Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
SEMANGAT PAK BURHAN UNTUK BANGKIT


__ADS_3

Raka terlihat panik didepan ruangan tempat Delia dirawat. Ia merasa bersalah sebab gara-gara dirinya sang Mama terkena serangan jantung.


Papa Gio berusaha menenangkan Aura yang masih syok atas apa yang terjadi pada Mamanya. Gadis itu menangis dalam pelukan sang ayah, ia sangat dekat dan manja dengan keluarganya.


Hanya Lilian sepertinya yang berbahagia diatas semua ini. Dalam hati ia tertawa melihat keluarga Syailendra berduka seperti sekarang. Akan tetapi, Delia masih berguna baginya. Ia bisa memanfaatkan wanita tersebut untuk menjerat Raka kembali.


Dokter keluar dari ruang pasien, Raka segera menghampiri beliau untuk menanyakan keadaan Mamanya.


Dokter menyatakan kondisi Delia telah berangsur membaik dan keluarga boleh menemuinya.


Mendengar hal itu, Papa Gio dan Aura langsung bangkit dan ingin segera masuk ke dalam. Begitupun Lilian, ia berpura-pura simpatik dan ingin ikut masuk kedalam.


" Kau mau kemana? " tatapan tajam Raka seketika menghentikan langkahnya.


" A-aku mau menengok Tante Delia. Akupun sangat khawatir dengannya. " jawabnya gugup.


Dengan tegas Raka menahan Lilian agar tak ikut masuk ke dalam.


" Jangan memperkeruh keadaan. Lebih baik cepat kau pergi dari sini. " tegas Raka dengan wajah dinginnya.


" Tapi kenapa? Aku hanya ingin memastikan keadaan Tante Delia saja. Kenapa kau mencegahku?" sanggah Lilian tak terima.

__ADS_1


" Aku tak ingin ibuku memaksaku kembali untuk menikah denganmu. Sekarang cepat kau pergi dari sini atau aku sendiri yang akan memaksamu!" perintah Raka dengan tatapan dingin tapi mematikan.


Nyali Lilian menciut, ia tak pernah melihat Raka sekasar ini sebelumnya. Dengan berat hati, iapun meninggalkan rumah sakit.


" Brengsek kau Raka Syailendra! Jika kau menolakku maka aku tak akan membiarkan seorangpun memilikimu! " umpatnya dalam hati sembari berlalu pergi.


Raka masih berdiri dan memastikan Lilian benar-benar pergi. Dirinya sendiri tidak ikut masuk kedalam ruangan. Ia hanya ingin memastikan kondisi Delia telah membaik.


Ia belum ingin menemui Mamanya sebelum kondisi menjadi tenang. Setidaknya sang Mama bisa melupakan sejenak masalah pernikahannya yang gagal.


Satu hal yang ingin dilakukan Raka saat ini, mencari keberadaan Diandra dan meminta penjelasan darinya.


***


" Maafkan aku, Pak Burhan. Aku terpaksa melakukan semua ini karena aku sangat mencintai putrimu. Semoga kau bisa memaklumi apa yang kulakukan suatu saat nanti. Aku ingin memiliki Diandra dan membuatnya bahagia. " sesal Jonathan.


Mungkin hati nuraninya sadar jika apa yang ia lakukan ini salah. Akan tetapi, keegoisan kini telah menutupi mata hatinya. Karena cintanya, Jonathan rela melakukan apa saja untuk dapat memiliki Diandra.


Sebenarnya, Jonathan membawa Pak Burhan ke kediaman Papanya.


Untung saja, Pak Wiliam bisa diajak bekerjasama. Pria itupun sangat menyayangi putranya, ia ingin Jonathan bisa mendapatkan Diandra sebab iapun mengenal Diandra sebagai wanita yang baik.

__ADS_1


Jonathan ingin Diandra kembali menjadi Asih untuk mengelabui Raka. Ia yakin Raka akan mencari keberadaan Diandra saat ini.


Dengan menjadi Asih, Raka tentu tidak akan menduganya. Ia yakin setelah ini Diandra pasti akan banyak bergantung padanya. Dengan begitu, sedikit demi sedikit dirinya bisa mulai merebut hati Diandra.


Jonathan pergi meninggalkan kamar tersebut, ia harus kembali ke kantor sebab Diandra berpesan agar dia menggantikannya sementara waktu.


Klik...


Pintu kamar tertutup menyisakan Pak Burhan seorang diri. Netra pria itu nampak berkaca-kaca menyimpan kesedihan.


" Di-an- dra. " ucapnya terbata-bata.


Pak Burhan mencoba menggerakkan sedikit demi sedikit anggota tubuhnya. Masih belum mampu sepenuhnya memang, tapi ia akan terus berusaha.


Sebenarnya akhir-akhir ini sudah banyak perubahan yang dialami Pak Burhan. Kondisinya berangsur membaik, ia mulai bisa menggerakkan sedikit demi sedikit anggota tubuhnya berkat Bi Lastri yang merawatnya dengan baik dan memberikan obat pemberian putrinya.


Ia merasa sangat iba terhadap apa yang menimpa Diandra. Ia tahu putrinya gagal menikah saat ini dan dia yakin Diandra sangatlah terluka.


Ia tak menyangka Diandra dikelilingi oleh orang yang berkhianat, sama seperti dirinya. Lelaki itu hanya mampu berdoa semoga putrinya akan mampu melewati semua cobaan ini.


Iapun akan berusaha untuk sembuh, untuk bisa bersama putri tercintanya dan untuk mengungkap semua kebenaran yang ada.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2