
Suasana ruang tamu keluarga Syailendra menjadi tegang saat melihat Raka menggandeng Diandra dan membawanya duduk berkumpul di tengah keluarga.
Raka sendiri tidak menduga jika Livia dan Lilian tengah berkunjung ke kediamannya. Terutama Lilian, netranya nampak berkaca-kaca dan tak melepaskan pandangannya dari Raka. Dadanya terasa sesak melihat Raka menggandeng wanita lain di depannya.
Deliapun merasa gerah melihat kelakuan putranya. Ia sangat paham akan perasaan Lilian saat ini, sama persis seperti yang ia rasakan dahulu.
" Raka! Apa maksudmu membawa Nona Diandra kemari? Tidakkah kau menghargai keberadaan Lilian disini? "
Hati Delia bergemuruh, ia memiliki firasat jika akan ada sesuatu yang tidak beres disini. Apalagi melihat gelagat Raka yang nampak begitu posesif terhadap Diandra.
Sebenarnya Raka sendiri merasa tak enak hati melihat keberadaan Lilian disana. Tadinya ia ingin mencari waktu yang tepat untuk meminta maaf dan menjelaskan semua pada Lilian. Namun, sepertinya tidak ada pilihan lain selain mengungkapkan hubungannya di depan semua orang.
Raka menghela nafas panjang, bermaksud untuk memantapkan keputusannya.
" Ma, Pa. Maafkan sebelumnya, tetapi maksud kedatanganku kemari adalah untuk meminta izin pada kalian agar mengizinkanku menikahi Diandra. " tegas Raka penuh keyakinan.
Sesaat kemudian, pemuda itu menatap Lilian yang sepertinya sangat terpukul mendengar apa yang baru saja dikatakan Raka.
" Lilian. Maafkan aku, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku tidak ingin menyakitimu lebih jauh lagi. " sesalnya pada Lilian.
Lilian masih tak bergeming, namun air mata tak luput membasahi wajahnya. Ia masih tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
Kemarahan Delia telah sampai di ubun-ubun, dirinya sangat kecewa. Putra yang ia didik sedari dulu agar selalu menghargai wanita, kini justru dengan mudahnya mempermainkan perasaan seseorang. Beliau berdiri tegak dan menatap tajam pada putranya.
" Cukup, Raka! Hentikan leluconmu itu! Kami bahkan telah menentukan tanggal pernikahanmu, tapi kau malah mempermalukan keluarga kita. Kau benar-benar keterlaluan! " Hardiknya geram.
Livia menatap sinis pada Diandra. Jika saja tidak ada keluarga Syailendra disana. Ia pasti sudah mencekik wanita yang telah membuat hubungan putrinya dengan Raka hancur seperti ini.
__ADS_1
Diandra membalas tatapan Livia dengan tatapan meremehkan. Dirinya cukup puas dengan apa yang menimpa kedua wanita itu. Namun, rasanya itu belum cukup untuk menyembuhkan luka hatinya. Ia ingin Livia benar-benar tenggelam dalam kubangan yang terdalam.
Livia sungguh tak terima, Diandra seolah memang sedang menantangnya saat ini.
" Nona Diandra! Aku pikir kau sama seperti wanita kaya lainnya yang terhormat. Tapi ternyata, kau tak lebih rendah dari wanita murahan! " ketus Livia begitu menusuk.
" Jangan pernah hina Diandra didepanku Nyonya Livia! Kalian semua tidak ada yang mengenalnya! Sekali lagu aku mendengar kekasihku dihina seperti ini. Aku tidak akan tinggal diam! " bela Raka.
Diandra sungguh tak menyangka jika Raka akan membelanya mati-matian. Hatinya berdesir hangat ketika menyadari bahwa kini ada seorang pria yang bisa menjadi pengayom baginya.
Namun, Nyonya Delia seolah tak peduli dengan kata-kata putranya. Wanita itu tersenyum mengejek.
" Lalu kau sendiri? Bukankah kau juga baru mengenal wanita ini! " balasnya pada Raka kemudian menatap tajam ke arah Diandra.
" Dan kau, Nona? Apa yang kau berikan pada putraku sampai dia bisa tergila-gila padamu! Apa kau telah menjual dirimu dan menjadi pemuas ranjangnya! Sungguh menjijikkan, aku tahu kalian saling tertarik sejak awal. Tapi aku yakin, kau memang wanita rendahan yang menggoda putraku terlebih dahulu.
Ucapan Delia membuat Diandra tersentak dibuatnya. Kata-katanya begitu menusuk hingga jantung hati Diandra.
Namun, hatinya terasa ngilu saat ini. Untuk pertama kali dirinya direndahkan dan dihina seseorang.
" Cukup, Ma! Diandra bukan perempuan seperti itu. Apapun yang Mama katakan, keputusan Raka tidak akan pernah berubah. Raka akan tetap menikahi Diandra apapun yang terjadi." tegas Raka
Dan seketika,
PLAKKK...
Nyonya Delia melayangkan sebuah tamparan di wajah putranya hingga meninggalkan bekas merah disana.
__ADS_1
Raka mengusap pipinya yang terasa panas, tapi itu tidaklah berarti baginya jika dibandingkan dengan nyeri yang ada di hatinya saat ini. Untuk pertama kali ia mendapati ibunya memukulnya seperti sekarang.
Jantung Diandra berdebar kencang, dirinya seolah ikut merasakan sakit yang dialami oleh Raka sekarang. Ia merasa turut bersalah lantaran membuat keluarga tersebut terpecah belah karenanya.
Diandra beringsut berdiri sejajar dengan Delia dan juga Raka.
" Maaf, Nyonya. Aku disini bukan berniat memecah belah keluarga kalian. Aku disini hanyalah untuk menuntut pertanggungjawaban dari putra anda. Jika anda menuduhku menggoda putra anda? Maaf, aku bukan orang yang mudah bergantung pada orang lain. Aku bisa mendapatkan apa saja didalam genggamanku tanpa harus berlutut pada putramu. Permisi. "
Diandra menatap Raka sesaat kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut. Hatinya terlalu sakit hingga dirinya takut tak kuasa menahan airmatanya. Ia tak ingin terlihat lemah di depan orang lain.
" Tunggu, Di. "
Raka berusaha mengejar Diandra, namun langkahnya terhenti ketika mendengar ancaman dari sang Mama.
" Raka, tunggu! Jika kau berani melangkah sekali lagi meninggalkan rumah ini? Mama akan menghapusmu dari daftar keluarga Syailendra! "
Ucapan Delia sukses membuat Papa Gio dan Aura ikut tersentak mendengarnya. Mereka mendekati sang Mama untuk menenangkan.
Sedangkan Raka, tak ada yang mampu menggambarkan kepedihannya sekarang. Rasanya terlalu sakit mengingat dengan mudahnya sang Mama mengatakan hal itu kepadanya.
Tubuh Raka bergetar, ia berbalik dan menatap nanar pada Delia.
" Mama tahu bukan? Dari dulu siapa yang bersemayam dihatiku? Aku bahkan selalu mengatakan pada Mama jika aku akan setia menunggunya. Sekarang aku menemukannya dan aku tak akan pernah membiarkannya lepas kembali. Sekalipun, aku harus kehilangan segalanya."
Dengan suara bergetar Raka mengungkapkan perasaannya. Pria itu memantapkan langkah kakinya pergi meninggalkan mansion keluarga. Ia harus menyusul Diandra dan meminta maaf padanya.
Nyonya Delia tak bergeming dari tempatnya, ia mencoba untuk mencerna kata-kata putranya. Tiba-tiba dirinya tersentak setelah menyadari maksud ucapan Raka.
__ADS_1
" Jangan-jangan wanita itu..."
Bersambung....