
Diandra cukup kewalahan ketika menopang tubuh Raka yang sedang tak sadarkan diri. Pria itu ambruk tepat didepannya, dan kini Diandra memeluk Raka agar Raka tidak terjatuh.
Jantungnya berpacu, entah mengapa ia merasa sangat malu sekarang. Ia belum pernah bersentuhan sedekat ini dengan seorang pria, tetapi kini posisi Raka begitu intim dengannya.
Kepala Raka jatuh tepat dibahunya. Hembusan nafas pria itu terasa geli di tengkuk leher Diandra.
" Ah.. Di. Dorong saja dia, toh dia tidak sadar jika kau menjatuhkannya ke lantai. " bisik sisi jahat dalam dirinya.
Namun, sisi baiknya tak tega jika pria sebaik Raka dijatuhkan begitu saja.
" Jangan, Di. Dia itu pria baik, dia juga telah menyelamatkan nyawamu. Lagi pula, bukankah enak ada pria tampan bersandar dibahumu? Kau menikmatinya bukan? " kekeh sisi baik dalam dirinya.
Diandra segera mengusir mereka dari dalam otaknya. Dirinya sebal, mau sisi baik ataupun sisi jahat sama saja ujung-ujungnya.
Diandra memilih untuk menghubungi Jonathan. Mereka harus segera melakukan misi selanjutnya sebelum Raka terbangun nanti.
Jonathan masuk keruangan tersebut, ia kemudian membantu Diandra membawa Raka kedalam kamar. Setelah itu, dirinya hendak keluar meninggalkan keduanya.
Diandra yanng mengetahui Jonathan akan keluar langsung menahannya.
" Tunggu! Jo? Kau mau kemana? "
Jonathan berhenti seketika, sebenarnya saat ini hatinya sedang kacau. Dadanya seakan terbakar melihat kedekatan Diandra dan Raka walaupun itu hanya sandiwara belaka.
Maka dari itu, ia memilih untuk segera pergi dari sana. Namun, karena Diandra memanggilnya kembali, iapun langsung berbalik menghadap atasannya.
__ADS_1
Jonathan merasa aneh melihat wajah Diandra tiba-tiba bersemu merah.
" Nona kenapa? " tanyanya heran.
Diandra seperti orang kebingungan, ia menggigit bibir bawahnya karena cemas dan ragu untuk mengatakan maksudnya.
" Jo, bisakah kau melepaskan pakaian Raka? " tanyanya gugup.
Jonathan melongo,
" Hah! Aku Nona? Manamungkin aku harus melihat sesama jenis? Sama saja jeruk makan jeruk, Nona! " protesnya seketika.
( Kalau disuruh melucuti pakaian wanita, Jonathan pasti mau-mau aja. Dengan senang hati katanya🤣)
" Masa iya harus aku sih Jo! Aku tidak mungkin menodai mataku yang suci ini dengan hal-hal mesum seperti itu! " bentak Diandra kesal.
Jonathan mencebik malas, ia terpaksa menerima tugas dari atasannya. Tapi benar juga, dirinyapun tak rela jika Diandra melihat Raka dalam keadaan tanpa busana. Bisa-bisa wanita itu terjerat sihir pria tampan yang satu itu.
" Dia yang punya ide mesum, tapi dia sendiri yang merasa sok suci. Untung kau cantik, Nona. " benaknya sembari melucuti pakaian Raka.
Sedangkan Diandra, wanita itu memilih menjauh dan membalikkan badan. Ia meremas jemari tangannya untuk mengurangi kegugupan. Hal ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan merebut tender dari pesaing bisnis tentunya.
" Apa kau sudah selesai, Jo? Pastikan kau menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Jangan sampai ada yang terlihat. " Diandra memastikan.
" Cck..Sudah Nona. Sekarang apalagi yang harus aku lakukan? " ungkap Jonathan kesal.
__ADS_1
Bagaimanapun ini merupakan sirine tanda bahaya, membiarkan seorang pria tanpa busana dengan seorang wanita bukanlah hal yang baik tentunya.
Diandra perlahan membalik badan, tetapi tetap menutup wajah dengan kedua tangannya. Satu persatu ia membuka jarinya, hingga dipastikan semua aman.
Ia tersenyum lega, Jonathan menutupi seluruh tubuh Raka dan hanya menyisakan kepalanya.
" Bagus, kalau begitu kau bisa pergi sekarang. Selebihnya biar aku yang mengurus sendiri. " pinta Diandra.
Sekarang berganti Jonathan berlagak enggan pergi darisana.
" Nona, apa tidak sebaiknya kita akhiri semua. Tak bisakah mencari cara lain untuk membalas dendam? Aku benar-benar mengkhawatirkan anda. Atau perlukah aku bersembunyi disini untuk memastikan keselamatan anda? " celotehnya panjang lebar lantaran cemas.
Diandra membuang nafas kasar,
" Sudahlah Jo. Aku pasti akan baik-baik saja. Lagi pula, Raka Syailendra tidak akan mungkin melecehkan seorang wanita. Aku jamin itu! " Diandra meyakinkan. Ia sedikit banyak telah menyelidiki tentang Raka Syailendra.
Dengan berat hati, jonathan keluar dari kamar itu hingga menyisakan Diandra dan Raka di dalam sana.
Perlahan ia naik keatas ranjang, membaringkan tubuhnya lalu masuk kedalam selimut yang sama dengan Raka.
" Ya Tuhan, sebenarnya aku takut sekali. Tapi aku harus kuat, ini demi membalaskan dendam ibuku. " batinnya gelisah.
Bersambung,,,
Kira- kira Raka gimana ya? Seneng? sedih? percaya atau tidak tidak dengan pengakuan Diandra? Ikuti terus ya dan jangan lupa dukung terus karya ini. Makasih semuanya😍
__ADS_1