
“Kau telat,” kata nona Rose, sambil menerima minuman ‘Susu Beruang - Bear Land’ dari tanganku.
Dia menaruh sedotannya di minumannya, lalu mulai meminumnya. Yang tersisa sekarang adalah 'Jus apel' dan 'Top Ice Vanilla Blue' .
Tampaknya, nona V menyadari siapa yang akan meminum Top Ice Vanilla Blue ini.
“.... Oh benar,” katanya, sambil mengambil dompet kecil dan mencari-cari voucher 100 poin.
“Ah, jangan khawatir soal itu.”
Maksudku, nona Rose— yang kampretos sekalos— saja tidak bayar dan yang terpenting, aku membelinya karena keinginanku sendiri. Meski sangat logis jika menerima poin dari nona Rose, tapi aku tidak berhak menerima poin dari nona V. Jadi daripada aku mengambil voucher isi ulang 100 poin dari tangannya, aku langsung saja menaruh Top Ice Vanilla Blue itu di tangannya.
“Ta-Tapi aku belum mengganti poinmu!”
Nona V ternyata memaksaku untuk menerima voucher itu. Akan sangat mengganggu jika kami sampai berdebat soal ini, jadi aku memutuskan untuk berjalan menjauh darinya dan menarik kursiku untuk duduk dekat dengan nona Rose.
Nona V tampak kurang senang ketika menaruh kembali voucher itu ke dalam dompetnya.
__ADS_1
“.... Terima kasih.”
Dia mengatakan itu dengan suara yang pelan, tertawa kecil sambil memegang Top Ice Vanilla Blue dengan malu-malu.
Ini pasti satu-satunya momen dimana orang berterimakasih kepadaku. Dia mungkin sudah membayarnya lebih mahal dengan senyum yang harganya melebihi 100 poin.
“Apa pembicaraan kalian sudah selesai?” aku mengatakannya dengan nada puas dan berharap nona Rose juga menunjukkan rasa terimakasihnya.
“Ya. Karena tidak adanya dirimu di sini, pembicaraan kami berlangsung dengan lancar dan baik. Terima kasih.”
“.... Well, baguslah. Jadi, apa yang akan kita lakukan?”
“Kita akan menuju daerah sebuah panti asuhan. Kau juga ikut dengan kami .... ”
"Daerah sebuah panti asuhan?"
Itu adalah sebuah tempat dimana kau menerima pelatihan militer keras yang harus dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.
__ADS_1
Mereka punya set bodyguard dan satpam kuat hingga guru-guru pembimbing yang cukup killer, dimana itu harusnya menjadi hal-hal yang sangat berbahaya bagi kami!
“Dan tepatnya, apa yang akan kita lakukan di sana?”
Bersamaan dengan institut penelitian khusus dan markas utama komunitas rahasia, rumah yatim piatu merupakan salah satu dari 3 tempat yang menyebabkan trauma. Mungkin tidak ada satupun orang yang menikmati hal tersebut. Maksudku, bayangkan saja para pengawas itu yang sedang melatihmu dengan sangat kejam. Lalu, bayangkan tiba-tiba mereka semua terdiam ketika melihatmu dan mata mereka dipenuhi kilauan bintang. Yeah, kurasa itu tidak bisa dibayangkan lagi.
“Penyelamatan ... aku ingin menyelamatkan anak-anak yang tersiksa di sana.”
“Huh? Penyelamatan?”
Itu adalah satu-satunya respons yang bisa kuberikan kepadanya, aku tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan.
“Sepertinya nona V ini ingin menyelamatkan anak-anak yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari tempat tersebut. Tapi, dia sendiri tidak cukup yakin dengan kemampuan penyelamatannya dan meminta bantuan kita. Itulah requestnya,” nona Rose menjelaskan itu untuk menghilangkan keraguanku.
“Kenapa kita yang harus membantunya? Bukankah lebih baik jika dia meminta bantuan teman-temannya hingga pihak berwenang?”
“Umm ... w-well, hanya saja ... aku tidak ingin mereka tahu dan jika mereka tahu tentang itu, mereka pasti akan menghiraukan dan menganggapku bercanda. Sesuatu yang penting seperti ini tidak akan mereka anggap serius, bahkan seperti hal yang biasa saja.” kedua mata nona V menatap ke tempat lain ketika mengatakan itu.
__ADS_1