PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 10. Masa Lalu II


__ADS_3

Mereka berdua bersembunyi di tempat tersebut hingga tertidur dan saat membukakan matanya, Fan Zhu pun menatap adiknya yang masih tertidur dan menatap sekeliling serta mulai mencoba mengamati lingkungan sekitarnya itu.


Namun setelah beberapa saat kemudian, dirinya tidak bisa mengenali lingkungan tersebut, sehingga dirinya pun segera membangunkan adiknya.


"Tian'er, ayo bangun, kita harus segera pergi dari tempat ini." Ucap Fan Zhu untuk membangunkan adiknya berulang-ulang kali sampai Fan Tian terbangun.


Saat membuka matanya, Fan Tian pun langsung melontarkan pertanyaan kepada kakaknya.


"Kakak, kita berada dimana?"


"Dimana ayah dan ibu?"


"Mengapa mereka tidak menyusul kita?"


Fan Tian terus melontarkan pertanyaan kepada Fan Zhu yang tidak bisa di jawab oleh kakaknya itu.


"Ayo kita pergi dari tempat ini." Ucap Fan Zhu mengajak adiknya.


Fan Tian pun segera mengikuti ajakan kakaknya itu walaupun didalam pikirannya terus memikirkan kedua orang tuanya.


Keduanya terus berjalan ke salah satu arah yang Fan Zhu anggap sudah benar hingga bisa menemukan jalan utama.


Setelah menghabiskan beberapa waktu berjalan, tiba - tiba dari arah belakang keduanya terdengar suara pria dewasa yang berteriak.


"Itu mereka berdua! Ayo kita tangkap! Mungkin Pil Emas Kehidupan telah diberikan kepada mereka berdua!"


Fan Zhu dan Fan Tian yang mendengar suara tersebut langsung membalikkan badan mereka berdua dan melihat kearah datangnya suara teriakan tersebut.


Melihat ada dua sosok pria berpakaian serba hitam yang mengejar mereka, akhirnya keduanya pun kembali melarikan diri.


Karena jalan disisi kiri yang mereka lalui sedikit terjal, akhirnya Fan Tian pun terperosok jatuh dan terpisah dengan Fan Zhu.


Bocah itu hanya bisa berteriak memanggil adiknya yang saat itu sudah tidak terlihat lagi.


Kedua pria yang mengejar mereka berdua langsung tersenyum dan segera menangkap Fan Zhu yang saat itu terus berteriak.


"Diam! Jika kamu tidak diam, aku akan segera merobek mulutmu itu!" Bentak salah satu pria dengan ancaman.


"Tidak mau! Tidak mau! Aku harus mencari adikku!" Teriak Fan Zhu sambil meronta- ronta ingin melepaskan diri.


"Cepat periksa ditubuh bocah itu, mungkin ada sesuatu yang dia simpan." Ujar seorang pria yang adalah rekan pria yang memeluk Fan Zhu.


"Tidak ada sesuatu dibalik pakaiannya...apakah mungkin benda itu telah disimpan di tempat lain? Ataukah benda itu disimpan oleh bocah yang satunya lagi!?"


"Ayo kita cari bocah yang satunya lagi."


"Bagaimana dengan bocah ini?"


"Bunuh saja!"


Saat salah satu di antara keduanya ingin membunuh Fan Zhu.


Akan tetapi, tiba - tiba seorang pria menyerang dengan tendangannya yang langsung mengenai dada sosok pria yang ingin membunuh Fan Zhu.

__ADS_1


Buukkk


Tubuh pria itu langsung terhempas ke belakang dan langsung di sambut oleh sosok yang tidak lain adalah rekannya.


"Siapa kamu? Berani - beraninya kau ikut campur dengan urusan kami!" Bentak sosok yang telah membantu rekannya.


"Siapa aku itu tidak penting, yang terpenting disini adalah tindakan kalian yang tidak terpuji itu harus aku hentikan." Jawab Chen Song dengan tatapan yang tajam.


"Jika kau tahu dengan siapa kau berurusan saat ini, pasti kau tidak akan menunjukkan sikap angkuh mu itu kepadaku." Balas sosok tersebut sedikit mengancam.


"Aku juga ingin melihat, seberapa hebat dirimu itu." Ucap Chen Song sambil melepaskan serangan kearah sosok dihadapannya itu.


"Ayo kita pergi." Ucapnya dan segera membawa pergi rekannya.


"Hmmmphh, dasar pengecut! Beraninya hanya pada anak kecil saja!" Ujar Chen Song setelah melihat tindakan kedua sosok yang menggunakan pakaian serba hitam tersebut.


Chen Song pun segera menatap ke arah Fan Zhu yang saat itu sedang menangis menatap ke arah jurang dan segera mendekatinya


"Tidak perlu takut lagi, aku sudah mengusir kedua orang itu." Ucap Chen Song ingin menghibur Fan Zhu.


Fan Zhu langsung menatap Chen Song dan berkata.


"Tuan! Tolong selamatkan adikku!"


"Dimana adikmu!?" Tanya Chen Song penasaran.


"Adikku terjatuh ke jurang itu." Jawab Fan Zhu sambil menunjukkan tempat dimana Fan Tian terjatuh.


"Mana mungkin dia bisa selamat setelah terjatuh di jurang ini!? Itu adalah suatu hal yang sangat mustahil." Pikir Chen Song sambil menggelengkan kepalanya.


Chen Song pun lanjut bertanya kepada Fan Zhu mengenai apa yang baru saja bocah itu alami.


Fan Zhu pun segera memberitahukan apa yang baru saja mereka alami semalam dan membuat Chen Song bisa mengetahui jika bocah di depannya itu berasal dari Lembah Pengobatan.


"Saudara kecil, ayo ikut bersamaku, kita harus meminta bantuan anggota sekte ku yang lain untuk bisa menyelesaikan masalah di Lembah Pengobatan." Ucap Chen Song.


"Tetapi bagaimana dengan keadaan adikku?" Tanya Fan Zhu sambil terisak.


"Mohon maaf...untuk adikmu itu...melihat situasi jurang yang sangat dalam ini, aku tidak bisa menolongnya." Jawab Chen Song sekenanya saja.


Fan Zhu hanya bisa tertunduk sambil terisak setelah mendengar jawaban yang Chen Song berikan kepadanya.


Pria itu pun terus berusaha membujuk Fan Zhu hingga beberapa saat kemudian bocah itu akhirnya mau untuk ikut dengannya.


***


Di antara beberapa dahan pohon yang patah, terlihat sosok tubuh seorang bocah berusia lima tahun sedang tergeletak tak berdaya.


"Suamiku, sepertinya itu adalah seorang anak yang masih berusia sangat muda, ayo kita lihat!" Tutur Bi Yao kepada suaminya yang saat itu sedang melintas di tempat itu.


Pria yang adalah suami wanita itu segera menatap ke arah yang dimaksudkan oleh istrinya dan pergi mengecek kondisi bocah itu.


"Suamiku, bagaimana keadaannya?" Tanya Bi Yao dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Sepertinya tulang rusuk bocah ini ada beberapa yang patah." Jawab Chu Ji.


"Apakah masih bisa diselamatkan?" Tanya Bi Yao.


"Aku akan mencoba untuk mengembalikan posisi tulang rusuknya ke posisi semula. Jika itu bisa ku lakukan, pasti bocah ini bisa diselamatkan." Jawab Chu Ji dan segera melakukan apa yang dia pikirkan.


Bi Yao berdiri disamping suaminya dan terus memperhatikan apa yang sedang pria itu lakukan.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Chu Ji telah selesai mengembalikan tulang rusuk yang patah ke posisinya semula dan segera menyalurkan energi qi miliknya ke dalam tubuh Fan Tian.


"Ayo kita bawa bocah ini ke kediaman kita untuk menyembuhkan lukanya." Ajak Chu Ji dan segera beranjak pergi dari tempat itu sambil menggendong tubuh Fan Tian.


Pria berusia empat puluh tahun itu dengan sangat berhati-hati menggendong tubuh Fan Tian dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Suamiku, apakah bocah ini terjatuh dari tebing itu?" Tanya Bi Yao yang saat itu sedang berjalan disamping suaminya.


"Jika dilihat dari beberapa dahan pohon yang baru saja patah itu, sepertinya demikian." Jawab Chu Ji.


"Benar - benar sangat beruntung karena bisa selamat setelah terjatuh dari tebing setinggi itu." Bi Yao menanggapi jawaban suaminya.


"Jika dilihat dari pakaiannya, sepertinya bocah ini berasal dari Lembah Pengobatan. Apa lagi aku menemukan kitab alkimia tingkat tinggi dibalik pakaiannya." Tutur Chu Ji.


"Apakah telah terjadi sesuatu yang buruk di Lembah Pengobatan?"


"Kemungkinannya seperti itu. Karena bagaimana mungkin bocah ini bisa sampai terjatuh ke dasar jurang ini."


"Apakah kita tidak akan dipersalahkan jika kita menolong bocah ini?" Bi Yao bertanya dengan nada khawatir.


"Mengapa mereka akan menuduh kita jika kita telah menyelamatkan nyawa bocah ini!?" Tutur Chu Ji menanggapi kekhawatiran istrinya.


"Kita ini berasal dari sekte aliran hitam, jadi sudah sewajarnya mereka terus berburuk sangka kepada kita." Bi Yao mencoba menjelaskan.


Chu Ji pun sesaat terdiam setelah mendengar penjelasan istrinya.


"Menurutku, mereka pasti tidak akan mengenali kita, sebab kita sudah beberapa tahun ini tidak pernah muncul lagi di dunia persilatan." Chu Ji mencoba meluruskan.


"Hmmmphh!" Bi Yao menanggapi sambil menganggukkan kepalanya menyetujui pemikiran suaminya.


Setelah beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka pun tiba di tempat kediaman mereka yang juga terlihat ada beberapa bangunan sederhana berdiri disekitar area tersebut.


Mereka pun masuk dan segera membaringkan tubuh Fan Tian ke tempat tidur.


Setelah mendapatkan perawatan dari sepasang suami-istri itu, akhirnya Fan Tian pun siuman dan perlahan membuka vkedua matanya.


"Dimana aku?"


"Siapa kalian?"


"Dimana kakakku dan juga kedua orang tuaku?"


Pertanyaan demi pertanyaan mulai terlontar keluar dari mulut Fan Tian yang tidak bisa dijawab oleh kedua suami istri yang menolongnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2