
Di lantai pertama, Risha dan grupnya bertemu dengan beberapa tamu VIP lain dan saling berhubungan. Para tamu VIP yang hadir mengenakan setelan yang cukup unik, beberapa dari mereka terlihat seperti pengemis dan ada juga yang hanya datang dengan pakaian tidur. Mereka semua bukanlah orang biasa, melainkan orang-orang yang memegang kekuasaan pada beberapa daerah di negara ini.
Di antara orang-orang itu, ada satu yang paling terkenal, Gori Gorilla. Dia adalah seorang pria yang sudah berusia 40 an tahun, memiliki perawakan yang sangat atletis dan besar sambil berpakaian lusuh seperti pengemis di lorong jalanan. Orang ini juga dikenal sebagai pemimpin kelompok "Pengemis Jalanan" yang memiliki omset hingga 813,4 Triliun USD dan menurut rumornya, dia masih lajang dan tidak suka bermain dengan wanita
Saat ini, Gori sedang menghampiri David dengan tatapan yang tajam. David tahu bahwa dia sedang jadi bahan incaran, oleh karena itu dia tetap bermain kalem sambil menunggu umpan dimakan oleh ikan. Gori sekarang sudah berada di depan David dan menundukkan postur tubuh sambil mengulurkan kedua tangan yang di atasnya ada sebuah cincin lengkap dengan berlian asli.
"Menikahlah denganku!" teriak Gori pada David.
" "!!!" " Semua orang di ruangan itu menjadi terkejut ada juga beberapa yang terkekeh seakan ini adalah sebuah pertunjukan.
Tidak hanya Mei dan Melida yang merasa khawatir, tapi Risha yang berada di pojokan juga sangat takut kalau terjadi suatu persimpangan dalam sejarah ....
"Gak, masih ada banyak cowok yang lebih dariku, cari saja yang lain." Setelah mengatakan itu, David pergi menemui Risha yang berada di pojok ruangan VIP itu.
Gori yang ditolak itupun tak menyerah dan masih ingin mempersunting David menggunakan sistem negosiasi.
"B–bagaimana dengan 700 triliun USD? Apa kamu mau menikah denganku?" Air liur terus menetes pada mulut Gori saat mengeluarkar kalimat yang seharusnya tidak dapat ia ucapkan.
"Ngotot sekali ... " David menarik Risha agar jatuh ke dalam pelukannya lalu berkata, "Dia adalah tunanganku."
Jreng!—meskipun sudah semestinya ia senang, Risha merasakan bahwa ketakutan lebih mendominasi dirinya karena bukan hanya Mei dan Melida, dia sudah membuat satu cerita cinta terlarang menjadi gagal. Bukan menganggap itu adalah sebuah keberuntungan, ini malah seperti David sudah mengarahkan sebuah alat hukum pancung yaitu "Guillotine" kepada Risha untuk dieksekusi. Dan pada akhirnya, orang yang dieksekusi tidaklah lain adalah Risha sendiri.
__ADS_1
Sebelum keadaan menjadi runyam, David menggandeng lengan mulus Risha dan menuntunnya ke kamar elite milik tamu VIP atas nama mereka berdua. Setelah di kamar, David melepaskan Risha lalu merebahkan diri ke kasur. Di sisi lain, Risha hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya yang merah merona.
Setelah beberapa saat keheningan itu terus melanda jarak di antara mereka berdua, David memanggil Risha.
"Risha," panggil David.
"Y—ya?" Risha yang masih berada di dalam kondisi setengah sadar jadi gagap menjawab panggilan itu.
"Apa kamu marah?" tanya David memperhatikan ekspresi wajah Risha yang masih merah merona.
"Ng—nggak kok! Aku tuh cuma kepikiran aja ... " Risha buru-buru duduk di sebelah David lalu berkata, "Kenapa kamu bilang aku ini tunanganmu?" tanya Risha kesal.
"Bukankah itu benar?" David yang merasa bahwa sikap yang ditunjukkan Risha saat ini cukup lucu mengurungkan niat untuk berhenti menggodanya.
David hanya tertawa kecil dan menyerah untuk mengerjai Risha dan kembali pada kondisi awalnya.
"Jadi, bagaimana rasanya dilamar seorang pria?" tanya Risha seolah mengejek David.
"Itu tak terhitung, tahu! La—lagipula aku ini masih normal! Bukan orang yang menyukai sesama jenisnya!" celetuk David memberikan satu jitakan ke kepala Risha saat mengakhiri ucapannya.
"Aduh! Dasar kasar! Beraninya cuma sama cewek! Pantesan aja jodohnya cowok kekar!!!" ejek Risha yang sudah berlari terlebih dahulu selanjutnya disusul oleh David yang kesal karena lelucon mengerikannya.
__ADS_1
"Itu gak lucu tahu!" teriak David yang mengejar Risha namun tak kunjung tertangkap.
"Hahaha ... tuh rasain! Nikah aja sana sama om-om kaya itu! Hahaha .... " Risha terus berlari dan menambah kecepatannya hingga dia tak sengaja menginjak sesuatu dan terpeleset.
David yang mengejarnya segera menangkap Risha dari belakang namun karena posisi menangkap kurang tepat dan berat massa diluar dugaan, postur David menjadi agak kebawah yang membuat kepala mereka saling berbenturan hingga pingsan di tempat.
...
Sementara di sisi Mei dan Melida, mereka masih mengamati para tamu demi keberhasilan misi. Meskipun dilanda kesal lantaran David dengan sangat lantang mengatakan bahwa ia dan Risha sudah bertunangan, mereka berdua menyampingkan semua itu agar seluruh anggota dapat pulang dengan selamat. Orang yang mereka amati saat ini adalah kepala keluarga Rosenberg dan seorang gadis, berambut panjang yang seumuran dengan mereka dan baru saja turun ke dari lantai atas untuk menyambut para tamu VIP.
Gadis itu tidaklah lain merupakan anak dari kepala keluarga Rosenberg saat ini, Isabella Rosenberg. Alih-alih memiliki tatapan yang sangat dingin bak seorang ratu, dia juga bergerak dengan sangat anggun. Tatapan seluruh tamu VIP hanya tertuju kepada mereka berdua, tak terkecuali Gori yang lamarannya baru saja ditolak oleh David.
Kepala keluarga Rosenberg memulai pidato penyambutan tamu VIP-nya dari anak tangga tengah.
"Selamat datang di kediaman keluarga Rosenberg dan juga terima kasih atas kehadiran kalian semua dalam pesta ulang tahun putriku yang manis ini, Isabella Risenb—weghh!" Sebelum dia selesai, nona Rose memukul wajah kepala keluarga Rosenberg saat ini dari samping hingga dia tersungkur ke tanah.
"Uuu ... padahal tadi aku ingin terlihat keren," rengek kepala keluarga Rosenberg.
"Salah sendiri, di depan tamu VIP harusnya tidak perlu berlama-lama karena di bawah masih banyak yang menunggu penyambutan Ayah," balas nona Rose sambil menendang pantat ayahnya hingga jatuh ke lantai selanjutnya.
Semua orang jadi tertawa lepas bahkan ada yang sampai jatuh ke tanah hingga celananya basah akibat ulah dari nona Rose. Dilihat dari manapun, seorang gadis yang dingin dan sangat arogan ini benar-benar seperti target yang nikmat, setidaknya begitulah kira-kira yang dipikirkan oleh Si Kembar itu. Mereka berdua tetap diam sambil memperhatikan langkah nona Rose yang begitu anggun berjalan ke lantai para tamu VIP.
__ADS_1
Semua orang menggerombonginya, bahkan tanpa seorang penjaga, dia tetap menerima siapapun yang ingin berbicara dengannya. Hanya saja, setelah dilihat dari caranya berbicara dengan orang lain, Nona Muda ini sangatlah hebat dalam bidang politik dan memiliki karisma tinggi sebagai salah satu calon rekan bisnis potensial. Selepas dari itu, tatapan Mei bertemu dengan nona Rose namun dia segera mengalihkan wajahnya agar tidak menarik perhatian—namun menarik perhatian dan menjadi bodyguard rahasia adalah tujuan mereka yang sebenarnya— dari Nona Muda itu.