PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 48. Mendapatkan Informasi


__ADS_3

Lima sosok yang awalnya mengeroyok Bei Feiyan segera pergi melaporkan keberhasilan dari rencana mereka.


"Pangeran! Kami telah melakukan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Dan pemuda itu memakan umpan yang kita berikan, sehingga langsung turun tangan untuk membantu Bei Feiyan." Ucap salah satu dari mereka.


"Bagus! Kalau begitu, kalian sudah boleh pergi dan segera kembali untuk menjalankan tugas kalian masing-masing." Ucap Li Ying sambil tersenyum puas.


Identitas Fan Tian sendiri tidak diketahui oleh ke lima sosok tersebut. Mereka hanya mengetahui jika Li Ying ingin untuk mengendalikan kemampuannya dengan menggunakan Bei Feiyan, untuk menyusun kekuatan dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


Hal itu karena klan Li telah mencurigai setiap pergerakan klan Wang yang telah diketahui oleh mata-mata mereka.


Sebab, meskipun keempat klan besar yang memiliki kekuatan terbesar di Negeri Zhong itu terlihat dari luar baik-baik saja, namun masing-masing dari mereka terus saling mencurigai satu sama lain serta saling mewaspadai pergerakan tiga klan yang lain.


Yang pertama adalah Klan Li. Klan yang sudah turun temurun menjadi penguasa di Negeri Zhong.


Yang kedua adalah klan Wang. Klan yang memiliki bagian dibidang pertahanan, sehingga jabatan sebagai menteri pertahanan maupun jenderal besar di negeri Zhong adalah bagian klan mereka. Meskipun pasukan mereka selalu berada di luar ibu kota Guancheng.


Ketiga adalah Klan Liu. Klan yang bergerak dibidang politik dan pemerintahan, sehingga jabatan perdana menteri adalah puncak pencapaian tertinggi klan mereka.


Dan yang terakhir adalah klan Han. Mereka bertanggung jawab tentang masalah ekonomi Negeri Zhong. Karena pendapatan terbesar Negeri Zhong dihasilkan oleh klan mereka, selain pendapatan dari pajak. Mereka memiliki banyak pendekar sewaan dengan sedikit prajurit.


Klan Li sendiri sangat mewaspadai pergerakan klan Wang, sebab mereka memiliki peluang untuk bisa menggulingkan pemerintahan yang ada dan bisa menjadi penguasa yang otoriter.


Hal itu karena klan Wang memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada dua klan yang lain, sehingga klan Li terus mengawasi pergerakan pasukan klan Wang yang berada di luar ibu kota Guancheng.


Itulah yang membuat lima pendekar yang menjadi bawahan klan Li berpikir jika kemampuan Fan Tian akan dimanfaatkan oleh Li Ying.


Setelah mendengar kabar dari lima pendekar itu, Li Ying pun segera memberitahukan hal itu kepada ayahnya.


***


Fan Tian dan Bei Feiyan pun kini telah tiba dan langsung memasuki penginapan keluarga Han.


Fan Tian pun menghentikan langkahnya dan langsung menatap Bei Feiyan.


"Nona Bei...aku akan menyewakan satu kamar lagi untukmu, agar supaya kau bisa menggunakannya untuk bermeditasi."


Bei Feiyan pun mengangguk pelan menanggapi ucapan Fan Tian.


Fan Tian segera memanggil pelayan di penginapan itu dan memesan satu kamar lagi buat Bei Feiyan sambil menyerahkan biaya sewanya.


Mereka berdua langsung diantarkan oleh pelayan tersebut untuk menuju ke kamar yang akan Bei Feiyan tempati.


Tanpa diketahui oleh Bei Feiyan, Fan Tian segera mengeluarkan obat seperti salep untuk di oleskan ke luka wanita itu.


Setelah pelayan itu pergi, Fan Tian pun segera menyerahkan obat salep yang sudah dia siapkan sebelumnya.


"Ambil ini...cepat kau oleskan ke luka mu itu. Aku akan pergi sebentar..."

__ADS_1


"Jangan pergi dari sini sebelum aku kembali!" Tutup Fan Tian.


Saat Fan Tian hendak pergi, Bei Feiyan langsung berkata.


"Terima kasih tuan atas kebaikan anda. Dan mohon maaf jika aku lancang...apakah aku boleh tahu nama tuan muda?"


"Namaku Zhao Yun!" Jawab Fan Tian singkat.


"Terima kasih tuan muda Zhao!" Ucap Bei Feiyan.


Bei Feiyan sendiri sudah mengetahui nama Fan Tian sebagai Zhao Yun. Namun untuk sekedar berbasa-basi, ia tetap menanyakannya.


Fan Tian pun segera meninggalkan kamar itu dan menutupnya kembali.


Ia segera bergegas pergi ke toko pakaian untuk membelikan beberapa potong pakaian bagi Bei Feiyan.


Sebab pakaian yang digunakan Bei Feiyan saat itu sudah rusak saat melakukan pertarungan, sehingga Fan Tian berinisiatif untuk membelikan pakaian untuknya.


Setelah Fan Tian meninggalkan penginapan, seorang pria segera memasuki penginapan itu dan langsung disambut oleh sang pelayan.


"Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Iya! Aku ingin memesan makanan dan arak terbaik di tempat ini!" Jawab pria itu dengan nada suara yang tegas.


"Baiklah, aku akan segera menyiapkannya... Silahkan tuan pilih tempat untuk tuan tempati." Ucap sang pelayan dengan ramah.


Pria itu pun segera memilih tempat yang nyaman untuk dia tempati. Sedangkan sang pelayan telah pergi untuk menyiapkan pesanannya.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pelayan itu pun kembali bersama dengan pelayan yang lain sambil membawakan pesanan pria itu.


"Tuan, mohon maaf jika lama menunggu." Ucap pelayan itu setelah tiba dan langsung meletakkan diatas meja pesanan pria itu.


Pria itu hanya menanggapinya dengan senyuman dan terlihat sangat bersahabat.


"Tuan, silahkan dinikmati." Ucap pelayan itu lagi.


"Terima kasih atas pelayanannya." Balas pria itu.


"Apakah masih ada lagi yang tuan butuhkan?" Tanya sang pelayan.


Pria itu langsung menatap ke arah dua pelayan yang lain dan kembali menatap pelayan tersebut yang tidak lain adalah kepala pelayan di tempat itu.


Kepala pelayan itu langsung mengerti apa yang pria itu maksudkan. Ia segera memberikan isyarat dengan tangannya agar dua pelayan yang lain segera meninggalkan mereka berdua.


Setelah dua pelayan itu pergi, kepala pelayan itu pun langsung bertanya.


"Apakah ada hal penting yang ingin tuan bicarakan denganku?" Sambil mengecilkan suaranya.

__ADS_1


Pria itu segera meletakkan dua keping koin emas diatas meja dan berkata.


"Jika kau mau memberikan informasi yang aku inginkan, uang itu akan menjadi milikmu." Sambil tersenyum.


"Informasi apa yang tuan inginkan?" Tanya kepala pelayan itu sambil mendekat.


"Aku dengar sebelumnya pangeran Li Ying sempat datang kesini untuk menemui seorang pendekar muda yang menginap di penginapan ini...apa yang mereka bicarakan?"


"Tuan, saat itu, pangeran Li Ying melarang kami untuk tidak mendekat, sehingga aku juga tidak mengetahui hal apa yang mereka berdua bicarakan." Jawab kepala pelayan dengan suara yang seperti berbisik.


Pria itu pun tersenyum setelah mendapatkan jawaban dari kepala pelayan itu dan kembali berkata.


"Sepertinya anda memiliki sedikit informasi. Akan tetapi anda terlihat takut untuk memberitahukannya kepadaku...katakan saja, aku jamin tidak akan ada orang lain yang bisa mengetahui bahwa anda telah memberitahukan hal itu kepadaku." Sambil meletakkan dua keping emas lagi diatas meja.


Mata kepala pelayan itu langsung tertuju ke empat keping emas yang berada diatas meja sambil berpikir.


"Katakan saja...sebab menurutku, tidak ada gunanya juga anda menyimpan rahasia itu." Ucap pria itu lagi sambil menambahkan dua keping emas.


Setelah sedikit menunggu, akhirnya pria itu mencoba untuk memancing kepala pelayan itu dengan mengambil kembali enam keping emas miliknya sambil berkata.


"Baiklah, itu berarti anda tidak menginginkan uang ini." Sambil tersenyum licik.


"Tunggu! Baiklah, aku akan memberikan informasi yang aku miliki." Sambil kedua tangannya menahan tangan pria itu yang akan mengambil kembali uang yang dia tawarkan.


Pria itu segera menghentikan niatnya sambil tersenyum penuh kemenangan dan lanjut berkata.


"Kalau begitu, katakan saja informasi apa yang anda miliki."


"Aku samar-samar mendengar ada nama putri Li Yan yang disebutkan oleh pangeran Li Ying dan juga pendekar muda itu berasal dari Lembah Pengobatan...hanya itu informasi yang aku ketahui." Ungkap kepala pelayan sambil menggenggam enam keping emas ditangannya.


"Putri Li Yan!? Lembah Pengobatan!? Apakah dia salah satu bocah yang lolos dari pembantaian malam itu!?" Pikir pria itu yang mengetahui juga tentang kejadian dua belas tahun yang lalu.


Pria itu juga merupakan salah satu dari kelompok yang membantai keluarga Fan Tian serta orang-orang yang tinggal di Lembah Pengobatan dan juga sosok yang melarikan diri dari Chen Song yang saat itu datang menyelamatkan Chen Zhu.


Itulah mengapa dia merasa terkejut setelah mendengar informasi yang diberikan oleh kepala pelayan itu.


"Apakah dia datang kesini bersama dengan pendekar Chen Song?" Tanya pria itu lagi.


"Tidak! Bukan dia yang datang bersama pendekar Chen Song, melainkan pemuda yang satunya lagi." Jawab kepala pelayan itu.


"Sepertinya pemuda yang satunya lagi adalah bocah yang diselamatkan oleh pendekar Chen Song...aku harus memberitahukan rahasia ini kepada para tetua..."


"Ohh, tidak! Jika aku memberitahukan rahasia ini kepada para tetua...pasti aku akan mendapatkan hukuman yang sangat berat, pasti nyawaku akan melayang, sebab sebelumnya aku telah berdusta kepada mereka." Pria itu mulai bergelut dengan pikirannya sendiri.


"Tuan, apakah aku sudah boleh pergi?" Tanya kepala pelayan.


Pria itu langsung memberikan isyarat dengan tangannya agar kepala pelayan itu segera pergi untuk meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Dengan cepat, pelayan itu segera menyimpan uang yang dia peroleh dan melangkah pergi dari tempat dimana pria itu berada.


~Bersambung~


__ADS_2