Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
PERDEBATAN


__ADS_3

Di TVC Group....


Tok...Tok...Tok...


" Masuk. "


Diandra tengah sibuk memeriksa beberapa laporan hasil kerja karyawan. Sesaat kemudian, ia mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang memasuki ruangannya.


" Jo? "


Jonathan membawa beberapa berkas penting yang telah ia siapkan untuk meeting nanti siang. Ia menaruh berkas itu diatas meja kerja Diandra, lalu duduk berhadapan dengan atasannya.


Ia sebenarnya ingin menanyakan tentang apa yang terjadi antara Diandra dan Raka kemarin malam dihotel. Sungguh, dirinya sendiri tidak bisa tidur lantaran khawatir dan cemas akan Diandra.


" Nona. Bagaimana? Apa rencana anda berhasil? Apa Raka Syailendra percaya dengan sandiwara yang telah kita buat? " tanyanya ragu.


Diandra tersenyum menyeringai,


" Tentu saja berhasil. Kau harus bersiap-siap untuk kehilangan sebagian gajimu bulan ini, Jo. " goda Diandra.


" Maksud, Nona? Memangnya apa saja yang telah terjadi semalam? Apa jangan-jangan anda..."

__ADS_1


Jonathan begitu penasaran, namun ia menghentikan ucapanya ketika melihat Diandra tengah melotot ke arahnya.


" Kau jangan gila, Jo! Aku perempuan, manamungkin mengambil kesempatan dalam kesempitan!" tegas Diandra dengan nada suara yang telah dinaikkan satu oktaf.


" Maaf, Nona. Aku benar-benar mengkhawatirkan anda, apalagi anda sempat tidak masuk kemarin. Aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan anda. " sesal Jonatahan. Dirinya sedikit lega saat tahu bahwa tidak terjadi apapun malam itu.


Melihat kecemasan Jonathan membuat Diandra merasa sedikit bersalah.


" Raka Syailendra percaya begitu saja dengan apa yang telah terjadi diantara kami. Kau tahu? Waktu itu aku menangis semalaman di hotel agar membuatnya semakin yakin." jelas Diandra.


" Kemarin aku memutuskan untuk tidak ke kantor sebab manamungkin aku ke kantor dengan mata bengkak? Pasti para karyawan akan menggosipkanku nanti. " lanjutnya menjelaskan.


Jonathan kembali bernafas lega mendengar apa yang disampaikan Diandra. Dari cara bicara Diandra, nampaknya wanita itu memang berkata jujur.


Diandra tersenyum simpul, hatinya selalu saja berbunga-bunga saat membahas Raka Syailendra.


" Kau tahu, Jo? Nanti sore dia akan mengajakku ke mansion keluarganya. Ia akan meminta restu dari orangtuanya untuk menikahiku. Itu artinya rencanaku sedikit lagi akan berhasil. " ungkap Diandra bersemangat.


Bak disambar petir di siang hari, kata-kata Diandra berhasil membuat jantung Jonathan seakan berhenti berdetak saat itu juga?


" Me-ni-kah? " ungkapnya terbata-bata sekaligus tak percaya.

__ADS_1


" Iya. Aku akan menikah dengan Raka Syailendra. Dengan begitu Lilian pasti akan terguncang hebat. Jika itu terjadi, maka Livia juga pasti akan menderita karenanya. Setelah itu, aku akan mengambil apa yang menjadi hakku dan mereka akan terlunta-lunta setelahnya. Aku sungguh tidak sabar menunggu hari itu tiba." ungkap Diandra penuh keyakinan.


Jonathan benar-benar tak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran Diandra.


" Tapi? Apakah harus dengan menikah? Pernikahan itu bukanlah hal yang main-main, Nona. Lalu apa anda tidak berpikir bagaimana jika keluarga Syailendra tahu anda hanya akan memanfaatkan mereka? Apa anda pikir mereka akan diam saja? Mereka bukan orang sembarangan, Nona. Jangan sampai karena obsesi balas dendammu, kau justru mencelakai dirimu sendiri pada akhirnya! " protes Jonathan.


" Jo! Aku tak peduli akan hal itu sekarang. Tujuan akhirku hanyalah balas dendam. Kau tahu? Hatiku benar-benar sakit ketika aku mengetahui kelakuan Livia pada ibuku dulu. Kau tahu? Ayahku bahkan sudah belasan tahun menjadi bagaikan mayat hidup karena ulah mereka. Bahkan hatiku berkata, jika kematian ibuku bukanlah kematian yang wajar. Aku yakin mereka telah mensabotase semuanya. Aku tak peduli Jo! Aku hanya ingin melihat mereka terpuruk dan menderita seperti apa yang telah orang tuaku rasakan. " ungkap Diandra berapi-api. Ia menghapus rembesan air mata yang hampir terjatuh mengingat penderitaan orang tuanya.


" Tapi, Di? Apa kau tidak memikirkan kehidupanmu kedepannya? Apa kau harus menebus kebahagiaanmu seumur hidup hanya untuk bisa memuaskan dendammu saat ini! Tidak Di..Tolong pikirkan ini baik-baik. Aku kali ini berbicara sebagai sahabat tolong dengarkan permintaanku! Hentikan rencanamu itu sebelum semua terlambat. " pinta Jonathan.


Diandra membuang nafas kasar,


" Saat ini aku ingin sendiri, Jo. Jadi kuharap kau tinggalkan ruangan sementara. " Diandra berkata tanda menatap lawan bicaranya.


Jonathan sadar jika Diandra memang sangatlah keras kepala. Pria itu memutuskan untuk pergi agar Diandra bisa bisa berpikir lebih tenang.


" Baiklah, aku akan pergi. Tapi tolong, pikirkan kata-kataku tadi."


Jonathan melangkah keluar dari ruangan Diandra lalu kembali keruangannya. Pria itu langsung menghantamkan sebuah bogem ke meja kerjanya untuk melampiaskan kekesalannya.


" Aaaargghhhh... kau benar-benar keras kepala! "

__ADS_1


Bersambung ..


Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2