
Di ruang makan yang sangat mencengkeram.
"Hey, itu dagingku." Risha melotot kepada Mel yang mengambil jatah daging terbesar di antara mereka berempat.
"Wuuu uwwuuu wuuuu ... " ucap Melida yang penuh dengan makanan di mulutnya.
Tak tahan melihat keadaan ini, David menyerahkan sebagian jatahnya kepada Risha.
"Nih, ambil aja," ucap David memberikan dagingnya kepada Risha.
"Tapi .... " Risha masih ragu mengambil dagingnya.
"Untukku sa—" ketika Mei yang menyelinap untuk menyuap daging dari garpu Davdi, Risha bergegas mengambil daging itu.
Wajah Mei tak senang karena target sudah dicuri. Melihat hal itu, Risha tertawa cekikikan diikuti David lalu Melida yang sudah menelan habis semua makanan yang ada di mulutnya. Mei menjulurkan lidah sambil bergumam 'Tehee~~' lalu kembali ke tempat asal dan memakan miliknya sendiri.
David yang sudah selesai membersihkan makanan yang ada di atas piringnya, membuka percakapan.
"Pagi ini kita akan berangkat menuju kediaman keluarga Rosenberg."
"Apa rencana Harold agar kita dapat masuk dengan mudah?" tanya Risha.
"Kita akan menjadi perwakilan keluarga Zuvenille, bisa dibilang mereka adalah klien kita saat ini," balas David sambil mengeluarkan beberapa foto.
Mei yang melihat foto-foto itu dengan teliti sambil mencari tahu apa ada sesuatu yang ganjil menemukan beberapa informasi baru. Dia mengambil salah satu foto yang menurutnya sangat unik dan itu adalah wajah istri dari kepala keluarga Zuvenille saat ini, Brida Zuvenille. Pada rangkaian informasi yang sudah diproyeksikan oleh Harold kemarin, terlihat bahwa nona Brida pernah bertemu dengan kepala keluarga Rosenberg saat ini.
"Vid, aku penasaran dengan sesuatu," Ucap Mei yang masih mengamati foto istri kepala keluarga Zuvenille saat ini.
"Tentang apa?" tanya David.
"Siapa sebenarnya klien kita? Tadi kamu bilang kepala keluarga Zuvenille bukan? Tapi, yang aku lihat dengan informasi kemarin—" sebelum Mei selesai, Melida menyela.
"Klien ganda?" Melida memperlihatkan foto target mereka, Loki Cruise.
__ADS_1
"Double target dan yang kita ambil ini adalah misi untuk membunuh 2 orang target?" tanya Risha.
Semua orang tercengang menatap Risha bukan tanpa sebab karena yang hanya tahu kode "Double target" hanyalah orang yang terbiasa dengan membunuh dua orang dalam sekali gerakan. Menyadari suatu kesalahan fatal yang sudah dilakukan, Risha segera memutar balik otaknya. Diapun mulai tegang sendiri dan Mei memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari tahu lebih banyak tentang Risha.
"Jadi, kamu tahu tentang arti Double target?" tanya Mei dengan tatapan tajamnya mengarah pada Risha yang gugup.
"Se—sedikit karena dulu aku pernah mendengarnya dari seseorang," jawab Risha memalingkan wajahnya.
Mei tak mengendurkan tekanan yang ia berikan kepada Risha dan mendekatkan wajah mereka. Risha memalingkan wajahnya ke sisi lain namun Mei masih keras kepala mengikuti arah pandangannya. Menyerah dengan tekanan dan sikap Mei, Risha hanya menunduk seolah-olah dia adalah anak yang bermasalah dan sedang dimarahi.
Mei menghela nafas dalam lalu kembali duduk seakan tak tertarik lagi.
"Yasudahlah, gak ada gunanya membahas itu sekarang ... " Mei merobek foto kepala keluarga Zuvenille yang bersama dengan istrinya diikuti oleh Melida—merobek foto Loki Cruise bersama dengan kepala keluarga Rosenberg saat ini— lalu mereka menyatukan potongan foto itu dan ditemukanlah sebuah relasi tak terduga.
"Begitu ya ... " David yang menyadari relasi itu, langsung mengerti perbedaannya.
"Maksudnya?" tanya Risha bingung.
"Itu adalah relasi silang antara klien dan target," jawab Mei sambil menyambungkan hubungan antara orang-orang di foto itu menggunakan sendok dan garpu.
Setelah penghubungnya ditentukan oleh Mei, ditemukan bahwa persilangan ini sangat kompleks. Pasalnya, ada sesuatu yang tidak seharusnya dapat disembunyikan oleh orang elite bisa ditemukan hanya dalam sekejap melalui permainan relasi antar foto.
Tersisa satu foto lagi, di situ terlihat seorang gadis berumur sama dengan mereka. Di foto itu tertulis sebuah nama, Isabella Rosenberg. Risha mengambil itu dan meletakkannya di sela relasi antara kepala keluarga Rosenberg dengan Ny. Bride Zuvenille.
"Anak hasil hubungan gelap." Risha meletakkan jari didagunya seakan sedang berpikir keras sambil menatap relasi antara foto itu.
"Singkat kata ... " Mei mengambil dua buah foto—Isabella Rosenberg dan Loki Cruise— lalu tersenyum kecil dan berkata, "Inilah target kita yang sebenarnya."
Semua orang hanya mengatakan "Ohh .... " seakan sudah menduga hasil analisisnya. Itu sangat mudah bila dihubungkan dalam bentuk teori relasi silang pada foto tadi. Dengan kata lain, penyebab dan hasil-lah yang perlu dihilangkan dengan mencampurkan jejak kriminal hingga tertutupilah maksud sebenarnya dari keinginan klien satu dengan lainnya.
"Lalu bagaimana dengan kliennya?" tanya Risha.
Mei tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan Risha.
__ADS_1
"Klien kita yang sebenarnya adalah ... " Mei mengangkat foto Tn. dan Ny. Zuvenille lalu berkata, "Bukan mereka."
Melida mengambil foto Loki Cruise lalu berkata, ".... Tapi, dia."
Risha menjadi terkejut seolah tak percaya karena target itu sendiri adalah klien mereka. David hanya mengangguk dalam diam karena dia mengerti saat melihat betapa detilnya bagaimana keadaan dan informasi milik Loki Cruise hingga orang-orang yang dia temui setiap harinya. Hingga saat ini, bisa dibilang orang yang kebingungan dan belum menemukan motif di balik tugas ini hanyalah Risha seorang.
David mengambil tugas untuk menjelaskan kesimpulan yang didapatkan dari seluruh penjelasan hingga teori milik Mei.
"Dia membocorkan seluruh jejak kejahatannya dan juga ingin memperbaiki kesalahan yang sudah ia perbuat dan menghilangkan hasil dari semua ini, yaitu Isabella Rosenberg." David menyilangkan kedua lengannya seolah kesal akan sesuatu.
"Dia ingin kita membunuh orang yang tak bersalah?!" teriak Risha kesal.
David menghela nafas panjang lalu mengangguk dan berkata, "Benar."
"B*jingan seperti itu harusnya mati sendirian saja." Melida sudah tak tahan dan menyuarakan pendapatnya.
"Benar sekali," sahut Mei setuju.
Bruk!!!—Risha tak sadar sudah memukul meja makan dengan kedua lengannya hingga berdarah dan makanan yang ada di atas menajdi berserakan. Melihat itu, David memegangi telapak tangan Risha sambil menggelengkan kepalanya. Menyadari maksud David, Risha meminta maaf dan kembali tenang.
"Maaf," ucap Risha sembari duduk menenangkan diri.
"Tidak apa, semua orang akan bereaksi begitu." Mel membenarkan perilaku Risha sambil memperbaiki sendok yang sudah tak berbentuk akibat cengkeraman tangannya yang begitu kuat.
Mei hanya menunduk tak berkata apapun.
David berdiri lalu menyuarakan pendapatnya.
"Andai saja aku melakukan hal yang tidak sesuai dengan misi, apa yang akan kalian lakukan?" tanya David kepada mereka bertiga.
"Kami akan membantumu." Mei, Melida dan Risha kompak menjawab pertanyaan David.
"Kalau begitu sudah diputuskan ... " David mengambil foto Isabella Rosenberg dan menggantinya dengan foto kepala keluarga Rosenberg yang sekarang lalu berkata, "Inilah target kita yang sebenarnya," dengan nada yang serius.
__ADS_1
Semua orang tak menyangkalnya karena pikira mereka sama. Hari itu, mereka berkemas dan mempersiapkan apa yang dibutuhkan. Terkecuali Risha, dia hanya mengemas pakaian yang bisa dikenakan.