lastri memaksakan senyumnya, ia tak ingin membuat Diandra menjadi cemas.
" Nona tidak perlu khawatir. Bibi baik-baik saja. Memang Pak Dedy langsung menampar wajah saya kemarin waktu dia tahu saya berhubungan dengan anda. Tapi Nyonya Livia menahannya setelah itu. " ungkap Bi Lastri.
Diandra seakan tak percaya jika Livia berbaik hati seperti itu. Namun, ia tak mau ambil pusing sebab ada hal yang lebih penting dari itu.
" Nona, Maafkan Bibi. Gara-gara Bibi, anda tidak jadi menikah. Ini semua salah Bibi. "
Tanpa terasa netra Bi Lastri menitikkan airmata. Meskipun baru mengenal sebentar, tetapi ia sangat menyayangi Diandra. Bi Lastri sudah sangat lama mengabdi pada Sheina dan keluarga Adijaya.
__ADS_1
Diandra mengusap airmata Bi Lastri dengan lembut, ia menatap tulus wanita tua tersebut.
" Bi? Ini semua bukan sepenuhnya salah Bibi. Mungkin takdir memang berkendak lain. A-ku dan Raka..mungkin belum berjodoh. " hati Diandra tak kalah sesaknya mengingat pernikahannya yang gagal.
Bi Lastri seketika memeluk tubuh Diandra, ia yakin Diandra pasti sangat terluka saat ini. Ia membiarkan wanita itu menangis dan menumpahkan keluh kesah di pelukannya.
Diandra memang membutuhkan sandaran saat ini. Bi Lastri sudah seperti ibu baginya, ia begitu nyaman dalam pelukan wanita tersebut.
Setelah puas berkeluh kesah, Diandra kembali mengingat tujuannya menemui Bi Lastri.
" Bi? Aku memergoki Livia dan Dedy berselingkuh. Apa Bibi sudah tahu akan hal ini? Ini tidak bisa dibiarkan! " geram Diandra.
" Iya. Bibi belum melihatnya sendiri, Nona. Tapi, itu sudah menjadi rahasia umum. Para pelayan mana ada yang berani menggosipkan mereka. " ungkap Bi Lastri.
Diandra menganggukan kepalanya, ia mengerti sekarang.
" Baiklah. Kalau begitu biar aku yang mengungkap kebusukan mereka. Bukankah sepekan sekali Bibi berbelanja? " tanya Diandra.
" Eum, Bi? Aku ingin menitip sebuah CCTV mini saat Bibi belanja nanti. Aku ingin menaruhnya di kamar Livia. Siapa tahu saja ada bukti yang kudapatkan dari situ. "jelas Diandra.
Diandra memerinci barang yang ia minta sebab barang tersebut mungkin masih asing bagi Bi Lastri.
Bi Lastri mulai paham dengan penjelasan Diandra. Ia menerima beberapa lembar uang pemberian Diandra dan berjanji akan mengusahakan barang tersebut.
Diandra segera keluar setelahnya, ia tak mau jika sampai ada orang yang melihatnya.
***
__ADS_1
Keesokan harinya setelah dari Panti Nirmala, Raka memutuskan untuk mendatangi kediaman Adijaya. Lelaki itu sengaja datang disaat Livia dan asistennya sudah berangkat ke kantor.
Raka menghubungi Lilian sebelumnya, ia sengaja membuat janji dengan wanita itu sebagai alasan untuk bisa datang ke kediaman Adijaya. Raka tak mau gegabah, ia sendiri tidak mengerti dengan apa yang sedang direncanakan Diandra.
Ting...Tong...
Bel mansion beberapa kali berbunyi, Diandra yang kebetulan sedang menyapu di ruang tamu segera membukakan pintu untuk tamu yang datang.
DEG..DEG..DEG...
Hati Diandra bergemuruh ketika menyaksikan siapa pria yang tengah berdiri dihadapannya. Pandangan keduanya terkunci, Diandra begitu merindukan sosok tersebut.
Raka terlihat kurang merawat dirinya, pria itu nampak kurus dengan garis hitam dibawah matanya.
" Apa dia juga merasakan kepedihan yang sama seperti yang kurasakan saat ini? " benaknya mengira.
Rakapun menatap penuh kerinduan gadis dihadapannya. Tidak salah lagi, ia sangat mengenali wanita tersebut. Wanita itu benar-benar Diandra.
Namun, tatapan keduanya segera berakhir ketika terdengar suara Lilian yang memanggil Raka sembari menuruni tangga.
" Raka? Kau sudah datang? "
Lilian berlari kecil menuruni tangga, netranya berbinar melihat Raka akhirnya mau kembali datang ke kediamannya.
Ia langsung menggandeng tangan Raka dan membawanya masuk ke dalam. Lilian sengaja ingin memanas-manasi Diandra.
Diandra masih mematung ditempatnya, rasanya ngilu melihat Raka berlalu darinya bersama wanita lain. Kini dirinya bisa merasakan apa yang dinamakan cemburu.
__ADS_1
Bersambung...
Kira- kira apa ya rencana Raka selanjutnya? Nantikan kejutannya ya? Ikuti kisah mereka dan dukung terus karya ini. Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment dan vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Makasih sebelumnya😍