Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
MENIKAH MENDADAK


__ADS_3

Raka menghubungi asisten Felix dan meminta untuk menyiapkan berkas pernikahannya waktu itu.


Tentu saja asisten Felix terkejut dengan pernikahan Raka yang mendadak seperti sekarang. Ia tak menyangka sang atasan telah menemukan kekasihnya sendiri.


Tetapi perintah atasan adalah yang utama. Lelaki itu segera membawa berkas waktu itu ke KUA dan menyewa penghulu untuk menikahkan keduanya.


Sedangkan Diandra, betapa gugup gadis itu saat ini. Apalagi ia akan melangsungkan pernikahan mendadak tanpa persiapan apapun.


" Ya Tuhan? Apakah ini mimpi atau nyata jika aku akan segera menikah sekarang? " batinnya gelisah.


Sesekali ia melirik Raka yang masih memegang kemudi. Dirinya heran, bukannya gugup Raka justru terlihat santai bahkan sesekali tersenyum seorang diri. Entah apa yang sedang dibayangkan pria itu sekarang.


Mobil akhirnya tiba di pelataran KUA. Keduanya langsung turun, kantor yang harusnya tutup ternyata masih buka saat ini. Begitulah jika uang yang berbicara, semua akan lancar dengan sendirinya.


Diandra dan Raka duduk dihadapan seorang penghulu dan terlihat beberapa saksi disana. Tidak ada keluarga Raka, apalagi Diandra memang tak memiliki siapa-siapa.


Dengan begitu lancar Raka melafalkan kalimat ijab qobulnya. Hanya dalam waktu beberapa menit status Diandra kini telah resmi menjadi istri Raka Syailendra.


Kedua sejoli itu kini telah memiliki buku nikah yang ditanda tangani oleh mereka. Raka memutuskan kembali ke apartemen sebab waktu mereka tidaklah lama.


Keduanya saling terdiam saat diperjalanan pulang. Diandra masih tak menyangka jika dirinya kini benar- benar menjadi istri Raka, meskipun keluarganya belum tahu.


Merekapun sepakat untuk menyembunyikan pernikahan ini sementara, setidaknya sampai Pak Burhan ditemukan dan kejahatan Livia terbongkar nanti.


Klik...


Pintu apartemen otomatis terbuka, keduanya masuk sembari mengamati sekitar ruangan. Masih nampak sepi, Raka memang memberikan obat tidur dosis cukup tinggi pada Lilian.


Saat pintu apartemen tertutup tiba-tiba Raka langsung memeluk Diandra dari belakang.

__ADS_1


" Sekarang kau telah resmi menjadi istriku. " ucapnya sembari menyapu leher jenjang Diandra dengan bibirnya. Tubuhnya mendekap wanita itu sembari menggesek-gesekkan tangannya dibagian depan tubuh Diandra.


" Lilian! Yah Lilian, kita harus mengeceknya. Jangan sampai dia pura-pura bangun! " pekik Diandra seketika. Jujur saja dirinya merasa gugup sekaligus geli menghadapi serangan Raka yang begitu tiba-tiba.


" Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia sepertinya sangat bernafsu sekali. Aku bahkan belum mempelajari tentang malam pertama." benaknya gelisah.


Raka sadar istrinya sangat gugup sekarang, tangan Diandra terasa dingin karenanya.


Pria itu menyeringai kemudian melonggarkan pelukannya. Ia membawa Diandra duduk diatas sofa. Keduanya kini duduk saling berhadapan.


" Kau jangan khawatir. Aku sudah mengunci kamar Lilian tadi. Jika dia bangun, dia pasti berteriak saat ini. Lagi pula, obat tidur yang aku berikan bisa berefek hingga dua belas jam. Kemungkinan besok pagi dia baru bangun. " Raka mencoba menenangkan.


GLEK...


Diandra bukannya mendengar apa yang disampaikan Raka. Wanita itu justru menelan kasar salivanya. Tatapan pria itu nampak begitu mendamba dan mengunci pandangannya bagai predator yang siap memangsa.


" Tidak perlu gugup. Kita ikuti alurnya saja."


Raka mulai mendekatkan wajah dan mulai mengecap bibir manis candunya.


Hati Diandra berdebar-debar, tetapi sentuhan lembut Raka yang membasahu bibirnya mampu membuatnya melayang. Iapun membalas pagutan itu hingga terciptalah ciuman panas yang membakar sisi liar keduanya.


Diandra sungguh terlena, ia sangat menikmati lidah Raka yang menjelajah ke seluruh langit-langit mulutnya. Mendorong, membelit dan saling bertukar saliva, iapun kini telah pandai mengimbangi permainan Raka.


Hah..Hah...Hah...


Diandra melepaskan ciuman mereka saat merasa kesulitan bernafas. Mereka berciuman cukup lama barusan.


Raka menyeringai puas, " Kau semakin berpengalaman sekarang." des*h Raka ditelinga Diandra hingga sukses membuat bulu kuduk Diandra meremang karenanya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba, Raka menggendong Diandra ala bridalstyle menuju ke kamar yang satunya. Ia terpaksa memasukkan Lilian ke kamarnya agar Lilian tak curiga kepadanya.


Diandra terperangah, ia langsung mengalungkan tangannya dileher Raka. Lelaki itu kembali ******* bibir istrinya sembari berjalan menuju ke kamar.


Ia menjatuhkan tubuh Diandra diatas ranjang dan membuat wanita itu berada dalam kungkungannya.


" Malam ini, aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya. " lelaki itu kini telah berkabut gairah.


Olahraga panaspun akhirnya terjadi. Diandra benar-benar dibuat melayang oleh belaian pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu.


Tenaga Raka sungguh luar biasa, pria itu menumpahkan seluruh gairah yang terbendung selama ini.


Tak ada satupun bagian tubuh Diandra yang luput darinya. Pria itu meninggalkan banyak sekali tanda kepemilikan di sekujur tubuh Diandra terutama bagian favoritnnya, dua bola kenyal berujung merah jambu yang berdiri menantang dan bagian segitiga bermuda itupun telah basah oleh lumatannya.


Diandra meracau tak karuan akibat tingkah liar Raka. Beberapa kali wanita itu mende*ah saat merasakan sensasi geli-geli nikmat yang ciptakan oleh sang suami.


Raa..Kaahh..


Diandra mencengkeram rambut Raka saat merasakan sesuatu hendak menerobos miliknya. Ada rasa perih yang menjalar ditengah kenikmatan yang ia rasakan.


Raka mengernyit heran, dia merasa cukup kesulitan menembus milik Diandra.


" Di? Bukankah kita sudah pernah.."


Wanita itu tak menjawab ia hanya menggigit bibir bawah. Merasakan tangan Raka yang masih bermain di tempat favoritnya dan menahan nyeri dibawah sana.


Raka enggan memikirkannya kembali, tapi jika dugaannya benar, Diandra masih bersegel sampai sekarang dan ia harus melakukannya lebih lembut lagi. Iapun sudah tak mampu menahan sesuatu yang hendak keluar dari dirinya.


Keduanya mengerang hebat merasakan milik mereka telah bercampur menjadi satu dalam rahim Diandra. Sungguh luar biasa surga dunia yang dirasakan pasangan pengantin baru ini.

__ADS_1


" Terimakasih, sayang. " Raka mengecup puncak kepala sang istri. Rasanya sungguh lega memiliki apa yang selalu didambakannya selama ini.


Bersambung...


__ADS_2