PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 50. Wang Henshun


__ADS_3

Keesokan harinya, kesehatan Chen Song kini telah pulih.


Ia segera membuka matanya dan menatap ke sekeliling. Dia mendapati Chen Zhu dan Sung Yunzhi sedang berada di dalam kamar itu juga.


"Zhu'er! Yun'er! Dimana pendekar Zhao Yn?" Tanya Chen Song setelah tidak menemukan sosok tersebut.


"Menurut apa yang dia katakan kepadaku, dia akan beristirahat juga untuk bisa memulihkan kembali tenaganya yang telah terkuras." Jawab Sung Yunzhi.


"Ohh, jika demikian, kalian berdua kembalilah dan sudah bisa beristirahat...saat ini kesehatanku telah pulih dan luka dalamku telah sembuh." Ucap Chen Song menyuruh Chen Zhu dan Sung Yunzhi.


Keduanya pun segera mengangguk pelan dan pergi ke kamar mereka masing-masing.


Di salah satu ruangan dalam penginapan itu juga, terlihat Bo Xiang sedang berbicara dengan Han Cunji.


"Tuan, sepertinya waktu itu tidak akan lama lagi, sebab klan Wang terus mengawasi setiap pergerakan dari keluarga kerajaan... Apa lagi saat ini mereka telah bekerja sama dengan sekte Wuyun, yaitu salah satu sekte aliran hitam yang berasal dari Negeri Nanyue." Tutur Bo Xiang.


"Jika demikian, klan Han juga harus segera mengantisipasi hal itu, agar klan kita tidak terseret juga dalam rencana yang klan Wang siapkan...untuk itu, aku juga akan segera membicarakan hal ini kepada seluruh penatua klan Han..."


"Dan untuk bisa mengetahui setiap pergerakan mereka, kau utus salah satu pendekar ahli untuk mengawasi mereka." Tutur Han Cunji.


"Baik tuan!"


"Kalau begitu, aku pamit undur diri." Tutup Bo Xiang dan segera pergi dari hadapan Han Cunji.


"Sepertinya klan Wang benar-benar ingin mencapai ambisi yang pernah leluhur mereka pikirkan sebelumnya..."


"Jika hari itu tiba, klan Han harus melihat situasi yang akan terjadi agar bisa memberikan dukungan kepada salah satu pihak untuk bisa menjaga posisi klan kita saat ini..."


"Karena dengan kekuatan yang klan kita miliki, jika kita salah memilih, itu bisa menghancurkan posisi kita saat ini dan membuat klan kita menderita."


Han Cunji terus memikirkan situasi yang akan terjadi dan apa dampak yang akan klannya alami jika perebutan kekuasaan itu terjadi.


***


Di salah satu paviliun megah di kediaman klan Wang, terlihat Ping Jing dan dua rekannya yang lain kini sedang menghadap Wang Henshun yang adalah patriark klan Wang dan juga sebagai Menteri Pertahanan dinegeri Zhong.


"Apakah ada informasi penting yang kalian bawa saat ini sehingga datang menemuiku?" Tanya Wang Henshun dengan suara yang berwibawa.


"Iya tuan...kedatangan kami saat ini untuk memberitahukan kepada tuan salah satu informasi yang baru saja kami dapatkan dari mata-mata kami." Jawab Ping Jing sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Informasi apa itu?" Tanya Wang Henshun lagi.


"Kami mendengar dari suruhan kami, bahwa Pangeran Li Ying telah melakukan pertemuan dengan seorang pendekar muda yang telah membunuh salah satu saudara seperguruan kami di penginapan keluarga Han..."

__ADS_1


"Dan tidak banyak informasi yang bisa diperoleh dari pembicaraan keduanya, sebab pangeran Li Ying sangat berhati-hati sehingga tidak ada satupun orang yang berada di dekat mereka berdua..."


Braaakkk


Meja disamping Wang Henshun langsung hancur berkeping-keping karena di gebrak olehnya.


"Kalian telah mengganggu ketenangan ku dan hanya itu informasi yang akan kalian sampaikan kepadaku!?" Bentak Wang Henshun dengan tatapan yang garang.


"Mohon ampun tuan! Namun mereka berdua sempat membicarakan tentang putri Li Yan." Ping Jing langsung memberitahukan untuk menenangkan kemarahan Wang Henshun.


"Apa katamu? Li Yan!?" Tanya Wang Henshun dengan tatapan terkejut.


"Iya tuan!" Jawab Ping Jing singkat.


"Apa yang mereka bicarakan mengenai Li Yan?" Tanya Wang Henshun lagi.


"Suruhan ku tidak mendapatkan informasi yang jelas. Namun sepertinya pendekar muda itu sangat terpukul setelah mendengar nama itu di ucapkan oleh Pangeran Li Ying..."


"Dan sesaat kemudian, setelah mendapatkan penjelasan dari pangeran Li Ying, barulah sikap pendekar muda itu melunak..."


"Menurut pengamatan ku, sepertinya pendekar muda itu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan putri Li Yan. Dan kemungkinan besar dia adalah putranya." Tutup Ping Jing menjelaskan.


Wang Henshun tidak langsung menanggapi penjelasan dari Ping Jing. Pria itu kini mulai berjalan mondar-mandir di hadapan tiga pendekar dari sekte Wuyun itu seperti sedang berpikir.


"Sepertinya hal itu harus segera diselidiki sebelum melakukan tindakan, karena jika benar dia adalah putra Li Yan, sudah bisa dipastikan klan Li akan mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat menguntungkan, sebab bocah itu memiliki kemampuan yang sangat tinggi..."


"Aku harus menyuruh Zi'er untuk menyelidiki sendiri hal ini...sebab dialah orang yang disakiti oleh putri Li Yan."


Setelah sudah memastikan langkah apa yang akan dia ambil dan akan menyuruh putranya untuk menyelidiki kebenaran informasi itu, Wang Henshun pun kembali angkat bicara.


"Kerja bagus! Informasi ini sangat berguna bagi klan kami. Untuk itu, kalian harus tetap terus mengawasi setiap pergerakan pangeran Li Ying secara sembunyi-sembunyi. Dan jika ada informasi baru, kalian harus segera melaporkan kepada ku." Tutur Wang Henshun.


"Baik tuan!" Jawab ketiganya serentak.


Wang Henshun pun segera mengangkat kedua tangannya dan menepuk beberapa kali.


Sesaat kemudian, dua orang pelayan segera memasuki ruangan itu sambil membawa sebuah kotak yang berisi seratus koin emas dan seribu koin perak.


"Kalian bertiga ambil ini sebagai bonus kalian karena telah memberikan informasi itu kepadaku." Ucap Wang Henshun.


Ping Jing pun menatap ke arah Liao Zhongkai dan memberikan isyarat untuk segera menerima kotak tersebut.


Liao Zhongkai pun langsung menerima kotak yang di bawa oleh dua pelayan Wang Henshun.

__ADS_1


"Terima kasih tuan Wang untuk hadiahnya!" Tutur mereka bertiga serentak.


"Sudah, pergilah! Jika kalian melakukan dengan baik tugas kalian, aku akan memberikan hadiah yang lebih banyak lagi dari itu." Tutur Wang Henshun menanggapi perkataan tiga sosok pendekar didepannya.


Ping Jing, Liao Zhongkai dan Qi Yuan pun segera pergi meninggalkan ruangan itu sambil membawa kotak pemberian Wang Henshun.


Setelah tiga pendekar dari sekte Wuyun itu pergi, seorang pendekar yang terlihat berusia 60-an tahun muncul dan langsung berdiri disamping Wang Henshun.


"Tuan Wang, aku pikir tuan muda Zijun sendiri akan sangat berbahaya jika ingin menyelidiki hal tersebut..."


"Sebab mengingat temperamennya yang mudah emosi itu, bisa-bisa langsung menyinggung pendekar muda itu..."


"Dan dengan kemampuan yang dia miliki, aku takut itu bisa membahayakan dirinya, sebab ilmu bela diri pendekar muda itu sangat tinggi." Tutup sosok tersebut.


Wang Henshun pun langsung memikirkan apa yang dikatakan oleh pria itu yang adalah seorang pendekar master tahap awal yang juga adalah seorang tetua dari Perguruan Teratai Putih yang juga adalah tempat bagi semua anggota klan Wang jika berniat untuk berlatih ilmu bela diri.


"Memang Zi'er sering tidak bisa mengontrol emosinya...itulah kelemahannya..."


"Dan apa yang kau katakan itu, sangat masuk akal...bagaimana jika kau ikut bersama dengannya!?" Tutup Wang Henshun bertanya kepada Cang Ming.


"Baiklah, aku akan ikut bersama dengannya agar bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan dilakukan oleh tuan muda Wang Zijun." Jawab Cang Ming.


"Pendekar Huo, kau tetap berada didekatku, biarkan untuk sementara Cang Ming menemani Zi'er." Ucap Wang Henshun kepada sosok pendekar yang tidak terlihat.


Pendekar tersebut adalah seorang tetua tingkat tinggi di sekte Wuyun dan telah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar master sama seperti Cang Ming.


Dia juga adalah salah satu orang kepercayaan Wang Henshun setelah Cang Ming, karena kemampuannya masih lebih rendah dari pendekar Perguruan Teratai Putih itu.


"Pelayan!" Teriak Wang Henshun.


Seorang pria langsung berlari memasuki ruangan itu.


"Iya tuan besar!" Seru pelayan itu setelah sudah berada di depan Wang Henshun.


"Cepat kau panggilkan tuan muda Zijun kesini!" Perintah Wang Henshun.


"Baik tuan besar."


Pelayan itupun dengan cepat segera pergi melakukan apa yang tuan besarnya perintahkan.


Mereka bertiga pun menunggu kedatangan Wang Zijun sambil melanjutkan pembicaraan mereka.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga dan memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2