Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah

Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah
33


__ADS_3

"Hei, berapa peluru yang tersis?" tanyaku sambil lelah menatap situasi kami saat ini.


"Satu," jawab nona Rose seakan tak bernyawa.


"Satu?" ulang nona V.


Nona Rose hanya mengangguk dalam diam. Melihat situasi yang begitu rumit ini, aku hanya bisa memberikan sedikit bantuan. Bukan hanya itu, jika aku mengeluarkan potensi penuh yang sebenarnya, mereka akan curiga dan menuduhku sebagai musuh baru.


Satu peluru. Satu keajaiban. Hanya itu saja yang aku butuhkan saat ini.


(。•̀ᴗ-)✧(。•̀ᴗ-)✧(。•̀ᴗ-)✧


8 jam sebelum kami akan melaksanakan request dari nona V.


Saat aku selesai menceritakan tentang kehidupanku yang luar biasa kepada mereka berdua, wajah mereka mulai menunjukkan tanda-tanda adanya perbedaan dari awal kami memulai semua ini.


Mereka saling tatap satu sama lain.


"Nona V, apa kamu memikirkan hal yang sama?" tanya nona Rose dingin.


Nona V hanya mengangguk.


Kemudian mereka berdua mengalihkan tatapannya ke arahku. Meskipun aku pura-pura tidak peduli, bagaimanapun juga aku harus memenangkan pertandingan diantara kami. Jadi, aku balas tatapan mereka, lalu bertanya dengan ekspresi pasti.


"Jadi, kalian ingin aku jadi umpan?" tanyaku datar.


Mendengar pertanyaanku, mereka saling tatap lalu kembali lagi menatapku dengan pandangan kosong.

__ADS_1


"Sepertinya orang ini cukup berbahaya," ucap nona Rose sambil mempersiapkan kuda-kuda terbaiknya.


"Ya, sepertinya ada hama yang harus dibersihkan terlebih dahulu."


Nona V mengeluarkan dua buah pisau berbentuk aneh dengan ukuran sedang dari punggungnya. Tak ku sangka, kedua tangan kecil itu bisa menggenggam senjata yang harusnya tidaklah mudah bagi remaja seusianya. Terlebih lagi aku jadi heran, kenapa saat ini mereka ingin membunuku.


Mencoba untuk memastikan daripada nantinya salah, aku bertanya sambil bercanda kepada dua orang aneh itu.


"Ka-kalian tidak akan membunuhku, bukan?" ekspresi wajahku sangat kaku.


Mereka hanya diam menatap kosong padaku.


"I-ini hanya bercanda, bukan? Khaann?" tanyaku lagi tersenyum kaku.


Merasakan niat membunuh yang sangat intensif, aku segera menggapai kursi dudukku lalu membuatnya sebagai tameng.


Dor!!!


Suara kecil dan hawa membunuh yang sangat besar terasa kembali di punggunku.


"Jaga punggungmu."


Brukkk!!!


Aku menendangnya tanpa ampun. Ternyata itu adalah nona V yang ingin menargetkan leherku dari belakang. Ia terpental hingga tubuhnya menabrak papan tulis ruangan.


Clack!

__ADS_1


Mendengar sedikit saja bunyi pengisian peluru, aku segera berlari mengitari ruangan sambil tertutupi kursi di tangan kananku.


Dorr!!! Dorr!!! Drorr!!!


Tiga peluru diarahkan langsung kepadaku namun semuanya meleset karena gerakan lengan maupun mata nona Rose tidak dapat menandingi kecepatan lariku.


"Jarak segini sudah cukup, kan?" gumam nona Rose dengan suara kecil.


Tiba-tiba dari bagian bawah samping kananku, muncul sebuah pisau yang dibawa nona V tadi mengarah langsung ke tengah leherku. Refleks, aku langsung menghindar. Namun, itu adalah jebakan yang sangat manis karena berkat serangan tadi, aku melupakan keberadaan yang tidak bisa dirasakan.


"Kena."


Sebuah mata pisau diarahkan tepat pada bagian samping lain leherku. Untungnya, mata pisau itu hanya berhenti pada bagian kulit luar saja dan tidak menimbulkan luka. Berkat waktu berhenti yang sangat pas saat serangan pisau pertama tadi, aku bisa menyiapkan kuda-kuda terbaikku.


[Teknik Bela Diri Pembunuh : Hening]


Sebuah pukulan super cepat mengarah tepat pada perut nona V tanpa membuatnya terpental ke belakang.


"Ackkhh!" nona V tersungkur ke bawah sambil mengeluarkan darah pada mulutnya.


Melihat itu, nona Rose langsung berlari ke arahku.


"Kau!!!"


Dia mengarahkan sebuah pukulan dengan sudut siku yang agak tumpul ke arahku. Langsung saja ku tangkap dari sudut siku lengannya, hingga ia berhenti. Aku menatap tajam ke arah matanya.


Saat mata kami bertemu—

__ADS_1


Jedaarrr!


Pintu ruangan ekskul terbuka dan di baliknya terdapat orang yang saat ini tidak pernah aku inginkan untuk ada, pembimbing Ekskul Melakukan Apapun, Hilda Iko.


__ADS_2