
Bentuk gedung sekolah dari SMA Swasta Brown kota Brown agak aneh. Kalau dari atas, terlihat seperti tombol persegi pada controller stick pada perangkat game perusahaan FS (Fun Station) ( ロ ). Kalau ditambah gedung audio-visual (Studio Cinema), maka sekolah ini jika dilihat dari atas, akan terlihat seperti mata dari seekor burung garuda. Gedung yang menjadi ruangan kelas berada di dekat jalan raya, berseberangan dengan gedung khusus untuk berbagai macam kegiatan ekskul. Sebuah lorong panjang yang ada di lantai dua menghubungkan kedua gedung, membentuk sebuah image persegi (ロ).
Area-area kosong yang mengelilingi gedung sekolah adalah tempat suci bagi anak muda yang harusnya mati di lembaran jawaban kuisionerku. Ketika jam makan siang, baik siswa maupun siswi makan siang bersama dan menghamburkan uangnya tanpa peduli dengan orang tua mereka yang sedang mencari nafkah. Lalu, ada juga yang bermain badminton bersama. Setelah pulang sekolah, dengan ditemani cahaya matahari yang sedang tenggelam dan latar belakang gedung sekolah, mereka membicarakan tentang cinta-cintaan sambil melihat ke arah bintang-bintang ditemani tiupan angin laut.
Yang benar aja!
Dari sudut pandang orang luar, mereka seperti para aktor yang memainkan drama berjudul ‘Masa Muda’ dan memainkan peran mereka dengan baik. Dalam drama seperti itu, mungkin aku berperan sebagai pohon atau semacam benda mati.
Jika melihat arah langkah sepatu ‘click-clack’ Buk Hilda yang tegas membentur lantai, tampaknya dia menuju ke arah gedung khusus kegiatan ekskul.
Aku merasakan hal yang buruk soal ini.
Sebagai permulaan, sesuatu yang bernama ‘Ekskul Melakukan Apapun’ sendiri sudah terdengar buruk. Kata ‘Melakukan Apapun’ sendiri adalah hal yang sangat tidak lazim dalam kehidupan sehari-hari.
Tapi pada kenyataannya, hal-hal seperti itu tidak akan terjadi. Tidak, sebenarnya, kalau dibayar maka tidak masalah. Kalau kata orang uang bisa membeli segalanya, maka aku harusnya tidak perlu bermimpi di dunia yang busuk ini. Dengan kata lain, ‘Melakukan Apapun’ sendiri terdengar buruk.
__ADS_1
Yang terburuk setelah semua, kami sudah sampai di gedung khusus. Aku sepertinya akan melakukan hal-hal semacam memindahkan piano dari ruang musik, membersihkan sampah-sampah eksperimen di lab biologi, merapikan buku-buku di perpustakaan, atau semacam itu. Kalau begitu, aku harus mempersiapkan rencana cadangan.
“Buk, saya punya penyakit kronis di bawah punggungku ... kalau tidak salah her, her, herpress? Yeah, itu dia ....”
“Kurasa maksudmu tadi itu hernia. Tapi santai saja. Kau tidak akan melakukan pekerjaan kuli.” Buk Hilda berusaha meyakinkanku.
Oh begitu, tampaknya ini semacam pekerjaan yang dilakukan oleh pengangguran? Kalau pekerjaan semacam itu, maka ini adalah pekerjaan yang mengutamakan pikiran daripada aktivitas fisik. Ini mirip siksaan untuk mengisi sebuah lubang daripada menggali lubangnya.
“Saya seperti merasakan kematian ketika memasuki ruangan ekskul.”
Jadi Anda membaca manga shounen juga? Mengerikan, ternyata kehebatan manga memang tak pandang bulu. Mungkin aku harus memasukkannya kedalam rencana bisnisku setelah lulus nanti.
Ya sudahlah, aku sendiri tidak keberatan mengerjakan pekerjaan sendirian. Aku hanya mengatakan ke pikiranku saja kalau aku ini adalah sebuah mesin, maka masalah selesai.
“Kita sudah sampai.”
__ADS_1
Ruangan ekskul yang ada di depan kami tidak ada keanehan apapun jika dilihat baik-baik. Tidak tertulis apapun di pintunya. Ketika aku menatap itu dengan penasaran, Buk Hilda membuka pintu ruangannya. Ada beberapa kursi dan meja yang disusun bertumpuk di pojokan.
Mungkin ini digunakan sebagai gudang. Kalau dipikir-pikir, ini tidak ada bedanya dengan ruangan ekskul yang normal, kecuali posisi perabotannya. Tapi, yang membedakan ruangan ini dari kelas adalah di ruangan ini ada seorang gadis.
Ditemani cahaya matahari senja, dia terlihat sedang membaca buku. Mungkin kalau dunia akan kiamat, dia akan tetap duduk disana, membaca bukunya. Dengan ilusi seperti ini, membuatku merasa kalau yang kulihat ini adalah sebuah gambar lukisan.
Momen dimana aku melihat itu, baik pikiran dan tubuhku serasa membeku.
Aku sangat terpesona oleh pemandangan ini.
Menyadari kalau ada tamu, dia menaruh penanda halaman di bukunya dan melihat ke arah kami.
♦♦♦
Sedikit untuk menambah wawasan pembaca.
__ADS_1
Manga itu adalah komik yang berasal dari Jepang.