Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
BAB 75


__ADS_3

Pagi itu Diandra mendengar pembicaraan antara Livia dan Lilian tentang rencana mereka untuk membujuk Delia agar segera menikahkan Lilian dan Raka.


" Ini tidak bisa dibiarkan. Lihatlah kejutan yang akan kuberikan sebentar lagi, Livia Adijaya."


Diandra kembali ke kamarnya. Ia ingin memastikan video yang telah ia upload berhasil terkirim. Dan hasilnya sungguh luar biasa, sudah ribuan viewer yang menonton videonya hanya dalam beberapa jam saja.


Kebanyakan mereka mengumpati dan mengecam perbuatan asusila yang dilakukan oleh Livia dan asistennya. Ada pula yang meminta mereka untuk dihukum serta diarak beramai-ramai menuju kantor polisi.


" Aku harus bisa pergi dari sini. Jika mereka tahu tentang video ini, habislah riwayatku." pikir Diandra.


Diandra memutuskan untuk mencari keberadaan Bi Lastri serta berencana mengajak wanita tersebut untuk kabur bersamanya. Ia yakin Livia tak akan melepaskan Bi Lastri sebab Bi Lastri selalu membelanya.


Untung saja Bi Lastri sedang berada di kamarnya.


" Nona? Ada apa mencari Bibi?" tanyanya penasaran.


" Bi? Sebaiknya kita segera kabur dari sini. Aku telah mengunggah video perselingkuhan Livia dan Dedy ke publik. Jika mereka tahu, mereka pasti akan menghabisi kita." bujuk Diandra tergesa-gesa.


Bi Lasti terperangah, tetapi sepertinya itu hukuman yang pantas untuk semua perbuatan Livia dan Dedy selama puluhan tahun.


" Baiklah Nona. Kita cari saat yang tepat ketika para pelayan dan penjaga kebanyakan beristirahat. " Bi Lastri sepakat.


Diandra meminjam telepon jadul Bi Lastri. Tadinya ia ingin menghubungi Jonathan, tetapi saat teringat perkataan Raka waktu itu. Dirinya memilih untuk menghubungi Raka, untung saja ia sudah hafal nomor suaminya di luar kepala.


****


Detektif sewaan Raka hari ini datang ke kantor. Ia ingin menyampaikan sebuah berita penting kepada sang atasan.


" Tuan. Saya dan beberapa anak buah anda berhasil menangkap dan mengintrograsi Dokter serta perawat yang saya ceritakan waktu itu. Seperti dugaan anda, ternyata mereka diminta Jonathan untuk merawat Tuan Burhan Adijaya. "


Raka menyeringai puas, ia sudah bisa membaca rencana licik yang disusun Jonathan.


" Mungkin dia akan spot jantung saat tahu aku dan Diandra telah menikah." benaknya tertawa.

__ADS_1


" Bagus. Sebentar lagi kita akan meringkus Jonathan dan menyelamatkan Pak Burhan. Tanganku sudah gatal ingin menghajarnya. " Raka teringat saat tangan Jonathan menyentuh bibir istrinya.


Tak berselang lama, sebuah panggilan dari nomor tak dikenal menghubungi Raka. Meskipun ragu, akhirnya pria itu tetap mengangkatnya barangkali penting.


" Halo, Raka. Ini aku Diandra. "


Deg...Deg...Deg...


Baru mendengar suara Diandra saja jantung Raka sudah berdebar tak karuan. Dirinya teramat senang mendengar suara merdu sang istri yang begitu dirindukannya.


Raka kembali fokus saat Diandra tengah menyampaikan hal penting.


Diandra menyampaikan singkat cerita apa yang baru saja dilakukannya. Ia meminta tolong pada Raka untuk membantunya keluar dari kediaman Adijaya.


" Baiklah. Tapi sebelum kau tutup teleponnya, berikan aku ciuman penutup dulu." pinta Raka.


Pipi Diandra seketika merona, apalagi ada Bi Lastri disampingnya. Bi Lastripun menyadari perubahan wajah Diandra yang nampak tersipu.


" Astaga! Kita dalam keadaan genting. Kau jangan bercanda. " ucapnya malu-malu.


Diandra dilema sekarang, ia sangat malu jika melakukan hal itu didepan orang lain. Ia menoleh sedikit ke Bi Lastri, dirinya terkejut saat menyadari wanita itu tengah memperhatikannya.


" Aku tidak bisa. Akan ku tutup teleponnya. " dalam hati ia merutuki sang suami yang tak tahu tempat dan keadaan.


" Ya sudah. Aku akan kembali bekerja dan tidak akan datang kesana. Anak buahku saja yang akan membantumu. " cetus Raka kesal.


Bi Lastri sedikit banyak paham, ia juga pernah muda. Ia tahu Diandra tengah sungkan kepadanya.


" Sudah, Nona. Tidak apa-apa, tidak perlu malu dengan Bibi. Bila perlu Bibi keluar sebentar jika itu memang bersifat pribadi. " dalam hati Bi Lastri terkekeh melihat Diandra yang sepertinya masih lugu dalam hal percintaan.


" Eeummuuaachh. Sudah cukup, aku tutup teleponnya sekarang. " cerocos Diandra secepat mungkin.


Raka kembali terkekeh mendengar ciuman kilat yang diluncurkan oleh Diandra. Ia yakin wajah Diandra pasti sangat menggemaskan sekarang.

__ADS_1


" Baiklah. Aku pasti akan menjemputmu kesana. Tepat jam sepuluh malam, kau keluarlah bersama Bi Lastri. " pinta Raka meyakinkan.


Diandra akhirnya bisa bernafas lega, ia telah terbebas dari suaminya yang suka usil itu.


Tepat jam sepuluh malam, Diandra dan Bi Lastri berencana keluar dari mansion. Livia dan Lilian sedang berada dikamar mereka, sedangkan kepala pelayan telah berlalu dari depan kamar mereka.


Keduanya mengendap-endap menuju pintu. Saat mereka keluar, keduanya heran sebab penjagaan begitu sepi. Ada sebuah mobil terparkir tepat di depan pintu gerbang mansion. Diandra dan Bi Lastripun segera berlari menuju gerbang.


Pintu kaca mobi langsung terbuka begitu keduanya berhasil keluar.


" Bagus, sayang. Ayo kita segera pergi dari sini. " ucap Raka dengan senyum manis diwajah tampannya.


Diandra terpaku, sesaat ia mengagumi penampilan casual suami yang sangatlah berbeda dari biasanya. Pria itu terlihat lebih muda, tampan dan begitu berkharisma.


" Berhenti mengagumi ketampananku. Aku memang sudah tampan sejak lahir. Ayo cepat pergi darisini. "


Ucapan Raka sontak membuat wajah Diandra merona, apalagi ada Bi Lastri yang senyum-senyum sendiri melihat dua sejoli yang tengah dimabuk asmara. Iapun langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu lama.


Raka menyeringai puas, akhirnya Diandra akan bersamanya kembali. Diandra meminta suaminya untuk pulang ke mansion Mulawarman malam ini. Ia begitu rindu dengan rumahnya.


" Oh ya? Bagaimana kau bisa sesantai itu menjemputku? Kemana semua para penjaga mansion Adijaya?" tanya Diandra penasaran.


" Mereka semua tertidur setelah aku membagikan nasi kotak dan minuman gratis tadi. Anak buahku menidurkan mereka semua di pos keamanan. " jelas Raka.


Lagi-lagi Raka menggunakan obat tidur sebagai andalannya.


" Hahhh..Asal bukan aku saja yang kau beri obat tidur. Sepertinya obat tidur menjadi andalanmu." ejek Diandra.


" Khusus untukmu aku tidak akan memberikan obat tidur karena kau harus bekerja semalaman melayaniku. " sindir Raka balik.


BLUSH...


Lagi dan lagi pria itu menggodanya dan sekarang dalam hal yang sangat privasi. Apa pria itu lupa ada Bi Lastri diantara mereka?

__ADS_1


Bi Lastri memilih untuk pura-pura tidur. Jiwanya meronta-ronta melihat keuwukan pasangan ini. Baru kali ini ia jadi obat nyamuk sejoli yang sedang dimabuk cinta.


Bersambung...


__ADS_2