Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah

Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah
Hilda Iko : Menikah & Tapak Iblis Itu Berbeda!!!


__ADS_3

Namaku, Hilda Iko. Profesi sebagai guru dan memiliki cita-cita untuk menikahi orang sukses agar bisa hidup santai. Begitulah diriku, gadis yang cantik jelita ini.


♦♦♦


(Hilda Iko POV)


Hilda Iko 5 tahun yang lalu, tepatnya saat ia berumur 18 tahun.


Aku adalah penerus "Tapak Iblis" milik keluarga Iko. Keluarga kami dikenal sebagai salah satu pelatih bagian militer terbaik di negara ini. Sayangnya, saat ini kami kehilangan pamor dan dijatuhkan begitu saja oleh pejabat yang bermain curang.


Hanya isu dan beberapa pengalihan berita, mereka mencuri kesempatan untuk menghancurkan nama baik keluarga Iko. Keluarga Iko sekarang sudah tak dikenal lagi oleh berbagai kalangan masyarakat dan dojo kamipun menjadi kosong. Senang bukan main, aku merasa sangat berterima kasih atas kerja keras mereka.


Akhirnya, aku bebas menjadi apapun yang aku mau namun takdir berkata lain.


Saat itu aku benar-benar panik.


Aku kehilangan semuanya.

__ADS_1


Ayah, ibu dan juga tempatku untuk kembali, rumah kami.


Kebakaran itu, aku yakin ... itu bukanlah sebuah kecelakaan. Saat itu, aku melihat kembali sisa ruma kami dan menemukan sebuah petunjuk. Topeng dengan wajah singa putih lalu ada sebuah kotak, kotak itu sangat terlihat antik dan masih terkunci.


Layaknya sebuah skenario dalam film drama, ini sudah direncanakan dengan sangat sempurna. Meskipun kotak ini antik, aku yakin tidak mungkin masih bisa bertahan dalam kebakaran itu, bahkan kotak itu tersembunyi di tempat yang pasti akan mudah ditemukan olehku namun tidak bagi orang lain. Kotak itu disembunyikan di dalam kamarku, juga kunci untuk membuka gemboknya adalah liontin yang ada di leherku sendiri.


"Umm, apa ini ada hubungannya dengan insiden malam itu?"


Perlahan aku membukanya dan didalamnya ada sebuah foto dan sebuah buku tebal, tidak lupa jaga dalam setiap lembarnya terdapat catatan kecil sebagai pelengkap.


Melihat semua itu, pandanganku mulai buram, benda yang hangat dari mataku mulai menetes jatuh ke tanah bekas kebakaran. Hatiku terus menerus berteriak dan menuntut untuk balas dendam kepada siapapun pelakunya. Namun, saat ini aku tak berdaya dan hanya bisa menangis layaknya gadis kecil.


Perlahan, aku menutup kotak itu. Saat aku mengangkatnya, sebuah kertas kecil jatuh dari kotak yang aku bawa menuju ke atas kaki kananku. Karena cukup penasaran, aku bergegas mengambilnya.


Isi tulisan itu ....


Aku adalah pelakunya, jika kamu tidak menerima ini, carilah aku dan balaskan dendam orangtua merepotkan itu dengan tanganmu secara langsung - DK

__ADS_1


"Breenggsseeeeeekkkk!!!" teriakku tak karuan.


Aku menatap ke atas dan bersumpah, "Aku akan mencarimu dan menikah denganmu!"


Eh?


Apa yang ku katakan?


Bukannya di saat-saat begini aku harus balas dendam dan membunuhnya?


Ayolah, hidup ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Siapa bilang aku akan membencinya? Dengan begini, kedua orangtuaku tidak akan merasakan sakit dikarenakan jatuhnya pamor keluarga kami.


Dengan begini aku tidak perlu lagi repot-repot melakukan hal bakti kepada orangtua. Aku juga tidak perlu repot mendengar omelan mereka tentang perjodohan. Meskipun aneh, aku yakin DK ini adalah jodoh yang sangat tepat.


Dia pembebasku.


Dialah pahlawanku.

__ADS_1


Mulai sekarang aku akan mencarinya, tak peduli di manapun ia berada. Aku akan terus dan terus mencari. Meskipun kan ku arungi samudra tak berujung ini.


Penyelamatku, tunggu aku, calon istrimu, Hilda Iko.


__ADS_2