
Melihat sikap Fan Tian, tiga sosok selain Pi Yao merasa sangat geram, sehingga secara bersamaan mereka segera menyerang pemuda itu secara bersamaan.
Qi Yuan pun segera meniup serulingnya untuk mengganggu konsentrasi Fan Tian saat ingin menghindari serangan Ping Jing dan Liao Zhongkai secara bersamaan.
Namun dia tidak mengetahui jika kekuatan jiwa Fan Tian sudah teruji saat berlatih bersama dengan kedua orang tua angkatnya yang juga berasal dari sekte aliran hitam.
Meskipun tidak terpengaruh oleh bunyi seruling Qi Yuan, namun dua serangan yang datang secara bersamaan itu tidak bisa dianggap enteng.
Fan Tian langsung menghindari pukulan gada milik Ping Jing dan menangkis serangan golok milik Liao Zhongkai serta melepaskan serangan cakar miliknya yang membuat Ping Jing melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut.
"Benar-benar seorang jenius muda dari sekte Lembah Neraka..."
"Aku tidak menyangka jika dalam waktu belasan tahun ini, ternyata sekte Lembah Neraka bisa menarik kembali kata-kata mereka untuk mundur dari dunia persilatan dan berani muncul lagi dengan mengutus jenius muda mereka." Tutur Ping Jing setelah menghindar serangan cakar Fan Tian.
"Memangnya kenapa jika aku berasal dari sekte Lembah Neraka? Apakah kalian berpikir identitas ku ini bisa membuat aku takut untuk menghadapi kalian berempat?" Balas Fan Tian yang saat itu terus menyerang Liao Zhongkai.
Energi qi berbentuk golok terus menerjang ke arah Fan Tian dan dengan cepat disambut oleh mata tombak pemuda itu.
Melihat situasi Liao Zhongkai yang sudah berada dalam keadaan terdesak, Ping Jing segera memasuki pertarungan dengan memukulkan senjata gada miliknya.
Disisi yang lain, setelah mengetahui jika suara serulingnya tidak mempengaruhi Fan Tian, Qi Yuan pun langsung menggunakan teknik tingkat tinggi miliknya untuk memanfaatkan orang-orang yang berada di sekitar mereka.
Terlihat puluhan penduduk yang tinggal di pinggiran kota Guancheng itu mulai bergerak mendatangi tempat pertarungan dengan mengenggam alat-alat yang biasa membantu mereka untuk bekerja.
"Aku ingin melihat, apakah kau tega untuk melukai penduduk yang tidak bersalah itu!?" Pikir Qi Yuan dengan senyuman liciknya sambil meniup serulingnya.
Setelah merasa memiliki kesempatan untuk memukul Liao Zhongkai, Fan Tian pun langsung melepaskan serangan Cakar Petir Iblis miliknya.
Namun tindakan pemuda itu masih bisa di cegah oleh Ping Jing dengan gadanya.
Mendapatkan kesempatan untuk mundur, Liao Zhongkai pun langsung melompat dan kembali berdiri disamping Pi Yao.
"Saudara Yao, mengapa anda hanya diam saja dan tidak melakukan tindakan apapun kepadanya? Apakah ini berhubungan dengan Chu Ji?" Tanya Liao Zhongkai sambil menatap wanita disampingnya.
"Sepertinya kita tidak perlu saling bertarung dengan orang-orang yang berasal dari sekte Lembah Neraka, sebab kita sama-sama berasal dari sekte aliran hitam..."
"Untung saja saat ini kita berada di ibu kota Negara, sehingga para pendekar yang berasal dari sekte aliran putih tidak bisa berbuat seenaknya untuk menyinggung setiap anggota sekte aliran hitam secara terang-terangan..."
"Jika itu terjadi, apakah kita bisa sebebas ini untuk mengejar pemuda itu agar bisa membunuhnya!?"
__ADS_1
"Pasti hal ini tidak akan pernah terjadi!"
"Dan jika kita menyinggung sekte Lembah Neraka, bukankah kita sedang melemahkan kekuatan sekte aliran hitam!?"
"Untuk itu, sebaiknya kalian tidak membunuh pemuda itu, agar kita tidak menambah musuh lagi untuk kita hadapi...apalagi hubungan sekte kita sangat baik dengan sekte Lembah Neraka." Tutup Pi Yao menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasan Pi Yao, Liao Zhongkai hanya bisa terdiam untuk memikirkan apa yang baru saja dia dengar itu.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Liao Zhongkai pun angkat suara "Saudara Yao, dengan kerja sama kita bersama klan Wang, bukankah tidak ada yang perlu kita khawatirkan lagi!?" Liao Zhongkai menanggapi.
Pi Yao hanya bisa tersenyum dan kembali berkata "Apakah kau tidak memiliki pengetahuan tentang para pejabat yang sering menggunakan segala cara untuk bisa mencapai tujuannya meskipun itu mengorbankan keluarga mereka!?"
"Apa lagi dengan kita yang bukan keluarga mereka, pasti bisa dengan mudah untuk mereka korbankan, sehingga kita harus memikirkan keselamatan diri kita sendiri dan juga sekte kita."
Pi Yao terus memberikan penjelasan kepada Liao Zhongkai agar rekannya itu mengerti alasan mengapa dirinya tidak mengambil bagian dalam pertarungan itu.
Namun alasan yang sebenarnya Pi Yao karena ikatan Fan Tian dengan kedua orang tua angkatnya, sehingga ia tidak ikut bergabung untuk bertarung.
"Jika demikian, mengapa kau tidak menghentikan tindakan kami?" Tanya Liao Zhongkai.
"Itu karena aku ingin melihat sekuat apa bocah ini serta apa lagi teknik rahasia yang dia miliki, sehingga kita bisa mengetahui sehebat apa jenius muda sekte Lembah Neraka ini." Jawab Pi Yao.
"Apakah kau tidak berniat untuk menjejal kemampuan bocah itu lagi?" Tanya Pi Yao.
"Jika mengikuti apa yang kau katakan, aku rasa pertarungan ku sebelumnya itu, sudah cukup untuk menjejal kemampuannya." Jawab Liao Zhongkai.
Meskipun demikian, Liao Zhongkai masih merasa penasaran dengan apa yang dia rasakan saat serangannya tidak memberikan dampak yang serius bagi Fan Tian.
Penduduk kota Guancheng yang telah terpengaruh oleh suara seruling milik Qi Yuan, kini mulai menyerang Fan Tian.
"Sial! Bagaimana bisa aku menyakiti mereka yang tidak bersalah! Dasar iblis! Teganya mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah demi mencapai tujuannya!" Gumam Fan Tian sambil menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh puluhan penduduk kota Guancheng.
Ping Jing yang mendapatkan bantuan tersebut segera bersiap untuk memanfaatkan celah yang akan ditinggalkan oleh Fan Tian untuk melepaskan serangannya.
"Sepertinya kemampuan saudara Qi Yuan sangat membantu kami...bocah itu kini mulai terlihat serba salah untuk menghadapi orang-orang itu." Pikir Ping Jing.
"Namun jika dia menggunakan mayat para pendekar, aku rasa bocah ini tidak bisa berkutik dan dengan mudah bisa terbunuh." Lanjut Ping Jing memuji kemampuan Qi Yuan.
"Bagaimana ini? Jika aku membunuh mereka, pasti aku akan dipersalahkan oleh pejabat kota Guancheng ini...aku harus segera pergi untuk meninggalkan tempat ini." Pikir Fan Tian.
__ADS_1
Saat dirinya hendak pergi meninggalkan tempat itu, Ping Jing dengan cepat segera menyerangnya dengan senjata pemukul miliknya.
"Jangan harap kau bisa melarikan diri dari kami! Kau harus mati ditanganku!" Teriak Ping Jing sambil melepaskan serangan terkuatnya.
Fan Tian yang sudah memikirkan hal tersebut langsung membendung serangan tersebut dengan mata tombaknya.
Energi Qi yang besar milik Ping Jing yang disalurkan ke senjata gada, dalam sekejap langsung menghilang.
Giliran Fan Tian yang menyalurkan energi Qi miliknya dan ditambah dengan energi elemen petir untuk balik menyerang.
Situasi itu tidak terpikirkan oleh Ping Jing, sehingga serangan petir milik Fan Tian langsung menerjang dadanya.
Tubuh Ping Jing langsung terhempas ke belakang dan terjatuh sangat keras ditanah dengan punggungnya.
"Saudara Jing!"
"Saudara Jing!"
Teriak rekan-rekannya saat melihat Ping Jing terkena serangan yang dilepaskan oleh Fan Tian.
Qi Yuan yang saat itu sedang mengendalikan puluhan penduduk kota Guancheng langsung menghentikan tindakannya dan segera pergi untuk melihat kondisi Ping Jing.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Pi Yao dan Liao Zhongkai, keduanya segera melesat ke arah dimana Ping Jing tergeletak.
Fan Tian yang merasa sudah tidak ada hambatan untuk melarikan diri, segera pergi dari tempat itu.
Sedangkan puluhan penduduk kota Guancheng yang saat itu telah terbebas dari pengaruh suara seruling milik Qi Yuan, merasa bingung setelah tersadar.
Mereka hanya bisa memandang satu dengan yang lain yang sama-sama dalam keadaan linglung.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka mendapati ada tiga orang yang sedang sibuk dengan kondisi seorang pria.
"Siapa mereka? Dan mengapa kita bisa berasa ditempat ini? Bukankah sebelumnya aku sedang bekerja di dapur!?" Gumam seorang wanita.
"Sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini." Lanjutnya dan segera pergi berlari meninggalkan tempat itu.
Hal yang sama juga dipikirkan oleh penduduk yang lain dan segera mengikuti wanita yang lebih dulu berlari tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1