Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
RAKA AKAN BERTANGGUNG JAWAB


__ADS_3

Pagi menyingsing, cahaya mentari menyelinap dibalik korden. Menyilaukan pandangan mata seorang pria yang tertidur begitu lelap dari semalam.


Raka mulai mengerjapkan mata dan terbangun dari tidurnya. Akibat pengaruh obat tidur pemberian Diandra, pria itu tertidur pulas dan tidak menyadari sedang berada dimana dirinya sekarang.


Raka mengira dirinya bangun diatas tempat tidur miliknya. Pria itu mencoba duduk dan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Namun, betapa terkejut Raka saat menyadari ada seorang wanita yang tengah menangis membelakanginya.


Raka memperhatikan sekeliling, ia baru sadar bahwa saat ini dirinya masih berada dihotel tempat dirinya dan Diandra berkencan semalam.


Raka melirik kebawah, dirinya semakin syok saat mendapati keadaannya yang telanjang tanpa sehelai benangpun. Iapun menoleh wanita yang berada disampingnya.


" No, Nona? Apa yang terjadi? " tanyanya gugup bercampur cemas. Apalagi, Diandra tak kunjung berhenti menangis.


" Setelah kesalahan apa yang kita lakukan semalam, kau masih bertanya apa yang terjadi? Kau keterlaluan Tuan, sekarang aku sudah kehilangan kehormatanku. Aku sudah tidak punya harga diri lagi. " isak Diandra.


Butuh waktu yang lama bagi Diandra untuk bisa menangis seperti sekarang.

__ADS_1


Semalam ia mencoba membuat tangisan sandiwara, tetapi terkesan dibuat-buat. Untung saja sebuah ide brilian terselip di otaknya. Ia menonton drakor sad ending kesayanganya. Wanita itupun menangis sambil membayangkan akhir cerita yang menyedihkan. Dan berhasil, matanya sampai bengkak dikarenakan menangis.


Raka mencoba sekeras mungkin untuk mengingat kejadian semalam, tetapi hasilnya nihil. Yang ia ingat terakhir hanyalah saat ia hendak mencium Diandra, setelahnya ia sama sekali tak mengingat apapun.


" Tapi, Nona? Aku benar-benar tidak mengingatnya. Maafkan aku, bisakah kau menceritakan apa yang terjadi semalam? "


Diandra mencoba duduk dengan tetap memunggungi Raka. Pria itu sadar diri, ia segera memungut dan memakai pakaiannya.


" Semalam kita mabuk, Tuan. Aku dengan keadaan setengah sadar memberanikan diri mengungkapkan perasaanku padamu. Kupikir kau akan menolak, ternyata kau juga mulai merasakan hal yang sama." jelas Diandra.


" Kau mencumbuku dan bodohnya akupun menikmatinya. Kita akhirnya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan sebelum menikah! " Diandra menutup wajahnya lalu terisak kembali. Skenario ini sudah disusunnya sedari awal.


" Tuan, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Meskipun aku berasal dari keluarga berada, tapi kesepian. Kini akupun sudah tidak memiliki siapa-siapa. Aku berharap suatu saat ada pria baik yang akan menikahiku, kami hidup bersama dan memiliki anak-anak. Tapi, setelah kejadian ini, mana ada pria baik yang sudi dengan wanita kotor sepertiku. " ungkap Diandra memelas.


Raka begitu tersentuh dengan ucapan Diandra. Ia tak tega melihat wanita yang memang dicintainya itu menangis seperti sekarang. Dirinya bahkan telah berencana akan menikahi Diandra meskipun tanpa ada kejadian seperti sekarang.

__ADS_1


Pria itu bangkit lalu berdiri dihadapan Diandra. Ia mengangkat dagu Diandra dan mensejajarkan dengannya. Keduanya saling bersitatap penuh arti.


Raka mengusap air mata yang mengalir dipipi Diandra,


" Kau tidak perlu khawatir. Aku ada untukmu, aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku. Aku akan mewujudkan keinginanmu dan kita pasti akan menikah lalu memiliki keturunan yang banyak. Aku berjanji padamu. "


DEG...DEG..DEG..DEG..


Jantung Diandra berdegub sangat kencang mendengar ucapan Raka barusan. Tatapan mata pria itupun memperlihatkan kejujuran dari apa yang telah ia ucapkan.


Diandra mematung seketika, ia tak tahu perasaan macam apa ini. Hingga tiba-tiba Raka menarik dan memasukkan Diandra ke dalam dekapannya.


" Aku mencintaimu, Diandra Anastaya Mulawarman. "


Sungguh kejutan luar biasa bagi Diandra, bahkan pria itu dengan fasih menyebutkan nama panjangnya. Padahal, ia belum pernah mengenalkan nama panjangnya pada Raka.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, rate n vote seikhlasnya disini ya. Mohon dukungannya. Love u all😍


__ADS_2