
Tengah malam, Diandra terbangun. Ia merasakan tenggorokannya kering karena kehausan. Dirinya bahkan lupa makan dan minum semenjak tadi pagi.
Diandra menuju ke arah dapur untuk mengambil minum. Kebetulan mansion telah sepi dan sebagian ruangan sudah dimatikan lampunya.
Ketika ia mulai membasahi tenggorokannya yang kering, terdengar derap langkah seseorang menaiki tangga menuju lantai atas. Lantaran dapur dalam keadaan gelap, orang itu tidak menyadari keberadaan Diandra.
" *Siapa yang datang tengah malam begini? Apa mungkin Lilian baru pulang? " benaknya penasaran.
Perlahan Diandra mengintip dari balik tembok dapur yang kebetulan berada dekat tangga bawah.
Alangkah terkejut dirinya saat mendapati Dedy menaiki tangga menuju kamar atas. Rasanya sungguh aneh, untuk apa pria itu datang ke mansion tengah malam begini?
Diandra semakin penasaran, ia mengendap-endap menaiki tangga untuk memastikan kemana perginya pria tersebut. Sebab setahunya diatas terdapat tiga ruangan yakni kamar Livia, Lilian dan juga ruang kerja pribadi.
" Apa mungkin Dedy sedang merencanakan sesuatu dengan Livia? Aku harus mencari tahu, siapa tahu ini ada hubungannya dengan Papa. " Diandra kembali bersembunyi di balik tembok saat tiba-tiba pria itu menengok.
Langkah Dedy ternyata berhenti di depan pintu kamar Livia. Pria itu memperhatikan sekeliling seolah khawatir jika ada seseorang yang mengikutinya.
Pria itu terlihat membuka ponsel dan mengirimkan pesan untuk seseorang. Tak berselang lama, Livia membuka pintu kamarnya.
Netra Diandra membola seketika saat melihat Livia memeluk Dedy di depan pintu lalu membawanya masuk ke dalam kamar.
" Ya Tuhan, apa yang mereka lakukan? Apa jangan-jangan Livia dan Dedy berselingkuh? "
Diandra merasa semakin tertantang untuk membuktikan dugaannya. Setelah memastikan tidak ada siapapun disekitarnya, ia memberanikan diri untuk menguping di depan pintu kamar Livia.
Hampir lima belas menit Diandra berdiri di depan pintu. Ia berusaha menguping, tetapi karena kamar tersebut kedap suara dirinya tak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan.
Akan tetapi, bulu kuduk Diandra meremang rasanya ketika mendengar seperti suara ******* dari dalam sana.
Ia memang belum menikah, tetapi ia sudah cukup dewasa untuk memahami hubungan pria dan wanita. Ia semakin yakin jika keduanya sedang berhubungan in*im di dalam sana.
" Kurang ajar! Ini tidak bisa dibiarkan. Apa selama ini wanita iblis itu telah mengkhianati Papaku? Aku harus mencari cara untuk bisa membuktikan perselingkuhan mereka. " tekad Diandra.
__ADS_1
Ia memutuskan untuk segera pergi dari sana. Rasanya ia jijik membayangkan hal yang tidak semestinya ia dengarkan.
***
Di dalam kamar, Dedy dan Livia saling mencurahkan gairahnya yang terpendam. Meskipun umurnya sudah tak muda lagi, tetapi Livia masih sangat tangguh dalam hal percintaan.
Entah sudah berapa ronde keduanya saling memuaskan. Dedy mengecup sekilas bibir wanita yang kini terbaring lemas di sebelahnya.
" Aku benar-benar merindukanmu setelah beberapa masalah yang menimpaku akhir-akhir ini. Rasanya aku sudah jengah harus terus menerus menutupi hubungan kita. " curhat Livia.
" Kau bersabarlah. Setelah kita mendapatkan seluruh harta Adijaya, kita tinggalkan negara ini dan memulai hidup baru di luar sana. " jawab Dedy menenangkan.
Livia jadi teringat masa lalu mereka.
FLASH BACK ON..
Livia Adijaya seorang wanita cantik yang merupakan sahabat Burhan. Ia mencintai pria itu meskipun Burhan telah beristri.
Namun, harapan hanya tinggal harapan. Meskipun sah menjadi istri sah Burhan, tetapi dirinya tak mampu mendapatkan hati pria tersebut.
Setiap hari Livia harus melihat kemesraan keduanya dan itu membuat hatinya semakin iri.
Livia begitu terluka, tetapi disaat hatinya terpuruk tanpa ia sadari Dedy, asisten Burhan selalu ada untuknya. Ia mulai menyukai lelaki itu hingga akhirnya keduanya saling mencintai. Dedy mampu memberikan kepuasan batin yang selama ini tidak pernah ia rasakan dari Burhan.
Hingga suatu saat dirinya ternyata hamil muda. Livia kebingungan, ia tidak mungkin bercerai dari Burhan lantaran pria itu mampu membuat hidupnya bergelimang harta.
Livia dan Dedy akhirnya menjebak Burhan seolah telah meniduri Livia saat tengah mabuk berat karena tekanan dari Mamanya yang ingin segera menimang cucu.
Rencana mereka berhasil, Burhan percaya anak Livia merupakan anaknya.
Livia semakin dielu-elukan, tetapi itu hanya sesaat. Tak berselang lama, Sheinapun akhirnya bisa hamil.
Livia merasa tersaingi, ia dan Dedy kembali melakukan hal licik dengan menjebak Sheina hingga wanita itu dituduh berselingkuh.
__ADS_1
Burhan yang kalap karena terlalu cemburu tanpa sadar mengusir istrinya yang sedang hamil. Namun, dirinya menyesal saat tahu kebenaran bahwa Sheina telah difitnah oleh Livia.
Lagi-lagi Livia meradang lantaran Burhan begitu membencinya. Jika saja dirinya tidak hamil pasti Burhan sudah menceraikannya.
Ia mengambil langkah lebih cepat, Dedy ternyata lebih dulu menemukan Sheina sebab Burhan mempercayakan pencarian Sheina pada Dedy.
Sheina yang baru melahirkan akhirnya tertangkap oleh anak buah Dedy. Sheina mencoba melarikan diri, tetapi karena kondisinya yang lemah ia tak mampu berbuat lebih.
Saat ia melarikan diri, untung saja ia bertemu Ibu Panti. Tanpa menceritakan masalahnya, wanita itu memberikan putrinya dan meminta agar ibu panti menjaganya.
Sheina langsung pergi setelahnya dan benar anak buah Dedy memergokinya dalam pelarian. Merekapun akhirnya menabrak Sheina hingga wanita itu tak bernyawa.
Livia begitu senang mendengarnya, ia merasa diatas angin. Tetapi hal itu tak berselang lama, hingga Burhan menguping pembicaraan Livia dengan Dedy saat ditelepon tentang pembunuhan Sheina.
Burhan mengamuk dan langsung melabrak Livia. Ia hampir mencekik wanita itu hingga tanpa ia sadari seseorang memukulnya dari belakang hingga pingsan.
Dedy tepat waktu, ia menyuntikkan sebuah obat yang mampu melumpuhkan syaraf-syaraf Burhan hingga pria itu selayaknya mayat hidup. Dan mereka mengatakan pada semua orang bahwa Burhan terkena struk akibat mendengar berita kematian Sheina.
Tak sampai disitu, mereka juga memberikan racun pada makanan Mama Burhan. Racun tersebut berefek perlahan hingga membuat Mama Burhan menjadi semakin lemah kondisinya. Mama Burhan akhirnya meninggal, semua menyangka bahwa itu disebabkan karena beliau terlalu mencemaskan kondisi putranya.
Adakah saksi dari seluruh kejadian itu? Ada, dialah Burhan sendiri yang terbaring seperti mayat hidup. Livia menceritakan semua tindak kejahatannya pada Burhan lantaran dendamnya pada pria itu. Bahkan ia tak sungkan bercumbu dan bercinta dengan Dedy di depan Burhan.
Tadinya ia sudah ingin melenyapkan Burhan lalu menguasai harta keluarga Adijaya. Akan tetapi, ternyata pria itu telah menulis surat wasiat yang memberatkannya sehingga ia tidak dapat merebut harta tersebut.
FLASH BACK OFF
Diandra mondar mandir di dalam kamarnya. Ia tak menyangka Livia sebusuk itu. Dirinya berpikir keras agar mampu membuktikan pengkhianatan wanita itu dan memberi pelajaran padanya.
Sebuah ide tercetus dikepalanya.
" Sepertinya aku butuh bantuan Bi Lastri dalam hal ini. " gumamnya seorang diri.
Bersambung....
__ADS_1