Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
BAB 89


__ADS_3

Suara dentuman musik yang memekakan telinga serta sorot lampu warna-warni menghiasi sebuah club malam yang kini tengah ramai pengunjung. Banyak diantaranya bereuforia menikmati alunan musik yang disajikan oleh seorang Disc Jockey.


Seorang gadis muda duduk disalah satu bangku didepan meja bartender sembari memperhatikan sekitarnya. Gadis yang terlihat begitu modis tetapi seolah merasa asing ditempat yang baru saja ia pijak pertama kali.


Gadis itu beberapa kali melirik jam yang ada di ponselnya. Hampir pukul sembilan malam dan lelaki yang ia tunggu tidak juga menunjukkan batang hidungnya.


" Sial. Sepertinya dia menipuku! " gerutunya sebal.


Padahal kemarin Jonathan menantangnya untuk datang ke club pukul tujuh malam, tetapi ternyata pria itu justru tidak datang.


Dua gelas orange jus telah ia habiskan, Aora cukup mawas diri. Dirinya tidak ingin menyentuh alkohol meskipun berkali-kali bartender menawarinya.


" Hai, cantik. Sendiri saja? Boleh kita bergabung disini bersamamu? " seorang pemuda menyeringai dan menatap ketiga orang sahabatnya.


Mereka kini duduk di bangku dekat Aora. Tatapannya menelisik pada gadis yang saat ini nampak begitu seksi dengan croptop tanpa lengan yang dipadukan dengan mini pleated skirt yang menampakkan kaki jenjangnya yang mulus. Modis, cantik dan seksi, ketiga kata itu sangat cocok disematkan untuk Aora.


" Maaf. Aku permisi. "


Aora merasa risih dan tidak nyaman. Ia memilih untuk meninggalkan bangkunya. Lebih baik ia pulang sebelum malam semakin larut.


Namun, salah satu pemuda berani menyentuh dan menarik salah satu lengannya yang halus.


" Ini masih sore, girls. Lebih baik kita bersenang-senang disini. "


" PLAK"

__ADS_1


Aora berbalik dan menghunuskan tatapan tajam pada pemuda tersebut. Ia tak suka dilecehkan oleh pria hidung belang seperti mereka.


" Jaga sopan santun anda! Jangan pernah memandang rendah seorang wanita. " tunjukknya didepan pemuda yang berani menyentuh lengannya.


Aora segera berlalu meninggalkan keempat pemuda tersebut. Ia menyesal telah membuang-buang waktu di tempat seperti itu. Dalam hati ia terus merutuki Jonathan dan bertekad membuat perhitungan dengan pria tersebut.


Para pemuda itu masih saja memperhatikan seluit Aora yang melangkah semakin jauh dari mereka.


" Sangat menarik. Aku suka gadis seperti ini. " ungkap salah satu dengan seringainya.


***


Jonathan masih berkutat di depan laptopnya. Pria itu sedang menyibukkan diri dengan pekerjaannya dikantor yang menumpuk hingga harus membawanya ke apartemen.


Akan tetapi, entah mengapa dirinya sulit berkonsentrasi sedari tadi. Tiba-tiba dirinya teringat dengan Aora, adik manja saingan cintanya.


Pria itu ingin sekali melanjutkan pekerjaannya, tetapi lagi-lagi dirinya tak mampu berkonsentrasi.


Ia melirik jam yang terpasang dinding, tepat pukul sembilan malam.


Shitt!


Pria itu langsung menutup laptop dan meraih kunci mobilnya. Paling tidak, dirinya harus memastikan Aora tidak datang kesana.


***

__ADS_1


" Hai, Jo? Lama sekali aku tidak melihatmu. Kau semakin tampan sekarang. "


Seorang wanita cantik dan seksi langsung bergelayut dilengan Jonathan saat melihat kedatangan pria tersebut di club. Namun, dirinya terkesiap lantaran pria itu justru mendorong tubuhnya menjauh.


" Oh God. Ini benar-benar kau Jonathan? "


Wanita itu masih tak percaya, Jonathan yang dikenalnya adalah pria yang sangat gemar menggoda wanita. Akan tetapi, pria dihadapannya terlihat begitu dingin dan kaku. Wanita itu beringsut menjauh saat mendapat tatapan mematikan dari pria tersebut.


Jonathan berjalan masuk, tetapi gadis yang dicarinya sepertinya tidak ada disana.


" Syukurlah. Sepertinya dia tidak datang kesini. " batinnya lega.


Akhirnya ia memutuskan untuk pulang kembali setelah memastikan Aora tidak datang kesana.


Akan tetapi, ketika dirinya menuju basement tanpa sengaja ia seperti mendengar suara seseorang yang dibekap. Pria itu berdiri mematung untuk memastikan apa yang didengarnya.


Ueeumm..


Aora ingin berteriak ketika tanpa sengaja dirinya melihat Jonathan yang hendak menuju mobil. Namun, mulutnya langsung dibekap salah satu pria yang menggodanya sewaktu didalam club.


Mereka memang mengikuti Aora saat gadis itu berniat meninggalkan club. Keempatnya menyergap Aora ditempat sepi dan akan membawa gadis itu menuju mobil mereka.


Aora berusaha melepaskan diri, tetapi tenaganya tak cukup kuat untuk melawan keempatnya.


" Kumohon tolong aku. Tolong berbaliklah! " batinnya berputus asa.

__ADS_1


Aora semakin panik lantaran Jonathan justru masuk dan mulai menstarter mobilnya.


Bersambung...


__ADS_2