
Terkadang cinta datang tanpa kita duga-duga dan kita sadari sebelumnya. Tidak sedikit awam yang baru menyadari akan rasa cinta setelah ia merasakan pahitnya kehilangan.
***
Diandra berdiri di depan cermin sembari memperhatikan penampilannya. Malam ini dirinya harus tetap terlihat anggun dan berkelas dihadapan keluarga Syailendra.
Meskipun ini hanya sandiwaranya belaka, namun tetap saja ia merasa gugup untuk bertemu dengan keluarga Raka.
" Oke. Sepertinya begini lebih baik. Semangat Di! Kau harus bisa menaklukkan mereka. " gumamnya setelah untuk kesekian kali mengganti pakaiannya.
Sepintas Diandra teringat akan pertengkarannya tadi siang dengan Jonathan.
Ia menyesalkan akan hal itu, padahal sedari dulu Jonathan memang selalu mendukung dan membantunya dalam menghadapi berbagai masalah.
" Maafkan aku, Jo. Untuk kali ini aku mohon kau hargai keputusanku. " batinnya gelisah.
Diandra larut ke dalam pemikirannya. Setelah dari awal dirinya sudah menyusun secara sistematis mengenai rencana balas dendamnya terhadap Livia. Nyatanya setelah rencana berjalan sebagian, dirinya harus dihadapkan dengan penentangan dari Jonathan.
Cukup lama Diandra tenggelam dalam perasaannya, hingga suara ketukan pintu mampu membuyarkan segala angan-angannya.
Kepala pelayan memberitahukan mengenai kedatangan Raka. Seketika rasa ragu Diandra lenyap, berganti dengan binar-binar kebahagiaan. Ia kembali memastikan penampilannya sebelum turun menemui Raka Syailendra.
Tap..Tap..Tap...
Suara langkah kaki menuruni anak tangga, membuat Raka yang nampak gelisah mengalihkan perhatiannya.
Pria itu menatap penuh kekaguman, jika waktu diputar sedikit lambat dirinya membayangkan Diandra seolah mirip dengan foto model kelas internasional yang begitu dinanti-nantikan kehadirannya.
__ADS_1
" Diandra, kau benar-benar cantik malam ini. " kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Raka.
Yang dipujipun merasa begitu tersanjung, tetapi Diandra kini justru menertawakan ekspresi kekaguman yang ditunjukkkan oleh seorang Raka Syailendra.
" *Ya Tuhan, kenapa dia imut sekali jika seperti ini. " benaknya tanpa sadar mengagumi pria dihadapannya.
" Aisshhh...Apa yang kau pikirkan, Di! Fokus..Fokus!! Kau tetap harus bersikap anggun dan elegan dihadapan pria ini. " sisi lainnya menyangkal*.
Wanita itupun berhadapan dengan Raka.
" Anda terlalu memuji, Tuan. Sepertinya dari kemarin anda selalu mengucapkan kalimat tersebut." sanggah Diandra.
Padahal dalam hati, Diandra merutuki kepandaian Raka dalam menggoda para wanita. Pantas saja Lilian begitu tergila-gila padanya.
" Hishhh...Kau harus berhati-hati, Di. Jangan sampai terperdaya oleh buaya seperti ini. Fokus..fokuslah pada rencanamu. " batinnya menyemangati.
***
Sepanjang perjalanan Diandra larut dalam pemikirannya sendiri, tanpa sadar ia meremas gaun yang menutupi lututnya. Mungkin, hal itu merupakan kebiasaan untuk bisa memupuk semangat dalam dirinya.
Wanita itu terperanjat ketika merasakan jemarinya kini digenggam oleh sebuah tangan kekar nan kokoh. Ia menatap Raka, pria itu tersenyum begitu manis sembari menguatkan genggaman tangannya.
" Jangan takut. Aku akan selalu ada bersamamu. "
Ucapan Raka itu sukses membuat hati Diandra berdebar-debar. Genggaman tangan Raka seolah menyalurkan energi baginya, memberikan rasa aman dan nyaman yang memang dibutuhkannya saat ini.
__ADS_1
" Terima kasih. " ucapnya tulus.
Hampir setengah jam perjalanan mereka lalui, hingga tibalah keduanya di mansion keluarga Syailendra.
Raka sama sekali tak melepaskan genggaman tangannya pada Diandra hingga sukses membuat wanita itu merona sedari tadi.
" Ingat, jangan memanggilku dengan sebutan Tuan lagi. Aku akan memanggil namamu dan kau harus memanggil namaku. Kau mengerti? "
Perintah Raka diikuti anggukan kepala oleh Diandra. Mungkin ini kali pertama Diandra diperintah dan menurut begitu saja dengan orang lain.
" Baik, Tuan. Eh.. Maksudku Raka. " Diandra menyengir hingga membuatnya nampak semakin imut di depan Raka.
" Baguslah kalau kau mengerti. " Raka tersenyum sembari mengusap lembut puncak kepala Diandra.
DEG...DEG..DEG..
" Ya Tuhan. Apa yang terjadi padaku. Bisa-bisa jantungku lepas jika terus begini. "
Diandra memegangi jantungnya dengan tangan yang lain masih digenggam oleh Raka.
Pria itu membawanya masuk ke dalam mansion. Para pelayan menunduk dan memberi hormat pada mereka hingga beberapa orang yang tengah bercengkrama di ruang tamu mengalihkan perhatiannya.
" Itu dia datang. " Delia yakin yang baru memasuki mansion adalah putranya.
Livia dan Lilian yang memang sedang berkunjung tak luput menyaksikan siapa yang baru saja masuk ke dalam mansion.
Namun, seluruh orang yang berada disana begitu terperangah saat mengetahui Raka datang sambil menggandeng seorang wanita cantik.
__ADS_1
" Diandra..."
Bersambung..