
Mendapatkan pertanyaan dari Dong Huang membuat Sung Yunzhi seperti baru saja tercerahkan dengan kondisi Chen Zhu saat itu.
"Apakah kondisi kakak Zhu saat ini berkaitan dengan diriku yang terus mengharapkan kehadiran Zhao Yun?"
"Apakah kakak Zhu menyukaiku juga?"
"Tetapi bagaimana itu bisa terjadi? Bukankah aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri!?"
"Hal itu tidak mungkin terjadi! Sebab kita sudah sejak kecil selalu bersama dan hubungan ke kita sudah seperti saudara kandung...jadi tidak mungkin kita akan menjadi sepasang kekasih."
Sung Yunzhi terus membantin memikirkan kemungkinan hubungannya dengan Chen Zhu. Hingga beberapa saat kemudian Dong Huang kembali membuatnya tersadar.
"Nona Sung, apakah kau sudah menemukan jawabannya?" Tanya Dong Huang lagi.
"Eeee, ti...tidak! Tidak mungkin kakak Zhu menyukaiku, sebab dia sudah menganggapku seperti adik kandungnya sendiri...untuk itu aku tetap akan memilih Zhao Yun." Jawab Sung Yunzhi.
"Jika anggapan mu itu keliru dan memang benar jika Chen Zhu sangat mencintaimu, bagaimana? Siapa yang akan kau pilih?" Dong Huang kembali bertanya untuk menekan Sung Yunzhi.
"Aku tetap akan memilih Zhao Yun, sebab aku sangat memahami pemikiran kakak Zhu, dia telah menganggapku seperti adiknya sendiri, jadi tidak mungkin dia menginginkan diriku untuk menjadi kekasihnya." Jawab Sung Yunzhi yang masih bertahan dengan pemikirannya.
"Baiklah jika kau berpikir seperti itu...tetapi yang perlu kau tahu, bahwa yang sebenarnya Chen Zhu itu memang sangat mencintai dirimu bukan sebagai seorang adik, melainkan sebagai seorang yang ingin dijadikan sebagai kekasihnya...itu yang dia katakan saat aku sempat duduk di sampingnya." Dong Huang mengungkapkan apa yang Chen Zhu sampaikan kepadanya.
"Tetapi ksu harus ingat, dia mengatakan hal itu saat dirinya sedang mabuk, sehingga tidak akan mungkin dia mengakuinya jika sudah kembali pulih." Lanjut Dong Huang.
"Apa benar yang kau katakan itu?" Tanya Sung Yunzhi ingin memastikan.
"Apakah aku punya alasan lain untuk mencoba mengajukan pertanyaan kepadamu untuk memilih kedua orang itu?" Balas Dong Huang.
"Ja...jadi, memang benar kakak Zhu menyukaiku bukan hanya sebatas seorang kakak kepada adiknya!?"
"Bagaimana bisa aku menerima perasaannya kepadaku jika hatiku sudah aku berikan untuk Zhao Yun!?"
"Nona Dong, mungkin kau sedikit keliru saat mendengar ucapannya, sehingga kau berasumsi jika dia menyukaiku bukan sebatas seorang adik."
"Apa untungnya aku mengarang cerita dan menyampaikan kepadamu!? Kau saja yang pikir sendiri, mengapa dia bisa mabuk berat seperti itu?"
"Apakah dia sering mabuk seperti ini sebelumnya?"
Perkataan Dong Huang terus menekan Sung Yunzhi dengan perasaan Chen Zhu kepadanya, sehingga gadis itu kini menjadi semakin dilema.
"Nona Dong, jika itu dirimu, siapa yang akan kau pilih?"
Karena tidak bisa menjawab pertanyaan Dong Huang, akhirnya Sung Yunzhi pun balik bertanya kepadanya.
"Soal! Mengapa pertanyaan itu dia kembalikan kepadaku?" Dong Huang membantin setelah mendapatkan pertanyaan balik dari Sung Yunzhi.
"Bagaimana nona Dong? Aku ingin mendengar pendapatmu, sebab aku sangat bingung untuk bisa menentukan pilihanku." Tutur Sung Yunzhi lagi.
"Aku tidak bisa juga memberikan pendapat kepadamu, sebab bukan aku yang merasakan hal itu." Jawab Dong Huang.
__ADS_1
"Nona Dong, setidaknya berikan sedikit gambaran mengenai pilihan yang harus saya ambil." Sung Yunzhi terus memaksa.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan...menurutku, sebaiknya kau memilih Chen Zhu untuk menjadi kekasihmu, sebab kau sudah sangat mengerti dengan sifat dan tingkah lakunya dan begitu juga sebaliknya." Jawab Dong Huang.
Mendengar jawaban Dong Huang, Sung Yunzhi sedikit terdiam untuk berpikir apakah Jawaban itu juga yang akan dia ambil.
Setelah berpikir, akhirnya Sung Yunzhi pun angkat suara.
"Nona Dong, sepertinya bukan itu yang menjadi hal utama bagiku, sebab kata hatiku sangat ingin memilih Zhao Yun untuk bisa menjadi kekasihku."
"Ternyata dia benar-benar keras kepala...aku pikir sifatku ini yang terlalu naif untuk tetap berusaha agar bisa menerima Fan Tian meskipun dia berasal dari sekte Lembah Neraka, ternyata masih ada juga wanita yang lebih naif dari ku." Dong Huang membantin setelah mendengar keputusan Sung Yunzhi untuk memilih Fan Tian.
Pembicaraan mereka berdua berakhir hingga fajar menyingsing.
Akan tetapi tanpa mereka berdua sadari, ternyata ada sosok pemuda yang juga sedang menguping untuk mendengar pembicaraan mereka.
Dan sosok itu adalah Fei Wuji yang tetap setia ingin mengetahui sebenarnya siapa sosok pria yang Dong Huang sukai.
Sampai pembicaraan keduanya selesai, tidak ada satu nama pun yang diucapkan oleh Dong Huang mengenai sosok pria yang dia sukai.
Sebab pembahasan malam itu yang awalnya untuk menghibur Dong Huang, kini sudah berbalik dan membahas tentang hubungan Sung Yunzhi.
Fei Wuji yang sudah mengetahui jika Sung Yunzhi akan meninggalkan kamar Dong Huang, segera pergi dan kembali ke kamarnya.
"Sial! Sebenarnya siapa pria yang dia sukai? Apakah memang tidak ada pria yang dia sukai karena terbentur aturan disektenya?" Fei Wuji membantin.
"Tetapi bagaimana mungkin dia menyukai pria yang tidak ingin untuk selalu berada disisinya."
"Aku berharap sosok pria yang dia sukai adalah diriku, sehingga aku akan berusaha untuk bisa terus membuatnya merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diberikan oleh orang lain."
"Tetapi bagaimana dengan aturan sektenya? Jika dia melanggarnya, pasti akan mendapatkan hukuman dari sektenya."
Fei Wuji kini merasa terbeban dengan pikirannya sendiri yang memikirkan orang yang sama sekali tidak menyukainya.
Sehingga tindakannya itu hanya membuang energinya secara cuma-cuma.
Saat malam telah berlalu, bangsawan Bian Que segera pergi untuk menemui Chen Song.
Tujuannya untuk mempertanyakan apakah mereka akan meninggalkan kota Guancheng pagi itu atau tidak.
"Tetua Chen! Tetua Chen!" Panggil Bian Que.
Chen Song segera pergi untuk menyambut Bian Que.
Saat membuka pintu kamarnya, Chen Song langsung mempersilahkan Bian Que untuk masuk.
"Tuan Bian! Silahkan masuk!"
"Ada hal penting apa yang ingin tuan bicarakan sehingga masih pagi seperti ini sudah datang menemuiku?" Chen Song langsung bertanya.
__ADS_1
"Tetua Chen, kedatangan ku ini hanya untuk menanyakan mengenai kapan kita bisa kembali ke kota Xiangcheng?" Jawab Bian Que.
"Menurut tuan Bian Que, kapan kita kembali?" Chen Song balik bertanya.
"Bagaimana jika pagi ini saja kita berangkat dari kota Guancheng ini!?" Jawab Bian Que.
"Tetua Chen, mengapa aku berpikir seperti itu, karena rombongan bangsawan Fei akan berangkat pagi ini juga, sehingga akan lebih baik jika kita pergi bersama." Lanjut Bian Que menjelaskan.
"Baiklah, jika itu yang tuan Bian inginkan, aku juga sangat menyetujuinya, karena dengan kekuatan yang kita miliki, pasti tidak akan ada lagi kelompok perampok yang ingin mencoba untuk menyerang kita." Chen Song menanggapi penjelasan Bian Que.
"Jika tetua Chen menyetujuinya, saat ini juga aku akan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan." Ucap Bian Que.
Chen Song pun segera membangunkan Chen Zhu agar bisa bersiap untuk melakukan perjalanan kembali ke sekte mereka.
Dengan terpaksa pemuda itu pun bangun dan segera melontarkan pertanyaan kepada Chen Song.
"Ada apa ini? Mengapa membangunkanku?"
"Zhu'er! Ini aku!" Seru Chen Song.
Mengenal suara Chen Song, putra angkatnya itu segera membuka matanya dan segera memperbaiki sikapnya agar terlihat seperti tidak mabuk.
"Ayah, mengapa membangunkanku? Apakah ada hal penting yang harus kita lakukan?" Tanya Chen Zhu.
"Itu benar! Memang ada hal penting yang harus kita lakukan...dan itu adalah saat ini juga kita akan segera kembali ke sekte." Jawab Chen Song.
Chen Zhu pun segera bergegas bangun untuk membersihkan tubuhnya.
Semuanya segera bersiap untuk melakukan perjalanan kembali ke kota dan sekte mereka.
Karena Fan Tian tidak mengetahui rencana rombongan itu, sehingga dia tidak sengaja keluar dari penginapan dan terlihat oleh Sung Yunzhi.
"Zhao Yun! Aku tidak menyangka jika dirimu ternyata menginap di penginapan ini juga." Sambil berlari menghampiri Fan Tian.
"Mengapa aku bisa terjebak kedalam situasi ini?" Fan Tian membantin.
Keluarga bangsawan Fei, Dui Buqi dan juga Dong Huang hanya bisa diam setelah Sung Yunzhi memanggil nama Fan Tian dengan sebutan Zhao Yun.
Mereka juga langsung menerima alasan yang disampaikan oleh Dong Huang mengenai identitas Fan Tian yang berasal dari Lembah Pengobatan tidak boleh diketahui oleh kelompok yang telah membantai keluarganya.
Dan jika nama itu dipanggil oleh Sung Yunzhi dengan nada suara yang keras, pasti bisa didengar oleh orang lain.
Fan Tian hanya bisa menatap ke arah bangsawan Fei Bin dan putranya serta Dui Buqi dan Dong Huang.
Fei Wuji yang melihat sikap Sung Yunzhi terhadap Fan Tian, langsung merasa legah karena sudah tidak ada lagi sosok yang akan bersaing dengannya untuk bisa memenangkan hati Dong Huang.
Tetapi berbeda halnya dengan Chen Zhu, pemuda itu semakin merasa tersiksa setelah melihat sikap Sung Yunzhi.
~Bersambung~
__ADS_1