Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
SALING MELEPAS RINDU


__ADS_3

" Aku merindukanmu, Diandra Anastasya. "


Raka memeluk erat pinggang Diandra, sembari sedikit membungkuk ia menjatuhkan kepalanya di ceruk leher sang kekasih.


" Ra-ka? "


Diandra menyadari suara itu. Suara yang begitu ia rindukan dan selalu mengusik mimpinya tiap malam. Awalnya ia ingin berbalik badan, tetapi Raka menahan dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Biarkan begini dulu. " pinta Raka sembari mencium aroma khas tubuh kekasihnya. Aroma yang membuat dirinya sungguh tergila-gila.


Tak bisa dipungkiri, Diandrapun sangat merindukan saat kebersamaan seperti ini. Ia membiarkan Raka bersandar sebentar dipunggungnya hingga ia tersadar suatu hal.


" Tunggu! Dimana Lilian? " tanyanya khawatir. Ia takut wanita itu melihatnya.


Raka kini berdecak kesal, padahal rasanya ia belum tuntas menyalurkan kerinduannya.


" Tczk..Kau merusak suasana saja. " ia mulai merenggangkan pelukannya dan membalikkan badan Diandra.


Lelaki itu mengembangkan senyum diwajah tampannya saat menyadari sang kekasih kini berpenampilan culun.


" Dia sudah tertidur pulas. Aku sengaja memasukkan obat tidur di minumannya tadi. " jawabnya sembari melepas kacamata dan tompel yang menempel di wajah cantik Diandra.


Diandra merasa cukup tenang sekarang, tetapi dirinya heran bagaimana Raka bisa tahu kalau dia sedang menyamar dikediaman Adijaya.


" Katakan..Bagaimana kau bisa tahu kalau aku itu Asih? " tanyanya sembari mengernyitkan kening.


Raka hanya membalasnya dengan seulas senyuman, ia mencubit kedua pipi Diandra karena gemas.


" Mataku mungkin bisa tertipu, tetapi debaran hatiku tak bisa berbohong. Ini hanya untukmu. " tunjuk Raka meletakkan tangan Diandra tepat di dadanya.


Wanita itu bisa merasakan debaran jantung Raka yang menggebu. Hatinya tersentuh, sebagai


wanita ia merasa begitu dicintai saat ini.


" Ceritanya panjang, tapi aku masih kesal padamu karena kau memasukkan garam kedalam minumanku tadi! " ucap Raka kembali sembari mengerucutkan bibirnya.


Diandra terkekeh geli.

__ADS_1


" Peeffftt.. Aku pikir lidahmu mati rasa sampai-sampai tak bisa merasakan asin. Habisnya aku sebal, kau malah bermesraan dengan Lilian. "


" Jadi kau cemburu? " goda Raka.


Wajah Diandra langsung memerah karena malu, dirinya tidak terbiasa menjatuhkan harga dirinya. Dan ia rasa ini sama saja menunjukkan sisi lemahnya.


" Aku bilang kesal bukan cemburu! " ucapnya dengan pipi yang menggembung.


Raka semakin gemas melihatnya, seorang CEO cantik ternyata juga bisa bersikap kekanak-kanakan.


Lelaki itu kembali menyunggingkan senyum diwajah tampannya.


" Baiklah. Apapun itu kau tetap harus dihukum. "


Raka memajukan sedikit bahunya hingga mengikis jarak diantara keduanya.


Diandara hendak mundur, tetapi tertahan oleh wastafel.


" Kau mau apa! " ucapnya gugup dan mencondongkan tubuhnya sedikit kebelakang.


Diandra semakin gugup saat Raka mulai memajukan wajahnya sembari menarik pinggangnya mendekat.


" CUP "


Sebuah kecupan mendarat dibibir Diandra. Namun, Raka membiarkan bibirnya masih menempel di bibir kenyal nan manis milik kekasihnya. Perlahan ia ******* dan membasahi bibir Diandra, merangsang sang kekasih supaya mau membuka mulutnya.


Diandrapun ikut terbuai saat Raka ******* dan membuat bibirnya menjadi basah. Aroma khas Raka semakin kental saat badan keduanya berhimpitan.


Diandra semakin terbuai dan menikmati sensasi yang diberikan oleh kekasihnya. Ia mulai mengikuti ritme yang diciptakan pria itu.


Saling mengulum, membelitkan lidah dan Rakapun menjelajahi seluruh langit-langit dalam mulut sang kekasih.


Gairah rasa semakin menguar karenanya, tubuhnya serasa panas jika bersentuhan dengan wanitanya.


Tangan kirinya menarik tengkuk Diandra untuk memperdalam ciuman mereka. Sedangkan tangan kanannya mulai meraba-raba bagian perut Diandra yang rata.


Diandra terhenyak saat menyadari tangan Raka telah menyusup dan menyentuh salah satu bulatan kenyal miliknya. Gadis itu semakin membusungkan dadanya saat merasakan sensasi geli-geli nikmat yang diciptakan Raka.

__ADS_1


Tanpa sadar Diandra mengeluarkan suara khasnya sembari menggigit bibir bawahnya. Namun, hal itu tak berlangsung lama ketika pikirannya kembali sadar. Ia menarik tangan Raka keluar dari pakaiannya.


Diandra mengalihkan pandangannya, dirinya benar-benar malu saat ini.


" Gila! Gila! Bagaimana bisa aku malah menikmati sentuhannya. " rutuknya dalam hati.


Raka menatap intens pada sang kekasih, ia khawatir Diandra akan marah padanya. Iapun merutuki kebodohannya sebab tak mampu menahan gejolak gairah pada wanita tersebut. Yah, tapi itu hanya pada Diandra.


" Maafkan aku, aku.."


Belum sempat Raka meneruskan ucapannya, Diandra segera memotong.


" Ini bukan sepenuhnya salahmu. Lupakan saja, jangan diteruskan. Aku takut lupa diri. " wanita itu membenahi pakaiannya sembari menundukkan wajah karena malu.


Raka mendengus kesal, meskipun dirinya sadar ia salah. Namun, gairahnya benar-benar hampir tak tertahankan.


" Hah! Harusnya kau sudah menjadi milikku seutuhnya saat ini! " ungkapnya sambil berkacak pinggang menahan sesuatu dalam dirinya.


" Mungkin itu bukan saat yang terbaik. Aku yakin jika kita berjodoh, Tuhan pasti mempersatukan kita kembali.


Raka manatap Diandra yang masih menunduk. Sebenarnya Diandra menahan bulir airmatanya yang hampir terjatuh, dadanya bergemuruh mengingat kegagalan pernikahan mereka.


" Kalau begitu ayo! Tunggu apa lagi! " Raka tiba-tiba menggandeng dan menarik Diandra untuk ikut bersamanya.


" Memangnya kita mau kemana? " tanya wanita tersebut mengikuti langkah sang kekasih yang nampak terburu-buru.


" Kita menikah sekarang. "


Diandra membulatkan mata seolah tak percaya. Bagaimana mungkin mereka bisa menikah secepat itu?


" Tapi? Kita...


Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tapi Raka seolah tak peduli dan terus membawanya pergi masuk kedalam mobil.


" Hari ini juga? Kau harus jadi milikku. " tatapnya penuh ketegasan pada Diandra.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2