
Setelah memutuskan untuk mengikuti kemauan Diandra, keluarga Syailendra memutuskan untuk meminta maaf secara personal kepada keluarga Adijaya.
Mereka sebenarnya kecewa, sebab Lilian yang sudah dikenal baik selama bertahun-tahun ternyata belum bisa menjadi menantu mereka.
Bukan Delia tidak menyukai Diandra. Hanya saja, kedatangan wanita itu bukanlah disaat yang tepat. Jika saja Raka belum bertunangan dan jika saja tidak ada hati yang tersakiti, dirinya mungkin masih bisa menerima Diandra dengan baik.
Keluarga Adijaya yang sebelumnya sudah dikabari tentang kedatangan keluarga Syailendra segera menyambut tamunya dengan baik.
" Ma? Apa aku sudah terlihat cantik? Aku tidak mau kalah dengan j***ng itu!" ketus Lilian.
Dirinya sempat berputus asa ketika melihat bagaimana keteguhan Raka untuk menjadikan Diandra sebagai penggantinya. Hampir setiap hari Lilian menangisi kegagalannya, untung saja Livia selalu berusaha mendukung putrinya untuk terus bangkit dan merebut hati Raka kembali.
" Tenang saja. Anak Mama pasti yang paling cantik. Pokoknya, mau bagaimanapun caranya, pernikahan kalian harus tetap terlaksana. " tegas Livia.
Mereka segera menyambut kedatangan keluarga Syailendra. Wajah Lilian berbinar ketika melihat Raka ikut hadir dikediamannya.
Mereka mempersilahkan tamunya untuk duduk. Papa Gio dari pihak keluarga Syailendra menyampaikan maksud kedatangannya.
__ADS_1
Hancur luluh hati Lilian ketika Papa Gio mengajukan permohonan maaf atas pembatalan acara pernikahan antara dirinya dan juga Raka.
Lilian menangis sejadi-jadinya dipelukan sang ibu. Ia teramat kecewa, setelah perjuangannya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan Raka. Kini semua sia-sia padahal hanya tinggal selangkah lagi menuju jenjang pernikahan.
Amarah Livia tak dapat dibedung lagi melihat tangis kepedihan dari putri semata wayangnya.
" Tidak! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Kalian sama saja mencoreng nama baik keluargaku! " wanita itu berdiri dan berbicara dengan lantang.
" Maaf, Nyonya. Tapi perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Selama ini saya sudah mencoba untuk bisa bersama Lilian. Namun kenyataannya, hatiku tetap dimiliki oleh satu orang yaitu Diandra. " tegas Raka.
Raka sungguh tidak terima dengan penghinaan yang ditujukan pada Diandra. Pria itu berdiri dengan wajah merah padam, sorot matanya yang dingin dan tajam seolah mampu membuat Livia membeku di tempatnya.
" Nyonya aku peringatkan sekali lagi kepadamu! Jika kau berani menghina Diandra dihadapanku, aku tidak akan segan merobek mulut anda dengan tanganku sendiri! Keputusanku sudah bulat, aku hanya akan menikah dengan Diandra apapun yang terjadi! " ancamnya berapi-api.
Suasana ruangan kini semakin tegang, Dedy hampir saja berdiri dan ingin memberi pelajaran pada Raka. Namun, Livia segera menahannya.
Rakapun sudah tak sabar berlama-lama diruangan yang membuatnya terasa panas. Ia pergi tanpa menghiraukan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Lilian menatap kepergian Raka dengan penuh kepedihan. Hatinya seakan dihantam oleh sebuah batu besar, hancur berkeping-keping saat Raka mengatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah mencintainya.
Lilianpun ikut berlari pergi menuju kamar, ia rasa sudah tidak ada yang diharapkannya lagi.
Papa Gio dan keluarga benar-benar meninta maaf atas apa yang baru saja terjadi. Merekapun pamit undur diri dari kediaman Adijaya.
" Dedy! Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kita harus segera melenyapkan wanita itu, jika perlu mereka semua yang telah menyakiti putriku! "
" Tenang Nyonya. Demi kebahagiaan anda dan juga Nona Lilian, aku siap melakukan apa saja. " Dedy menunduk patuh.
Livia membisikkan sesuatu ke telinga asistennya,
" Lakukan sesuai perintahku. Aku mau wanita itu menjadi hina dimata Raka bahkan dimata seluruh anggota publik. Buat dirinya bahkan lebih memilih kematian dari pada dilahirkan di dunia ini. "
Bersambung....
Rencana licik apa yang sedang disusun oleh Livia? Ikuti terus kisahnya ya dan dukung terus karya ini. Makasih😍
__ADS_1