
Melihat Diandra memejamkan matanya membuat Raka seakan telah diberikan lampu hijau.
Dengan jantung yang berdebar-debar, Raka memberanikan diri untuk mencium wanita yang berada disampingnya.
GLEK...
Pria itu menelan kasar salivanya saat berhasil mendaratkan ciuman di bibir mungil nan menggoda milik Diandra. Kini gejolak dalam dirinya semakin menguar membuatnya ingin merasakan yang lebih.
Netra Diandra membola seketika saat menyadari Raka baru saja menciumnya. Ingin rasanya ia menolak, tetapi pria itu justru semakin memperdalam ciumannya.
Diandra seolah terhipnotis oleh pria tampan yang kini berada begitu dekat dengannya. Ciuman dari Raka terasa begitu hangat dan memabukkan baginya. Tanpa sadar, Diandra ikut terbawa suasana. Iapun membalas ciuman Raka meskipun masih nampak kaku lantaran baru pertama melakukannya.
Hah..Huh..
Wanita itu mendorong tubuh Raka sedikit menjauh. Ia merasa kesulitan bernafas saat Raka semakin mendorong lidahnya lebih dalam.
Raka tersenyum melihat Diandra nampak kewalahan menghadapi serangannya. Ia paham, Diandra kurang berpengalaman.
" Aku mencintaimu. "
Ucapan Raka sontak membuat Diandra menatap nanar pada pria yang baru saja merenggut ciuman pertamanya.
" Ini gila. Kenapa aku malah mengikuti permainannya! " batinnya menolak.
__ADS_1
Akan tetapi, lagi dan lagi ia sama sekali tak mampu melawan saat Raka kembali mendaratkan ciumannya. Kali ini pemuda itu melakukannya dengan lembut.
Udara dingin akibat hembusan air hujan yang masuk ke pintu rumah pohon seolah tak berarti bagi keduanya. Mereka larut dalam perasaan masing-masing.
Raka semakin bergairah, dirinya tak mampu mengendalikan gejolak panas yang begitu menggebu-gebu dalam tubuhnya. Ia meraih tubuh Diandra dan mendudukkan wanita itu diatas pangkuannya tanpa melepas ciuman mereka.
Mungkin benar juga jika lelaki dan perempuan belum terikat berdua, maka teman ketiganya adalah setan.
Diandra bahkan tak mampu melawan perasaan dibenaknya yang seolah mengatakan bahwa yang dilakukannya tidaklah benar.
Wanita itu justru semakin larut dalam gairah yang diciptakan Raka.
Pikiran Raka jauh menerawang, ia kembali membayangkan kejadian di hotel waktu itu. Meskipun dirinya tidak ingat sama sekali, namun otak gilanya yang beberapa hari memimpikan malam itu. Membuatnya berimajinasi halu tingkat dewa.
Pria itu menelan kembali salivanya ketika matanya terbuka dan berhadapan langsung dengan bawahan selutut milik Diandra. Kaki jenjang Diandra yang begitu halus putih dan kencang , membuat debaran dalam dirinya semakin bergelora. Pria itu merasa gairahnya semakin menggila.
Satu..Dua...
Diandra langsung mendorong Raka saat ia mulai merasakan tangan pria itu hampir menyusup di balik kemejanya.
" Hentikan. Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama! "
Muka Diandra merah padam, ia segera berdiri dan memalingkan wajahnya dari Raka. Wanita itu baru sadar jika dua kancing kemeja bagian atasnya terbuka. Buru-buru ia merapihkan pakiannya dan mengusap peluh yang entah kapan sudah membasahi sebagian kepalanya.
__ADS_1
Rakapun terbangun dari imajinasi nakalnya.
" Shittt...kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku?! Arrghh... Dia pasti berpikir buruk tentangku." umpatnya dalam hati.
Padahal selama ini Raka selalu bisa mempertahankan dirinya dari godaan wanita. Terutama saat diluar negeri, banyak sekali wanita yang bersedia dengan suka rela menjadi penghangat ranjangnya.
" Maafkan aku. Aku benar-benar khilaf. " sesalnya pada Diandra.
Wanita itu berusaha menahan bulir airmata penyesalannya. Ini pertama kali ia dekat dengan pria, tetapi begitu mudah masuk dalam perangkapnya.
" Ini bukan sepenuhnya salahmu. Kau pasti mengira aku perempuan gampangan. "sesal Diandra.
Raka mulai menjauhkan dirinya dan menyandarkan tubuhnya ke tepian. Pria itu mengatur pernafasannya yang tak beraturan akibat api gairah yang tak tertuntaskan.
" Ini sangat berbahaya, aku harus segera membawanya pergi dari tempat ini. " pikir Raka.
Pria itu tiba-tiba saja berdiri dan memandang langit dari pintu rumah pohon. Gerimis kecil masih turun membasahi bumi.
" Lebih baik kita pergi saja dari sini. Kita menginap di Panti Nirmala. Besok pagi baru kita pulang ke kota." ajak Raka menatap wanita yang sampai kini memalingkan wajahnya karena malu.
Raka mengulurkan tangannya, berniat membantu turun. Tetapi Diandra, ia langsung berdiri dan turun sambil menyembunyikan wajahnya.
Raka masih berdiri, seringai kebahagiaan tersimpul di wajah tampannya.
__ADS_1
" Kenapa dia semakin imut dan menggemaskan jika seperti itu? " batinnya kagum.
Bersambung...