Pembalasan Putri Yang Terbuang

Pembalasan Putri Yang Terbuang
BAB 87


__ADS_3

Siang ini Jonathan mendatangi kediaman Syailendra. Dirinya terpaksa pergi kesana lantaran Diandra tinggal di mansion Syailendra sementara setelah menikah. Ia harus menyerahkan berkas penting yang harus mendapatkan persetujuan dari atasannya.


Pelayan mansion memintanya untuk menunggu di ruang tamu.


Kebetulan hari ini Delia dan Gio sedang menghadiri pesta pernikahan putra sahabatnya. Diandra tengah asyik bercengkrama dengan Aora di kamarnya.


Keduanya saling bertukar cerita, Aora ingin mendengar kisah asmara Raka dan kakak iparnya tersebut.


Diandra menceritakan tentang awal mula pertemuannya dengan Raka, saat dirinya menjebak Raka serta takdir yang ternyata mempertemukan mereka kembali.


" Kak Diandra? Katanya asistenmu yang bernama eeumm siapa itu Jojo suka sama kak Diandra?" Aora mencoba mengingat-ingat.


Diandra terkekeh mendengar nama yang baru disebutkan gadis itu.


" Jonathan bukan Jojo. Ralat ya. " pekik Diandra diiringi gelak tawa.


" Aku tidak tahu pasti perasaannya kepadaku seperti apa. Yang jelas kami memang dekat tapi sebagai sahabat. Jonathan sendiri tidak terlalu percaya dengan cinta bahkan dia sering berganti-ganti kekasih. " ungkap Diandra.


" Jadi dengan kata lain kak Jonathan itu seorang cassanova? " Aora tak menyangka.


" Eeumm..Aku tidak tahu. Memangnya kenapa kau begitu penasaran dengan Jonathan? " Diandra mengernyitkan keningnya.


" Ti-tidak siapa juga yang penasaran. Mengobrol saja aku tidak pernah. Ya sudah.. sebentar lagi aku berangkat kuliah. Kak Diandra tidak apa-apa kan aku tinggal? " Aora jadi salah tingkah. Dirinya tidak mungkin bercerita jika Jonathan pernah mengatakan hal mesum kepadanya.


" Kuliah? Dengan pakaian seperti itu? Apa kau tidak takut masuk angin. Eh..maksudku itu lumayan terbuka untuk sekedar berkuliah. " Diandra mencoba mengingatkan.

__ADS_1


Pakaian Aora memang cukup terbuka gadis itu mengenakan crop top yang memperlihatkan lengan dan sebagian bahunya yang mulus. Ditambah celana jeans ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.


Aora hanya tersenyum menanggapi. Dirinya tidak heran, orang tua juga kakaknya berulangkali protes mengenai gaya berpakaiannya yang terbuka.


" Come on, Kak Diandra. Jaman sudah modern, ini sudah biasa di kalangan anak muda. Lagipula siapa juga yang berani macam-macam denganku. Akupun selalu dikawal jika pergi kemana-mana. " ungkapnya beralasan.


Diandra mendesah kasar, ia ingin menasehati Aora secara halus. Akan tetapi, suara ketukan pintu mengalihkan pandangan keduanya.


" Nona Diandra. Dibawah ada asisten pribadi anda sedang menunggu. " ungkap sang pelayan.


" Panjang umur Jonathan. Padahal kita baru saja membicarakannya. Baiklah, Bi. Aku akan turun sebentar lagi. "


Aorapun keluar dari kamar kakak iparnya. Gadis itu memilih turun menggunakan tangga. Ia memperhatikan seorang pria yang tengah duduk sendiri diruang tamu sambil menatap laptobnya.


Jonathan memang sangat tampan apalagi jika sedang serius seperti sekarang. Menurutnya pria itu beda sebelas duabelas mengenai level ketampanan dengan kakaknya.


Aora mengangkat sedikit wajahnya, ia berjalan hendak melewati ruang tamu tanpa menatap seseorang yang berada disana.


" Nona Aora? Apa kabar? Anda seksi sekali hari ini? " goda Jonathan pada gadis itu.


Aora menghentikan langkahnya, ia membuang nafas kasar lalu menatap pria itu dengan sedikit angkuh.


" Memangnya kenapa, Kak Jonathan? Aku memang sudah seksi dari sananya. Jadi tidak ada salahnya bukan jika aku mengeksplor sedikit tubuhku." jawabnya ketus.


Jonathan menyeringai senang, gadis itu menurutnya sangatlah menantang. Tetapi , dia masih terlalu kecil bagi Jonathan.

__ADS_1


" Baiklah, adik kecil. Selamat mengekspose tubuhmu. Aku tau kau itu gadis kecil yang suka dikawal kemana saja. Jadi menurutku, aman-aman saja kau mau berbuat apa. " ejek Jonathan.


Aora langsung terpancing dengan ucapan Jonathan. Lelaki itu begitu menyebalkan baginya.


" Ralat ya, aku bukan gadis kecil dan bagiku dikawal atau tidak, itu bukanlah masalah. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Oh ya, jangan lupa aku pasti datang ke club Austin malam minggu ini, sendiri. " tegasnya sembari berlalu meninggalkan Jonathan.


Pria itu sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah Aora. Padahal, sebenarnya ia hanya bercanda waktu itu.


" Terserah dia mau datang atau tidak. Itu bukan urusanku. " gumamnya dalam hati.


Diandra yang menuruni tangga tanpa sengaja melihat Aora yang keluar dengan wajah penuh kekesalan. Iapun segera menghampiri Jonathan dan menanyakan apa yang terjadi.


" Jo? Ku lihat Aora tadi keluar dengan kesal. Apa kau tahu apa yang sedang terjadi padanya? " tanyanya heran. Padahal dikamarnya tadi Aora nampak senang.


Jonathan hanya mengangkat kedua bahunya.


" Mana ku tahu. Lagi PMS mungkin." jawabnya asal.


" Cck..bahkan urusan pribadi wanita kaupun bisa tahu. " sindir Diandra berdecak kesal. Iapun duduk berhadapan dengan Jonathan dan memeriksa file-file yang dibawanya.


Jonathan memperhatikan Diandra yang tengah serius. Wanita itu terlihat begitu cantik jika seperti ini.


" Terkadang mencintai dalam hati sangatlah menyakitkan. Tapi aku tak mungkin mengharapkannya lagi. Melihatnya bahagia, akupun harus ikut bahagia. "


Jonathan tak bisa memungkiri hati yang masih terukir nama Diandra disana. Namun, ia berkomitmen tidak akan merebut istri orang, kecuali jika pria itu menyia-nyiakan istrinya. Kini iapun sudah tak ingin lagi bermain wanita. Dirinya ingin fokus bekerja di perusahaan Diandra dan kemungkinan akan memegang perusahaannya sendiri menggantikan Papanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2