PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 44. Identitas Ibu Fan Tian


__ADS_3

Fan Tian hanya bisa menatap sosok pria itu dan segera duduk di salah satu kursi yang posisinya saling berhadapan.


"Siapa pria ini? Jika dilihat dari penampilannya, sepertinya dia adalah seorang bangsawan." Pikir Fan Tian.


"Jika aku boleh tahu, siapa anda? Mengapa memanggilku untuk bertemu?" Kata-kata yang dilontarkan oleh Fan Tian untuk membuka pembicaraan dengan sosok yang duduk dihadapannya.


"Siapa yang memberikan kalung yang kau gunakan itu?" Pria tersebut tidak menjawab dan balik bertanya kepada Fan Tian.


Fan Tian sangat terkejut mendengar pertanyaan sosok dihadapannya itu, sebab benda yang dia tanyakan adalah benda pemberian ibunya, sehingga sifatnya sangat pribadi.


Pria yang tergolong masih berada di usia remaja itu segera berdiri dan kembali melontarkan pertanyaan kepada sosok didepannya.


Tombak ditangannya terlihat sudah siap untuk menyerang.


"Sepertinya benda itu sangat berharga untuk dirimu...apakah marga Zhao mu itu bukanlah marga yang sebenarnya?" Tutur pria itu dengan tenang menanggapi sikap Fan Tian.


"Ka...kau!" Fan Tian semakin bingung dengan sosok pria itu, sehingga dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Jangan bersikap seperti itu kepada pamanmu ini...aku ini adalah kakak dari ibumu, jadi mengapa harus seperti itu cara mu menghadapi ku!?" Lanjut sosok itu sambil tersenyum.


"Jangan membual dihadapanku! Ibuku tidak memiliki keluarga, sebab keluarganya telah dibantai oleh kelompok perampok sejak dia masih kecil!" Fan Tian menegaskan.


"Ha...ha...ha...ha...ha...sangat menarik! Aku tidak menyangka jika Li Yan bisa begitu tega mengarang cerita seperti itu untuk menutupi identitasnya yang sebenarnya sebagai putri kerajaan kepada anaknya." Lanjut pria itu yang tidak lain adalah pangeran Li Ying, putra bangsawan Li Zian yang juga merupakan adik dari raja Negeri Zhong.


Li Zian juga sering dipanggil 'Paman Kerajaan' oleh setiap keluarga klan Li yang adalah keluarga kerajaan serta para pejabat kerajaan dan para bangsawan, sebab raja sebelumnya adalah ayahnya.


Untuk itu, Li Ying dipanggil sebagai Pangeran. Sedangkan ibu Fan Tian adalah seorang putri kerajaan.


"Sial! Apa benar sosok dihadapanku ini adalah pamanku? Sebab dia bisa mengenal kalung yang ku pakai ini serta mengetahui nama ibuku!?" Fan Tian membantin.


"Kenapa wajahmu seperti itu? Apakah kau sangat terkejut mendengar apa yang baru saja aku sampaikan?" Tanya Li Ying lagi.


"Tidak mungkin! Pasti tujuanmu ini hanya ingin menjebak ku saja, sebab sebelumnya aku telah membunuh pendekar dari sekte Wuyun itu!" Fan Tian masih tetap mencurigai Li Ying.


"Baiklah! Baiklah! Jika kau bersih kukuh untuk tidak menerima kenyataan yang baru saja aku sampaikan kepadamu...itu tidak mengapa, tetapi ada satu hal lagi yang ingin aku tunjukkan dan jelaskan kepadamu..."


"Lihat ini! Apakah bentuk benda ini sama seperti yang kau miliki? Tentu saja tidak sama persis, sebab ada bagian lain yang hilang dari benda yang kau pakai itu." Tutup Li Ying menjelaskan.


"Sepertinya dia tidak sedang mengarang cerita... Benda miliknya itu sama persis dengan milikku jika digabungkan dengan yang dipakai oleh kakak Fan Zhu."


"Apakah benar ibu telah menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya?"


"Tetapi mengapa dia melakukan hal itu?"


"Bukankah lebih baik jika memiliki keluarga!?"


Fan Tian terus berpikir tentang keputusan yang ibunya ambil serta alasan dari semua itu.

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah kau sudah yakin dengan apa yang aku ungkapkan?" Tanya Li Ying lagi.


Fan Tian akhirnya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Li Ying.


"Aku ini adalah kakak kandung Li Yan ibumu itu, sehingga apa pun benda penting yang dia miliki, pasti aku sangat mengenalnya."


"Kepergian ibu mu hanya meninggalkan secarik kertas yang menyatakan jika dirinya tidak ingin di jodohkan dengan putra bangsawan Wang Heshun, yaitu Wang Zijun. Karena dia telah memiliki kekasih yang berasal dari wilayah utara Negeri Zhong ini."


"Awalnya kami tidak mengetahui siapa pria yang menjadi pilihannya itu. Namun setelah kami menggali informasi dari pelayan yang sering melayaninya, akhirnya kami mengetahui jika pria itu bernama Fan Gang."


"Saat kami menemukan mereka berdua di kota Jin, ibumu mengancam ku untuk bunuh diri jika kami memaksanya kembali."


"Padahal aku sudah memberikan penjelasan kepadanya. Karena jika dia menolak perjodohan itu, keluarga bangsawan Wang pasti akan sangat marah kepada kita, sehingga itu bisa membuat hubungan kita akan memburuk serta akan berdampak pada jalannya pemerintahan negeri Zhong ini."


"Namun ibumu tetap keras kepala, sehingga aku pun melepaskannya dan kembali lagi ke kota ini untuk melaporkan kepada ayahku jika aku telah gagal menemukan ibumu."


"Kakekmu sangat murka dengan apa yang aku sampaikan kepadanya. Meskipun demikian, dia mencoba untuk menjelaskan hal itu kepada tuan Wang Heshun agar tidak terjadi masalah yang serius diantara keluarga kita." Tutup Li Ying menjelaskan.


Pria itu menarik napas dalam-dalam dan kembali melepaskannya dan kembali angkat suara.


"Jadi, siapa namamu yang sebenarnya?" Tanya Li Ying.


"Namaku Fan Tian!" Jawabnya singkat.


"Tian'er! Jika kau merasa tertarik dengan semua informasi tentang ibumu, ayo ikut aku ke kediaman keluarga kita." Ajak Li Ying.


"Dimana bagian yang lain dari benda itu?" Tanya Li Ying penasaran.


"Bagian yang lainnya dimiliki kakakku Fan Zhu." Jawab Fan Tian.


"Terus, dimana mereka?" Tanya Li Ying lagi.


Fan Tian pun segera menceritakan kejadian yang menimpa keluarga, sehingga membuat Li Ying tanpa dia sadari meneteskan air matanya karena sudah tidak bisa lagi bertemu dengan saudara satu-satunya.


"Apakah kau sudah mengetahui siapa dalang dibalik peristiwa itu?" Tanya Li Ying dengan nada suara yang sedih sambil mengepalkan kedua tangannya.


Situasi di lantai dasar penginapan itu sangat sepih, tidak terlihat satupun pengunjung ditempat itu.


Hal tersebut karena sudah diperintahkan oleh Li Ying agar mengamankan tempat itu dari siapa pun saat dirinya sedang berbincang-bincang dengan Fan Tian.


Ratusan prajurit terlihat sedang berjaga di keempat sisi bangunan penginapan tersebut sehingga sangat menarik perhatian orang-orang yang melewati tempat tersebut.


"Sampai saat ini, aku belum bisa menemukan siapa pelakunya." Jawab Fan Tian.


"Jika kau membutuhkan bantuan paman, jangan sungkan untuk memberitahukannya...pasti paman akan segera membantumu."


"Namun kau harus ingat...tetap gunakan identitas mu yang kau gunakan saat ini agar tidak ada seorang pun yang mengetahuinya."

__ADS_1


"Sebab aku takut bangsawan Wang Zijun pasti tidak senang jika mengetahui identitas mu sebagai putra Li Yan."


"Tidak itu saja, tetapi aku takut orang yang menjadi dalang dari peristiwa itu, pasti akan segera bertindak jika mengetahui kau bocah yang selamat dari Lembah Pengobatan, karena mereka pasti akan berusaha untuk bisa menemukan kitab dan juga pil tersebut."


"Saat ini, silahkan kau menenangkan pikiranmu sampai kau bisa menerima kenyataan yang baru saja kau ketahui." Tutup Li Ying.


Sebelum pergi, Li Ying segera memberikan pelat klan Li kepada Fan Tian agar bisa bertemu dengannya suatu saat nanti. Serta bisa digunakan saat berada di kota manapun didalam wilayah Negeri Zhong.


Li Ying pun meninggalkan penginapan itu bersama dengan pasukannya untuk kembali ke kediamannya.


Sedangkan Fan Tian kini mulai melangkah dengan perlahan untuk menuju ke kamarnya.


Dia tidak menyangka bisa mendapatkan informasi yang sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya itu.


Apa lagi informasi itu mengenai identitas asli ibunya.


"Apakah masih ada lagi rahasia yang tidak aku ketahui yang berhubungan dengan hidupku?"


"Mengapa setelah aku meninggalkan Lembah Neraka dan tiba di kota ini, aku baru mendapatkan informasi itu!?"


"Apakah aku harus masuk kedalam kehidupan mereka untuk menjadi bagian didalamnya!?"


Saat Fan Tian hendak memasuki kamarnya, Dong Huang yang saat itu baru saja meninggalkan kamar yang ditempati Chen Song tidak sengaja melihatnya.


"Apa yang terjadi dengannya? Mengapa sikapnya berubah seperti itu? Apakah itu berkaitan dengan orang yang ingin bertemu dengannya!?" Pikir Dong Huang.


Hati dan pikiran Dong Huang kini mulai bertentangan setelah melihat perubahan sikap Fan Tian.


Hatinya ingin untuk menemui Fan Tian, sedangkan pikirannya sangat berat untuk melakukan hal itu.


Saat Dong Huang melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamarnya, tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya dan segera mempercepat langkah kakinya untuk menuju ke kamar Fan Tian.


Fan Tian yang sudah berada di dalam kamarnya mendengar ketukan di pintu kamarnya.


Tanpa berpikir panjang, Fan Tian segera bangkit dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Melihat tatapan kosong Fan Tian, Dong Huang pun segera menerobos masuk ke kamar pria itu dan langsung menutup kembali pintunya.


"Mengapa sikapmu seperti ini? Apa yang telah terjadi pada mu!?" Tanya Dong Huang sambil memegang kedua lengan Fan Tian.


"Ada apa denganmu? Bukankah kau sedang marah padaku!?" Balas Fan Tian.


"Baiklah! Jika kau tidak ingin aku berada disini, aku akan pergi!" Ujar Dong Huang dengan kesal.


"Berhenti! Siapa yang mengatakan bahwa aku tidak menginginkanmu untuk berada disini?" Sergah Fan Tian.


Dong Huang pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fan Tian dengan perasaan malu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2