
Setelah selesai menelan penawar racun yang diberikan oleh Cang Ming, Wang Zijun pun kembali memberikan perintah untuk mengejar Fan Tian.
Mereka pun segera mengikuti prajurit yang sedang mengejar tiga sosok tersebut.
Fan Tian pun memerintahkan Dong Huang dan Bei Feiyan untuk lebih dahulu pergi menyelamatkan diri mereka.
Sedangkan Fan Tian berniat untuk menghadang ratusan prajurit yang mengejar mereka untuk memberikan kesempatan bagi kedua wanita itu meninggalkan tempat tersebut.
Fan Tian langsung melepaskan serangan petir miliknya ke arah kerumunan prajurit Wang Zijun.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Meskipun mereka menggunakan perisai untuk membendungnya, namun puluhan prajurit tetap terhempas saat serangan Fan Tian menerjang ke arah mereka.
Lima orang yang memiliki jabatan sebagai komandan pasukan seratus segera melesat untuk bertarung dengan Fan Tian.
Pedang dan tombak panjang milik kelima komandan pasukan itu langsung melesat ke arah Fan Tian.
Pemuda itu segera menghindar dengan melentingkan tubuhnya ke udara dan merubah posisi tubuhnya dengan kepala yang berada dibawah sambil menghunuskan mata tombak miliknya ke arah kelima sosok yang menyerangnya.
Gerakan Fan Tian iti langsung diantisipasi oleh kelima sosok tersebut yang secara bersamaan melepaskan energi qi yang mereka miliki untuk menyambut serangan lawan mereka itu.
Hanya dalam waktu beberapa detik saja mereka saling beradu kekuatan energi qi mereka, tanpa mereka ketahui, energi qi mereka mulai di serap oleh tombak milik Fan Tian.
"Ada apa ini? Bagaimana mungkin energi qi yang pemuda ini miliki bisa menahan energi qi yang kita miliki?"
"Tidak itu saja, tetapi aku merasa sepertinya energi qi kita semakin melemah...sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Seorang komandan pasukan mulai memikirkan situasi yang dia rasakan saat itu. Dan hal yang sama juga dirasakan oleh empat orang lainnya.
Sedangkan Fan Tian sendiri, kini mulai merasa jika energi qi yang dia miliki semakin meningkat setelah beradu dengan kelima lawannya itu.
Fan Tian semakin menekan tombaknya untuk menerjang lawan-lawannya.
Namun hal itu tidak bertahan lama, sebab Cang Ming, Wang Zijun dan Leng Cao kini telah tiba di tempat itu dan langsung melepaskan serangan ke arah Fan Tian.
"Sial! Ternyata mereka bertiga bisa lolos dari asap beracun yang aku lemparkan sebelumnya, aku harus segera pergi dari tempat ini...jika tidak, pasti aku akan tertangkap oleh mereka." Pikir Fan Tian dan langsung menyudahi tindakannya sambil menghindari serangan ke tiga sosok yang baru saja tiba itu.
"Jangan biarkan dia melarikan diri!" Teriak Wang Zijun.
Lima sosok yang baru saja beradu kekuatan dengan Fan Tian segera mengikutinya dan tidak memberikan ruang untuk bisa melarikan diri.
Kini Fan Tian telah dikepung oleh lima sosok tersebut dan diikuti juga oleh Wang Zijun dan dua sosok yang datang bersama dengannya.
"Apakah kau pikir bisa melepaskan diri dariku? Jangan pernah berpikir bahwa kemampuanmu itu dapat membantumu meloloskan diri dari situasi saat ini, sebab itu hanyalah harapan yang kosong." Tutur Wang Zijun setelah mengepung Fan Tian.
Ratusan prajurit juga kini sudah mengepung Fan Tian, sehingga dirinya membutuhkan pemikiran yang tepat untuk bisa melarikan diri.
"Jenderal Wang, ijinkan aku untuk memberikan pelajaran kepada pemuda itu." Ucap Cang Ming mengajukan diri.
__ADS_1
"Lakukan saja jika kau ingin untuk bersenang-senang dengannya." Balas Wang Zijun mengijinkan.
Cang Ming langsung melompat ke arah Fan Tian dan segera melepaskan serangan tinju miliknya.
"Rasakan jurus Tinju Enam Harmoni milikku ini!" Teriak Cang Ming sambil melepaskan serangan.
Enam buah tinju yang terbuat dari energi qi milik Cang Ming langsung menerjang ke arah Fan Tian.
"Mengapa energi qi miliknya terasa sangat besar!? Apakah pria ini adalah seorang pendekar master?" Pikir Fan Tian dan segera menggunakan batang tombak miliknya untuk membendung serangan tinju tersebut.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Tubuh Fan Tian langsung terhempas sejauh puluhan meter yang sebelumnya menerjang puluhan prajurit yang berdiri mengepung dirinya.
"Achk!" Suara kesakitan yang keluar dari mulut Fan Tian.
Darah segar langsung dimuntahkan oleh pemuda itu.
"Aku tidak menyangka jika kekuatan pukulan tinju miliknya sekuat itu." Gumam Fan Tian sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Apakah kau pikir aku akan memberikan waktu untuk kau bisa bersantai!?" Teriak Cang Ming dan kembali melesat ke arah Fan Tian sambil melepaskan serangan tinjunya.
Fan Tian hanya bisa menghunuskan mata tombak miliknya untuk menyambut serangan tinju milik Cang Ming.
Saat enam buah tinju yang terbentuk dari energi qi milik Cang Ming bertemu dengan mata tombak milik Fan Tian, hal yang sangat mengejutkan pun terjadi.
Dimana satu persatu enam tinju tersebut langsung menghilang dan tidak memberikan dampak sedikitpun.
Berbeda dengan Cang Ming, pria itu pun langsung menghentikan tindakannya untuk kembali melepaskan serangan tinju kearah Fan Tian.
"Apa yang telah terjadi? Mengapa serangan tinju ku tidak memberikan dampak saat mengenai mata tombak miliknya?"
"Bukankah sebelumnya serangan ku bisa membuatnya terluka meskipun telah dibendung dengan tombaknya itu!?"
Cang Ming merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi, sebab hasil yang dia peroleh dari dua serangannya sangat berbeda.
Fan Tian pun mulai berpikir dengan pengalaman saat dirinya saling beradu kekuatan energi qi dengan lima sosok komanda pasukan yang menyerangnya.
"Apakah tombak ini bisa menyerap energi qi milik mereka?"
"Tetapi mengapa serangan sebelumnya bisa membuatku terluka?"
"Apakah mata tombak ini yang bisa menyerap energi qi dari setiap lawanku?"
"Sebaiknya aku segera menyerangnya agar bisa membuktikan apa yang aku pikirkan itu."
Fan Tian pun langsung mengambil inisiatif untuk menyerang Cang Ming dengan tombak miliknya meskipun tidak menggunakan energi qi.
__ADS_1
Cang Ming pun mencoba untuk meladeni serangan Fan Tian tanpa menggunakan energi qi juga.
Namun setelah beberapa saat kemudian, pria yang sudah berusia lima puluh tahun lebih itu, tidak bisa lagi mengimbangi kecepatan dan kekuatan energi muda Fan Tian.
Sehingga ia pun langsung menggunakan energi qi miliknya untuk meladeni serangan Fan Tian.
Hal itulah yang ditunggu oleh Fan Tian agar bisa membuktikan apa yang dia pikirkan mengenai keistimewaan tombaknya itu.
Fan Tian pun segera menggunakan energi qi miliknya secara bersamaan dengan energi elem petir yang kini telah membaluti tombak miliknya.
"Jika teknik Tinju Enam Harmoni bisa dipatahkan olehnya, aku harus menggunakan teknik Pedang Senyap milikku." Pikir Cang Ming dan dengan cepat menghilang bersamaan dengan dicabut pedang miliknya.
Fan Tian yang tidak mengetahui teknik yang digunakan oleh lawannya serta kelebihan dari teknik tersebut, membuat dirinya lengah.
Meskipun ia sempat menangkis serangan pedang Cang Ming, namun pakaian yang berada di posisi pinggangnya, kini telah sobek dan terlihat berwarna merah.
Dengan cepat Fan Tian segera memutarkan tombak miliknya dan menikam ke arah Cang Ming yang kini telah berada di belakang tubuhnya.
Namun Cang Ming masih bisa menepis serangan tersebut dengan pedang miliknya sehingga tidak mengenai sasaran.
Batang tombak tersebut langsung dipukulkan secara horisontal agar Cang Ming tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali menyerang.
Mendapatkan serangan tersebut, Cang Ming langsung melentingkan tubuhnya ke udara untuk kembali menebas leher Fan Tian.
Dengan cepat Fan Tian segera menunduk dan mengarahkan mata tombaknya secara vertikal untuk menusuk Cang Ming.
Serangan tebasan pedang yang gagal itu langsung dilanjutkan dengan menangkis mata tombak Fan Tian.
Namun Cang Ming langsung melepaskan teknik Tinju Enam Harmoni miliknya dengan menggunakan tangan kirinya.
Tubuh Fan Tian yang posisinya saat itu berada dibawah hanya bisa berguling untuk menghindari serangan tersebut.
Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr
Bunyi ledakan enam kali secara beruntun menciptakan lobang di permukaan tanah yang menjadi sasaran serangan tinju Cang Ming karena tidak mengenai sasaran.
Fan Tian segera berdiri setelah berguling untuk menghindari serangan Cang Ming dan kembali bersiap untuk bertarung.
"Gerakan pria itu sangat cepat setelah dia menggunakan energi qi saat bertarung, ternyata kecepatan seorang pendekar master sangat sulit untuk bisa diantisipasi." Pikir Fan Tian.
"Dan serangan pedang miliknya sepertinya telah melukaiku, karena aku merasa pinggang ku mulai terasa perih."
"Sebaiknya aku menggunakan indera pendengaran ku untuk bisa mengantisipasi kecepatannya. Jika tidak, pasti dia bisa membunuhku." Lanjut Fan Tian.
"Pantas saja bocah ini bisa membunuh Mae Kong, ternyata dia benar-benar sangat berbakat, namun meskipun dia bisa menghindari serangan tinju ku, tetapi serangan teknik Pedang Senyap milikku telah melukainya." Gumam Cang Ming.
"Aku harus segera menghabisi bocah ini." Lanjut Cang Ming dan segera menggunakan teknik tertinggi Pedang Senyap miliknya.
__ADS_1
Melihat tindakan Cang Ming, Wang Zijun pun langsung berteriak "Jangan membunuhnya! Biarkan dia tetap hidup, sebab aku membutuhkan informasi darinya!"
~Bersambung~