Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
BAB 76


__ADS_3

Kini Diandra telah tiba kembali di mansionnya. Ia bersama Raka dan Bi Lastri masuk ke dalam mansion.


Bi Lastri terkagum-kagum melihat rumah bak istana milik keluarga Mulawarman. Ternyata Diandra sepertinya lebih kaya dibandingkan dengan keluarga Adijaya.


Diandra meminta kepala pelayan mengantarkan Bi Lastri menuju kamar yang telah disediakan untuk beliau. Ia tidak menganggap wanita itu sebagai pelayan, tetapi ia sudah menganggap Bi Lastri seperti orang tuanya sendiri.


Kini tinggal Raka dan Diandra, wanita itu mempersilahkan Raka untuk bersamanya menuju lantai atas menggunakan lift.


Ini kali pertama Diandra membawa seorang pria berstatus suaminya menuju kamar pribadinya.


" Mari. Aku akan menunjukkan kamarku." ucapnya tersipu.


Raka mengikuti Diandra memasuki lift. Namun tanpa diduga-duga, Raka langsung menghimpitnya di tepi dan melahap bibir manis yang telah menjadi candunya. Sedari tadi pria itu memang sedang menahan gejolak gairah dalam dirinya.


" Heh..Heh.."


Diandra terengah-engah, dirinya seakan kehabisan nafas akibat ciuman Raka yang begitu dalam dan menekannya.


Raka menyeringai senang,


" Maaf. Salahkan saja bibirmu yang sedari tadi menggoda ingin kucium."


Diandra melongo, ia bahkan tak merasa sedang menggoda pria tersebut. Saat dirinya ingin protes, pintu lift ternyata terbuka dan mereka segera keluar dari sana.


" Aaahh.."


Lagi dan Lagi, Raka tiba-tiba menggendongnya ala bridal style. Pria itu memperhatikan ada beberapa kamar yang ada di lantai atas.


" Apa kau bingung dimana kamarku, Tuan? " goda Diandra saat Raka ragu untuk melangkah.


Namun, mau kamar yang manapun juga, semua kamar disana kosong. Diandra menunjuk kamar kedua, sebab dahulu kamar pertama merupakan bekas mendiang kedua orang tua angkatnya.


Raka menggendong istrinya menuju kamar kedua. Saat pintu terbuka, Raka menemukan kamar sang istri yang begitu kental dengan nuansa girly. Kamar tersebut begitu luas dengan dinding bercat putih dan pink serta berbagai pernak -pernik wanita terutama boneka. Ada sebuah lemari berukuran besar yang digunakan untuk menyimpan koleksi bonekanya.


Namun, itu semua tak penting sekarang. Yang jelas ia ingin menuntaskan hasratnya yang telah cukup lama ia pendam.

__ADS_1


Lelaki itu menurunkan Diandra diatas ranjang. Saat ia akan menindih Diandra, wanita itu berusaha menahannya.


" Raka? Apa tidak sebaiknya kita mandi terlebih dahulu? Badanku rasanya begitu lengket. Aku belum mandi sejak sore tadi. "


Rakapun menghentikan aksinya. Sejenak keduanya bersitatap, tetapi Diandra segera mengalihkan pandangannya. Meskipun mereka sudah pernah melakukannya, tetapi dirinya masih saja gugup saat bersama suaminya.


Raka tahu Diandra hanya mencari-cari alasan saja. Akan tetapi, bukan Raka namanya jika tak bisa menjerat wanita yang berstatus istrinya itu.


" Baiklah. Kita mandi terlebih dahulu. Aku juga belum mandi setelah dari kantor. "


Raka kembali menggendongnya menuju kamar mandi. Diandra mencoba untuk bisa turun dari gendongan Raka.


" Tunggu..Tunggu! Aku bisa mandi sendiri. Kau bisa mandi setelahku."


" Tapi Sayang? Itu terlalu lama. Ini sudah larut aku pasti ketiduran jika menunggumu. Ah sudahlah, kau menurut saja. Aku akan memandikanmu."


" Eh..Eh.."


Tidak ada lagi penolakan, Raka langsung masuk kekamar mandi lalu mengunci pintunya. Ia menurunkan Diandra dibawah shower, kemudian menyalakan kerannya.


Kini keduanya telah basah terkena guyuran air. Karena pakaian Diandra berwarna putih, tampak jelas oleh Raka bagian dalaman atas istrinya.


Fokusnya masih tertuju pada bra merah milik Diandra. Dadanya seakan naik turun ingin segera melahap yang ada di dalamnya.


" Merah apanya yang merah? Menantang? Menantang apa maksudmu? "


Awalnya Diandra tidak sadar akan hal itu, tetapi saat ia menangkap netra Raka. Dirinya kini sadar apa yang sedang diincar lelaki itu.


" Aaaa...kau mesum sekali." ucapnya sambil menyilangkan kedua tangan didada.


Raka menyeringai,


" Kau yang membuatku selalu ingin melakukan hal-hal mesum bersamamu. Lihat kau sekarang malah menggodaku seperti ini, kau sengaja memintaku untuk melihat bagian yang kau tutupi kan? "


" Salah lagi, salah lagi, menggoda lagi. Ditutup salah, dibuka tambah salah. " gerutu Diandra kesal. Ia meraup wajahnya yang basah oleh air.

__ADS_1


" Sayang? Kau tak perlu malu. Aku tahu kau juga ingin melakukannya bukan?"


" A-ku? "


Belum sempat Diandra menjawab, mulutnya telah disumpal oleh cumbuan penuh gairah dari suaminya.


Raka menempelkan tubuh Diandra ketembok, lalu memegangi kedua tangan istrinya di samping kepala tanpa melepas ciumannya.


Nyatanya benar, lama-lama Diandra ikut terhanyut dalam buaian suaminya. Guyuran air yang dingin justru memacu keduanya untuk semakin menyatukan tubuh mereka. Raka masih mencengkeram tubuh istrinya dengan salah satu tangan lalu tangan yang lain melucuti pakaian istrinya.


Udara malam nan dingin sudah tak dirasakan lagi. Entah berapa gaya yang sudah dilakukan pasangan pengantin baru ini. Sambil berdiri, sambil duduk, atau bermain di dalam bath up. Tinggal tunggu esok hari pilek menyambut mereka.


Tak berhenti sampai disitu, bahkan setelah keduanya mandi acara masih berlanjut.


Diruang gantipun, Raka ingin berganti pakaian bersama-sama. Diandra hanya bisa mendengus pasrah, Raka sulit sekali dikendalikan. Sangat berbeda saat mereka masih saling mengenal dulu. Pria itu nampak kalem dan sopan.


" Biar aku yang memakaikan baju untukmu. " Lelaki itu menepis tangan istrinya saat hendak membuka jubah mandi untuk berganti pakaian.


Berdalih ingin memakaikan pakaian istrinya, nyatanya Raka justru bergerilya di tubuh Diandra.


Apalagi sehabis mandi, tubuh Diandra terlihat segar, terasa kenyal dengan kulitnya yang kencang. Tangan Raka sangat gatal untuk menyentuhnya.


" Aahhh.."


" Raka apa yang kau lakukan?"


Tanpa sengaja Diandra mengeluarkan suara khasnya saat tangan pria itu mendarat manis di salah satu bulatan kenyal miliknya dan memainkannya.


Tubuh Diandra berdesir, setiap sentuhan Raka mampu membawa pikirannya seakan melambung ke angkasa.


Yah, pengantin baru itu masih haus akan nikmat surga dunia. Keduany mendesah hebat saat sesuatu dalam diri mereka menyatu dan menimbulkan sensasi yang luar biasa.


Diandra tergeletak lemas di atas ranjangnya. Ia sudah tak berdaya menghadapi serangan sang suami.


" Beristirahatlah. Besok pagi aku akan mengajakmu ke tempat Jonathan. Kita akan meringkusnya dan membebaskan Pak Burhan disana. " ungkap Raka mencium puncak kepala istrinya.

__ADS_1


Diandra enggan bersuara kembali, dirinya sebal sebab lelaki itu baru bercerita sekarang bukannya dari tadi. Tak berselang lama, wanita itu langsung tertidur pulas setelahnya.


Bersambung...


__ADS_2