
" Sayang? Maaf aku baru datang. "
Raka langsung mendekap Diandra, nampak jelas olehnya gurat-gurat rasa lelah wanita yang kini tengah menahan rasa sakit di perutnya.
" Raka, eshhhh..."
Diandra mempererat cengkramannya di lengan Raka. Pelukan pria itu berhasil memberikan kenyamanan tersendiri disaat seperti ini.
" Bertahanlah. Aku yakin kau pasti kuat. "
Rakapun sebenarnya merasakan nyeri dihatinya melihat sang istri tercinta merintih kesakitan. Pria itu terkesiap melihat istrinya mengalami pecah ketuban.
Raka segera melapor ke petugas medis. Tak berselang lama, dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan Diandra.
" Istri anda sepertinya sudah mau melahirkan. "
Dokter berniat membuka kedua paha Diandra untuk memulai proses persalinan. Akan tetapi, tangannya ditampik begitu saja oleh Raka.
" Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku tak suka istriku disentuh pria lain! " geramnya menatap tajam pada sang Dokter.
Sang Dokter menghela nafas kasar, dirinya mencoba bersabar menghadapi pria posesif didepannya. Saat ia hendak menerangkan, tangan Diandra telah mendarat cukup keras dilengan suaminya.
" Aaaww..."
Raka memegang lengannya yang terasa panas, Diandra memukulnya cukup keras barusan. Ketika hendak protes, nyalinya menciut melihat sang istri menatap tajam penuh kekesalan padanya.
Diandra yang menahan nyeri begitu kesal pada suaminya. Disaat darurat begini masih saja sempat-sempatnya Raka cemburu pada pria lain.
" Dokter, aku sudah tidak kuat. Aagghhh..."
" Bertahan Nyonya. Atur nafas anda. Tarik nafas, keluarkan perlahan lalu dorong. Jangan berteriak supaya tenaga anda tidak terbuang sia-sia. " instruksi sang Dokter.
" Iya sayang. Kau harus kuat demi baby-baby kita. " Raka menggenggam erat tangan istrinya untuk menguatkan.
" Huh..Huh..Aaagghh. " Diandra kembali berteriak membuat Raka greget melihatnya.
" Sayang, kumohon jangan berteriak. Atur nafasmu keluarkan lalu dorong. " protes Raka yang sedang tegang saat ini.
" Kau tidak tahu bagaimana sakitnya ini! Huuh.Huuh..Aaghh.."
__ADS_1
Sang Dokter fokus saat sudah mulai nampak olehnya kepala bayi yang hampir keluar.
" Ayo, Nyonya sedikit lagi. Dorong.." pinta sang Dokter.
Raka yang mendengar babynya akan segera keluar semakin bersemangat. Saat istrinya hampir berteriak, pria itu dengan sengaja mengumpankan lengannya agar digigit Diandra, dengan begitu tenaga istrinya bisa semakin kuat.
" Aaarrghhh "
" Oek...Oek..."
Teriakan Raka berbarengan dengan tangis bayinya yang memecahkan ruangan. Pria itu meringis kesakitan akibat gigitan Diandra, bahkan buku-buku giginya nampak jelas dilengan Raka dan meninggalkan bekas kemerahan.
Namun, netranya berbinar seketika menyaksikan bayi laki-laki mungil yang baru saja terlahir didunia.
" Putraku. " gumamnya tersenyum penuh kelegaan.
Tak berselang lama, Diandra kembali merasakan mulas di perutnya.
" Dok-ter. "
" Oh..iya satu lagi. Mari, Nona lakukan seperti tadi. " pinta sang Dokter.
Kali ini Diandra mampu mengatur pernafasannya. Tak berselang lama, bayi perempuan nan mungil dan cantik itu akhirnya lahir kedunia.
" Selamat sayang, akhirnya kau sekarang telah menjadi momy. " ungkap Raka mencium kening istrinya.
Diandra tanpa sengaja memegang tangan suaminya yang terluka akibat gigitannya tadi. Ia teringat betapa galak dirinya bahkan sampai melukai tangan suaminya.
" Maafkan untuk yang tadi. Aku benar-benar tidak sengaja. Dan selamat untukmu juga, sekarang kau resmi menjadi dady. " ungkap Diandra.
" Kau tidak perlu meminta maaf. Ini sama sekali tak sebanding dengan perjuanganmu. Kita pasti akan membesarkan putra dan putri kita dengan penuh kasih sayang. "
Diandra sangat bersyukur, akhirnya sekarang ia memiliki keluarga kecil dengan dua anak sekaligus diantara mereka. Tuhan telah mengabulkan doanya selama ini, akhirnya ia kini tak sendiri. Dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya.
***
Sebulan kemudian,
Keluarga besar Syailendra beserta keluarga Pak Burhan Atmajaya menyelenggarakan syukuran atas kelahiran cucu-cucu mereka.
__ADS_1
Kedua baby twins terlihat semakin gemuk dan menggemaskan sekarang. Raka dan Diandra sepakat memberi nama baby mereka Daniel dan Daniela.
Daniel kini berada ditangan Mamanya, sedangkan Daniela berada dalam gendongan Raka. Mereka membawa keduanya dan memperkenalkan pada para kerabat dekatnya.
" Di, sini gantian Mama yang menggendong. Mama ingin sekali menimang cucu Mama yang lucu ini." pinta Mama Delia sembari mengusap lembut kedua pipi cucunya yang menggemaskan.
Diandra menyerahkan Daniel pada pada Delia. Papa Gio yang berada dibelakangnya ikut menimang cucunya.
Seringai licik tersimpul di wajah Raka, iapun ikut menghampiri mereka.
" Pa, ini satu lagi. Apa Papa tidak ingin menimang Daniela. Lihatlah putriku ini sangat cantik dan menggemaskan. " rayu Raka.
Tentu Papa Gio dengan senang hati menggendong cucu perempuannya. Saat keduanya asyik bersama cucu mereka, Raka langsung menarik istrinya dan membawanya pergi dari sana.
" Eh..kita mau kemana? " Diandra kaget karena Raka tiba-tiba menariknya.
" Kita buat baby lagi. Lihatlah, Papa Burhan belum memiliki mainannya sendiri. " goda Raka.
Wajah Diandra bersemu merah mendengarnya, spontan ia mencubit pinggang suami mesumnya itu.
" Baiklah. Siapa tahu kita bisa mencetak duo lagi nanti. " bisiknya ditelinga Raka sambil berlari kecil menuju kamarnya.
Raka terkesiap, dirinya tak menyangka istrinya malah menggoda dan justru mengerlingkan mata padanya. Membuat pria itu semakin tak sabar untuk segera mengakhiri puasanya.
Dimana mereka sekarang? Tentu saja tengah asyik bergulat diatas ranjang.
" Eemmphh.. Ra-ka "
Entah keberapa kali Diandra merasakan nikmat luar biasa yang sudah lama tak dirasakannya. Keduanyapun melakukan penyatuan dan mencapai puncak bersama-sama.
" I Love you.. Diandra Anastasya. "
" Love you too, Raka Syailendra. "
Keduanya kembali saling memagut dan meluapkan rasa cinta mereka tanpa tahu bahwa dibawah sedang heboh sebab Aora tiba-tiba mengumumkan bahwa ia ingin menikah dengan Jonathan, asisten Diandra.
END...
Makasih buat semua yang masih setia mengikuti kisah Diandra-Raka. Maaf ya Author jarang up di bab terakhirnya.
__ADS_1
Satu lagi, jangan lupa ikuti kisah Aora Jonathan ya. InsyaAlloh Author akan mulai up paling lama pekan depan. Ceritanya sengaja dibuat terpisah supaya nggak melenceng dari judul novel ini. Kisah mereka akan dikemas lebih simpel dan tidak terlalu banyak konflik.