
Saat seorang gadis berambut panjang emas yang unik tengah menikmati mandinya dengan syahdu sambil bernyanyi tak jelas.
"Dududu-daaa-yeeeaahhh!!"
GUBRAAKKK!!!
"Eiikkhh!!! Setan lewat masuk ke Konoha ditampol sama Pein Akatsuki jadi tukang translator!!!"
Pintu kamar mandi yang seharusnya terkunci rapat, malah terbuka dengan sangat keras dan membuat gadis itu terkejut dan takut. Di balik tirai, ada bayangan seorang lelaki bertubuh atletis dan masih mengenakan handuk. Dari gerakan siluet itu, terlihat bahwa ia akan melepaskan handuknya.
"Tu-tu-tu—tungguu!!! Stopppp!!!" teriak gadis itu gugup dan wajahnya mulai memerah.
Siluet itu berhenti dan kepalanya miring sedikit.
"A-aaaa-aaapaaa yang kamu lakukan di sini, dasar PK (Penjahat Kelamin)!!!" teriak gadis itu yang masih gugup dan segera menutupi bagian tubuh dengan kedua tangannya.
"Hm?"
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Tentu saja mandi, memangnya mau homoan apa," jawab bayangan itu.
"Gila! Cepat keluar!!! Dasar David idiotttt!!!" teriak gadis itu sekeras mungkin.
Ya, bayangan itu tidaklah lain adalah David Kall.
David menghembuskan nafas berat dan berkata, "Hei Mesum, bukannya kamu yang menginginkan aku agar masuk ke dalam perangkapmu?" tanya David sinis.
'Hahhh? OMG!!! Apa pria ini sudah gila???' batin gadis itu yang masih menutupi tubuhnya.
"Mana mungkin aku seperti itu, dasar mesum!"
"Mesum kok bilang Mesum sih!" balas David.
__ADS_1
"Aaaaaa!!! berisikkk!!! kamu itu maunya apa sih?! Serius! Aku itu mau mandi dengan tenang!"
"Hah?"
David menjadi bingung karena sedari awal dia tidak tahu apa kesalahannya. Dia juga cuma ingin mandi tanpa memikirkan hal-hal yang berbau aneh dan tidak memiliki moral. Tidak lupa juga karena pintu yang tak terkunci, dia kira gadis itu sudah selesai mandi dan sedang berganti baju.
Sementara melihat gerakan bayangan itu diam, gadis itu segera melilitkan handuk di tubuhnya. Segera ia keluar sambil membawa sebuah gayung. Matanya terbelalak saat berhadapan dengan David karena diantara rasa marah dan takut, sayangnya rasa takut lah yang paling dominan dirasakan oleh gadis itu saat ini.
"Ke-kenapa kamu masuk begitu saja?!"
"Karena gak dikunci, masalah?"
"Hahh?! bukannya sudah aku kunci?"
"Lihat saja sendiri," ucap David sambil menunjuk ke arah pintu dengan gerakan bibirnya.
Gadis itu segera berlari ke arah pintu sambil mengambil ponselnya yang selama ini digantung pada dinding kamar mandi. Dia membawa ponsel itu guna mengingatkanya apabila waktunya saat mandi terlalu lama. Saat dia sampai di pintu dan mengambil foto keadaan pintu tersebut, ternyata memang benar pintunya tidak terkunci.
Wajah gadis itu menjadi pucat karena merasakan hawa pembunuh yang sangat intens di belakangnya. Siluet yang ia lihat di sampingnya semakin membesar. Itu artinya—
"Eeekk!!!"
"Jadi, sekarang kamu mau mendengarkanku?"
"Siap, hamba-Mu ini akan mendengarkan Anda, Tuan," jawab gadis itu seakan tak bernyawa.
"Bisakah kamu membantku?"
"Apa itu Tuan?" tanya gadis itu datar layaknya robot.
"Gosok punggungku."
"Hanya itu?"
__ADS_1
"Ya, cepatlah! Punggungku ini sedikit sensitif bila tidak digosok dengan benar tahu!" bentak David.
Mau tak mau, gadis itupun mengikuti perintahnya. Bukannya karena ia ingin, hanya saja dia sudah merasa bersalah kepada atasan dan juga seorang pria tampan yang ada di depannya. Apabila berbuat salah, sudah sewajarnya untuk meminta maaf dan dimaafkan dan untungnya, dia tidak perlu meminta maaf dan hanya menggosok punggung pria yang ada di belakangnya.
₍₍ ◝( ゚∀ ゚ )◟ ⁾⁾₍₍ ◝( ゚∀ ゚ )◟ ⁾⁾♪ \(^ω^\ )
Saat gadis itu menggosok punggung David yang begitu lebar dan cukup bidang, suara kecil terdengar dari depannya.
"Mei, aku minta maaf."
"Eh?" gadis itu terkejut mendengar permintaan maaf yang seharusnya tidak dapat didengarnya dari seorang David.
Suasana di kamar mandi menjadi terasa hangat. Gadis itu masih menggosok punggung David dan batinnya merasa cukup terkejut. Saat Gadis itu masih melamun—
"Ee-eee-eeeekkhhh!!!"
BRUKKK!!!
Dia terpeleset karena licinnya lantai dan membuat busanya terjatuh tepat di bawah kaki David. Mendengar itu, David segera berdiri untuk membantu namun—
"Ja-jangan berjalan kebelakang!"
"Dasar Mes—"
Saat David berbalik ke belakang, dia juga terpeleset karena busa yang ada di bawah kakinya dan posisi jatuh David tepat berada di atas gadis itu. Mata mereka saling bertemu satu sama lain. Begitu juga dengan tubuh mereka yang saling tumpang-tindih dan nantinya bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang lain yang melihatnya.
Click clack click clack click clack
suara langkah kaki seseorang terdengar mendekat dan—
"A-ah ... apa aku mengganggu kalian berdua?"
Ternyata itu adalah satu lagi gadis berambut emas— namun, terlihat lebih muda— yang matanya terbelalak melihat kejadian tak terduga di depan matanya.
__ADS_1
"Ti—tidaaaakkkkkkk!!!!" teriak gadis yang terlihat lebih histeris.
Untungnya setelah kejadian itu, dia dapat menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.