Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
DIANDRA -LIVIA BERSITEGANG


__ADS_3

Di kediaman Adijaya


Livia menyeringai penuh kemenangan ketika melihat Diandra telah tiba dirumahnya. Gadis itu nampak terengah-engah, terlihat dengan jelas raut kekhawatiran di wajah Diandra.


" Katakan dimana Papaku! Dasar wanita iblis! " umpat Diandra meradang.


Livia justru tersenyum sinis kepadanya,


" Oh ..Rupanya ada pengantin tersesat disini. Sayang sekali, padahal sudah mau menikah, tapi tidak jadi. Itu balasan setimpal untuk ja*ang yang suka menggoda kekasih orang. " sindir Livia penuh penekanan.


Diandra melirik penampilannya dari atas ke bawah. Miris memang, padahal hari ini seharusnya menjadi hari bahagia untuknya. Tetapi, takdir sepertinya belum berpihak kepadanya.


" Diam kau, Livia Adijaya! Berkacalah terlebih dahulu sebelum kau menghina orang lain! Apa kau tak ingat, jika kaupun dengan tak tahu malu justru menggoda suami orang lain. Sekarang katakan siapa ja*ng itu, aku atau kau?! "sindir balik Diandra.


Livia mendelik seketika mendengar hinaan Diandra. Jika saja Jonathan tidak melarangnya untuk menyakiti wanita itu. Pasti saat ini dirinya ingin merobek mulut wanita di depannya.


" Aku tak peduli dengan apa yang kau katakan. Yang jelas, saat ini nasibmu dan Papamu ada di tanganku. Aku pasti akan membuat hidupmu menderita seperti apa yang aku lakukan pada Mamamu dan juga Papamu tentunya. " tekan Livia menyunggingkan senyuman ke salah satu sudut bibirnya.


Diandra berusaha menahan rasa dendam yang bercokol dihatinya. Ia sadar wanita licik seperti Livia tega melakukan apa saja. Dan saat ini, menurut adalah pilihan terbaik demi keselamatan Papanya.


" Katakan apa maumu! "tegas Diandra.


Livia semakin merasa di atas angin, akhirnya ia mampu menguasai putri dari Sheina Adijaya.


" Bagus, rubah kecil. Ternyata kau sangat pintar. Bersiaplah untuk merasakan satu persatu penderitaan yang telah kau berikan pada Lilian. Ahh,, aku yakin sekarang keluarga Adijaya pasti menanggung malu sebab calon menantunya pergi menghilang sebelum pesta pernikahan. " sindir Livia kembali.


Diandra hanya mematung, sebenarnya hatinya terlalu sakit menghadapi kenyataan itu. Apalagi dirinya sadar bahwa Delia belum bisa menerimanya sepenuhnya.

__ADS_1


Ditambah kejadian ini, kebencian Delia kemungkinan akan semakin besar padanya. Namun, ia berusaha agar tetap kuat, ia tak ingin terlihat lemah di hadapan musuhnya.


" Baiklah. Apa kau sudah puas telah menggagalkan pernikahanku, heum? Sekarang katakan dimana kau sembunyikan Papaku? Aku akan memberikan seluruh harta Adijaya ini kepadamu jika kau serahkan Papa kepadaku." tawar Diandra.


Livia tengah berpikir, tentu dirinyapun tak bodoh. Diandra pasti akan menyerang balik jika sampai Burhan jatuh ke tangan Diandra.


Tetapi, sebenarnya iapun tak tahu dimana Burhan saat ini. Jonathan yang telah membawa pria itu entah kemana. Tentu Jonathan tidak akan melukai Burhan. Dia hanya ingin menjadikan lelaki itu sebagai pengendali Diandra.


" Kau pikir aku bodoh, gadis kecil. Aku tentu lebih berpengalaman darimu. Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan Burhan sebelum kau membuat Raka Syailendra membencimu dan menikahi putriku. Aku ingin kau tetap tinggal disini sebagai Asih. Setidaknya hingga Raka menikah dengan putriku. " desak Livia.


Diandra mengeratkan gerahamnya, ia tak menyangka jika Livia selicik itu. Livia memanfaatkan keadaan Pak Burhan untuk menjerat dirinya.


" Tidak. Aku tidak akan menuruti keinginan gilamu itu. Lagi pula kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi pada putrimu waktu itu? Apa kau pikir Raka masih mau menerimanya? " sindir Diandra.


Ia telah mendengar tentang apa yang menimpa Lilian dari Jonathan. Namun, sebagai sesama wanita dan sebab Lilian adalah adik tirinya. Ia rasanya tak sanggup menyaksikan apa yang menimpa Lilian.


Amarah Livia tak terbendung mendengar penghinaan Diandra. Wanita itu segera bangkit dan mengangkat tangan hendak menampar pipi Diandra. Tetapi, lagi-lagi ia mengurungkan niatnya. CCTV milik Jonathan tersimpan di ruangan itu. Pria itu pasti tak akan tinggal diam jika Diandra terluka olehnya.


" Kenapa kau tidak jadi memukulku? Apa kau mulai gentar berhadapan denganku Nyonya Livia Adijaya? Atau kau mau berubah pikiran? " tekan Diandra sinis.


Livia kembali menyeringai,


" Aku rasa hanya sebuah tamparan takkan cukup untuk menyakitimu. Kau lihat saja ini. "


Livia mengeluarkan ponselnya, disana terdapat video dimana Pak Burhan tengah terbaring disebuah ruangan asing dengan seseorang yang mengarahkan sebuah senjata api kearah beliau.


Diandra terkesiap, ternyata Livia begitu licik dan keji. Bahkan wanita itu berniat menghabisi suaminya sendiri.

__ADS_1


" Bagaimana? Apa kau masih mau melawanku? Sekali saja aku menghubungi anak buahku disana? Nyawa Papamu akan lenyap seketika." ancam Livia.


Diandra tak memiliki pilihan lain sebab dirinyapun belum tahu pasti dimana keberadaan Papanya.


" Baiklah, kali ini aku ikuti permainanmu. Tapi ingat, jika sampai terjadi apa-apa dengan Papaku! Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu. Sebelum Papaku kau kembalikan kehadapanku dalam keadaan selamat, jangan harap kau bisa menguasai harta keluarga ini. "


Livia kembali menyeringai penuh kemenangan.


" Baiklah. Hanya sampai putriku bisa menikah dengan Raka Syailendra. Aku akan mengembalikan Burhan kepadamu. Tapi ingat janjimu, kau harus melimpahkan seluruh harta ini atas namaku. "


Perjanjianpun disepakati, Diandra akan kembali menjadi Asih dan harus menjauhi Raka Syailendra sampai Lilian berhasil menjadi istri Raka.


Tring...Tring..


Dering ponsel Livia berbunyi, senyumnya mengembang seketika saat tahu Livia menghubunginya. Livia sengaja meloudspeaker panggilan itu agar terdengar oleh Diandra.


" Iya, sayang. Bagaimana? Apa pestanya gagal terlaksana? " sindir Livia sengaja agar Diandra mendengarnya.


" Ma, pesta pernikahan Raka gagal. Wanita sialan itu tidak datang kemari. Dan aku punya satu berita bahagia, Tante Delia memintaku menjadi pengantin pengganti untuk Raka, Ma. Apa Mama mengizinkan? " tanya Lilian yang terdengar begitu bahagia.


Namun tidak dengan Diandra, ingin rasanya ia menumpahkan airmata lantaran hatinya terasa begitu nyeri dan sesak.


Ia tak menyangka ternyata semudah itu dirinya akan digantikan.


" Apa begitu cepat dia melupakanku, hingga tak ingin mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu? " batinnya trenyuh.


Livia tertawa sinis, ia tahu perasaan Diandra pasti sedang hancur saat ini.

__ADS_1


" Sudahlah, nikmati saja peranmu saat ini. Bukankah lebih cepat lebih baik bukan? Kau akan segera bertemu dengan Papamu nanti. Sekarang aku berbaik hati menyuruhmu untuk masuk ke kamar, mengunci pintu dan menangisi nasib sialmu, Asih. " ejeknya pada Diandra.


Livia melenggang meninggalkan ruang tamu. Ini adalah hari paling membahagiakan baginya. Iapun ingin segera terlepas dari Jonathan agar pria itu tidak terus-terusan memanfaatkannya.


__ADS_2