
Lilian kecewa terhadap Livia. Sekarang mau ditaruh mana mukanya setelah video asusila ibunya tersebar ke publik? Apalagi Nyonya Delia juga telah melihat dengan mata kepalanya sendiri, wanita itu pasti tidak akan pernah mengizinkannya menikah dengan Raka.
Lilian segera melajukan mobilnya keluar dari kediaman Syailendra tanpa menunggu Livia. Livia berusaha mengejar, tapi putrinya tak mengindahkan sama sekali.
" Lilian? Tunggu Mama! Mama akan jelaskan semuanya. "
Livia berusaha mengejar mobil putrinya. Alih-alih mendengarkan, Lilian justru semakin mempercepat laju mobilnya tanpa mempedulikan ibunya lagi.
Livia hampir terjengkang karena mengejar Lilian. Rasanya ia sudah tak punya muka saat melihat tatapan aneh para security yang berjaga di pos keamanan keluarga Syailendra.
" Apa kalian lihat-lihat?! Atau mau ku congkel mata kalian satu persatu! " gertaknya kesal. Ia langsung menghubungi Dedy untuk menjemputnya di kediaman Syailendra.
***
Lilian melajukan mobilnya pelan saat melihat beberapa orang wartawan tengah berdiri di depan gerbang keluarga Adijaya. Dirinya
semakin frustasi, sepertinya video mengenai skandal Mamanya dan Dedy telah menjadi perbincangan hangat publik.
Tin...Tin...Tin...Tin...
Para wartawan beralih menatap mobil yang baru saja tiba. Mereka segera menyerbu mobil Lilian yang baru saja datang.
" Nona? Apa benar video yang beredar memanglah video Nyonya Livia dan asistennya ? " terdengar
beberapa wartawan mengajukan pertanyaan yang sama sembali menepuk-nepuk kaca mobilnya.
Lilian sama sekali tak membuka kaca mobilnya, ia tak mau berurusan dengan wartawan. Perlahan ia tetap menyalakan mesin mobil dan membunyikan kembali klakson mobilnya.
Para security segera membuka pintu dan menutupnya kembali saat para wartawan berniat hendak ikut masuk ke dalam.
Salah satu security berlari mengejar mobil Lilian yang berhenti di parkiran. Saat wanita itu turun, iapun langsung menghampiri.
" Nona? Bagaimana ini? Para wartawan berjubel di depan gerbang sedari pagi. Mereka menuntut konfirmasi tentang video Nyonya Livia. "
Lilian mendesah kasar, sejujurnya ia terlalu pusing sekarang. Setelah mengetahui bahwa dirinya hamil, kini dirinya dihadapkan dengan aib Mamanya sendiri.
" Usir mereka semua dari sini! Katakan pada mereka bahwa video itu palsu! " perintah Lilian.
__ADS_1
" Baik, Nona. "
Lilian berlari masuk kedalam mansion lalu menaiki tangga menuju kamarnya. Ia membuka lemari dan mengemasi barang-barangnya untuk dimasukkan ke dalam koper.
" Lebih baik aku pergi dari sini daripada menanggung aib seperti ini. " gumamnya sembari mengusap airmata yang lolos dikedua pipinya.
***
" Sialan! Bagaimana bisa video kita tersebar ke publik?! Argh.."
Dedy memukul kencang stir mobilnya. Dirinya tak habis pikir bisa sampai kecolongan seperti sekarang. Ia yakin ada yang sengaja merekam percintaan mereka beberapa waktu yang lalu.
Livia memejamkan mata untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya. Ia masih belum sanggup menerima kenyataan ini. Harga diri dan nama baik yang ia jaga selama ini seolah tersapu ombak begitu saja, hilang tak berbekas. Kini semua orang pasti akan menghina dan memandang rendah padanya.
" Ini pasti ulah Diandra. Siapa lagi yang bisa melakukannya selain orang yang juga tinggal di dalam mansion. Aku pasti akan menghabisinya! " geram Dedy tak sabar ingin cepat sampai ke rumah.
***
Mobil Livia dan Dedy hampir tiba dimansion. Diluar dugaan, para wartawan bukannya pergi tapi malah semakin membludak di depan pintu gerbang. Dedy memarkirkan mobil sedikit menjauh dari sana.
Tubuh Livia bergetar hebat karena takut, wanita itu semakin terisak dalam tangisannya.
" Semuanya telah hancur. Harga diriku telah habis. " ungkapnya pilu.
" Kau tenanglah. Aku akan membereskan semua ini untukmu. Tidak ada yang akan berani mengusik kita. "
Dedy mencoba menenangkan Livia, setelah itu ia meminta para anak buahnya untuk membubarkan para wartawan.
Melihat para pria bertubuh tegap dan tinggi besar menghalangi mereka, para wartawanpun akhirnya bisa dibubarkan.
Dedy dan Livia segera masuk ke dalam mansion. Namun, lagi-lagi mereka dibuat kaget saat melihat Lilian turun sambil mendorong koper menuruni tangga.
" Lilian? Kau mau kemana, Nak! "
Livia berusaha menghalangi putrinya.
" Aku akan pergi dari sini. Aku tak sudi memiliki ibu sepertimu! " bentaknya pada sang ibu.
__ADS_1
PLAAKK...
Sebuah tamparan keras mendarat di salah satu pipi Lilian hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.
" Berani sekali kau menghina ibumu! Apa kau lupa siapa yang melahirkan dan membesarkanmu! Dasar anak tak tau diuntung. " geram Livia.
Lilian tak terima dengan perlakuan Mamanya.
" Aku tidak sudi memiliki ibu seorang wanita murahan. Bisa-bisa kau berselingkuh dengan pria rendahan seperti dia! " tunjuknya penuh amarah pada Dedy.
" Tutup mulutmu! Kau tidak tahu apa-apa. Pria yang kau sebut rendahan ini adalah Papamu, Papa kandungmu. " tegas Livia berapi-api.
Lilian tersentak kaget,
" Tidak! Tidak mungkin. Aku adalah keturunan Burhan Adijaya. Tidak mungkin aku memiliki ayah sepertinya!" ucapnya tak percaya.
Livia menyeringai sinis, selama ini ia memang menutup rapat-rapat hubungannya dengan Dedy.
" Terserah. Tapi itu memang kenyataannya. Silahkan kalau kau mau pergi. Tapi ingat, kau sekarang sedang hamil dan tidak memiliki suami. Bisa apa kau tanpa kami. Aku akan mencabut semua fasilitas dan kartu milikmu. Jangan harap kau bisa menikmati uang dari hasil jerih payah kami. " ancam Livia. Sebenarnya hati Livia teramat pilu mendengar penolakan Lilian terhadap Dedy.
Lilian berdiri mematung, benar apa yang dikatakan ibunya. Selama ini dirinya hanyalah gadis manja yang bisa berfoya-foya. Ia takkan mungkin bisa hidup tanpa kucuran uang dari sang Mama.
" Kalian jahat!"
Lilian menghempaskan koper dan berlari menaiki tangga kembali. Dirinya tak punya pilihan lain selain menuruti Mamanya. Ia tak bisa hidup kekurangan.
Livia dan Dedy memperhatikan Lilian yang menaiki tangga. Meskipun kecewa, tetapi Lilian tetaplah putri meraka.
" Maafkan ucapan Lilian barusan. " sesal Livia. Ia takut Dedy terluka atas penghinaan putrinya.
" Sudahlah, aku tidak apa-apa. Lebih baik sekarang kita cari wanita brengsek itu. "
Keduanyapun mencari Diandra di kamarnya, tetapi wanita itu ternyata sudah tidak ada. Ia meminta seluruh pelayan dan penjaga mencari disetiap sudut mansion, tetapi hasilnya nihil.
" Sial. Sepertinya wanita itu sudah melarikan diri. Dia tak tau sedang bermain api dengan siapa! ".
Bersambung....
__ADS_1