Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah

Pembunuh Bayaran Lanjut Sekolah
32


__ADS_3

Ini pertama kalinya aku merasakan sesuatu yang sangat, sangat, saangaattt menyebalkan. Nona V ini— yang merupakan klien pertama kami— telah menggali sebuah lubang kuburan untukku. Dia sudah menyeretku ke tempat terlarang dalam aturan hidup yang selalu aku imani.


Wajahku yang mulai berekspresi tak karuan, ternyata diketahui oleh nona Rose. Dia menatap tajam seakan merasa ada yang aneh. Lantas, tanpa pikir panjang, ia langsung menanyakannya kepadaku.


"Tuan Kall, apa kau sakit?"


"Eh?! Apa itu benar?" lanjut nona V dengan keluguan idiotnya.


"T-tidak, ... hanya saja aku merasa tidak nyaman dengan tempat itu."


Aku mengalihkan tatapanku yang awalnya terus menatap tubuh nona V ke arah jendela.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya nona Rose seraya mengambil sesuatu dari tasnya.


"Tidak, aku cuma .... "


Clack!

__ADS_1


Sebuah pistol emas ditodongkan oleh nona Rose ke arah kepalaku tepat di depan nona V.


Melihat kejadian ini, nona V segera menenangkan suasana di ruangan ini.


"H-hei! Bu-bukankah membawa pistol itu—"


Sebelum nona V selesai, nona Rose segera memotong dan menatap tajam pada nona V.


"Berbahaya, bukan? Tapi, aku sudah memiliki izin dan orang ini, sejak awal dia sangat mencurigakan," ucapnya lantang.


"T-tapi David kan hanya merasa tak nyaman, benar kan?!" nona V yang memberikan pembelaan, menghadapku dengan tegas dan penuh belas kasih.


"Itu benar, aku punya alasan sendiri."


"Ja-jadi, nona Rose. Bisakah kau menurunkan senjatamu?" bujuk nona V.


"Tidak, kamu harusnya tahu malu. Orang seperti kalian akan membawakan petaka yang tidak bisa terelakan pada ekskul ini."

__ADS_1


Pernyataan nona Rose membuat kami menjadi tercengang.


" "Huh?" "


"Kebanyakan request dari siswa biasa adalah membantu mereka untuk belajar, mengerjakan tugas dan beberapa kegiatan anak-anak sekolahan ... " Nona Rose menatap tajam pada nona V dan berkata, "Penyelamatan anak yatim piatu? Jangan bercanda."


Menerima tatapan dingin nan tajam dari nona Rose, membuat nona V tak dapat berkata-kata lagi. Sementara nona V terdiam, tatapan mengerikan itu kembali padaku. Nona Rose masih melanjutkan penjelasannya.


"Dan kau, tidak mungkin membeli minuman kaleng di dekat kantin selama itu hingga pembicaraan kami selesai. Kemana kau? Apa yang sedang kau lakukan di luar pengawasanku?"


Perempuan ini sangat m**engerikan.


Ini seperti drama yang akan tayang pada akhir pekan. Anggap saja aku seperti suaminya yang ketahuan selingkuh, nona Rose menjalankan peran istri killer dan nona V adalah selingkuhanku. Hei, bukankah ini yang disebut harem? Baru tahu, kalau ini sangat tidak menyenangkan.


Aku mencoba untuk lebih tenang. Berpikir sepersekian mili detik untuk setiap kata yang akan keluar dengan hati-hati. Merasa mantap, aku menjawab seluruh pertanyaan nona Rose.


"Demi Alex! Tadi aku melihat seorang Nenek tersesat dan langsung saja menolongnya, saat tiba di rumah si Nenek, tiba-tiba saja ada bola naga bintang 7 jatuh dari langit, beserta serangan Chibaku Tensei dari Pein yang amat sangat mudahnya meluluh-lantakkan desa Kimochi, jadi aku diberi kewajiban untuk mengumpulkan semuanya agar dapat menyelamatkan dunia."

__ADS_1


Dengan wajah yang cukup bangga, aku mengakhiri cerita fiktif terbaik sejagat raya itu seakan semua muatannya adalah legenda dari David Kall, pembunuh bayaran muda pro yang sangat tampan.


Mendengar jawabanku, mereka berdua tercengang dan lupa menutup mulut.


__ADS_2