
Wang Zijun segera memasuki ruangan dimana sudah ada tiga orang pria yang sedang menunggu kedatangannya.
"Zijun menghadap! Apakah ada tugas penting yang harus aku lakukan?" Tutur Wang Zijun sambil mengambil sikap hormat.
"Zi'er...tidak perlu bersikap formal seperti itu, saat ini kita tidak dalam suatu pertemuan yang resmi, sehingga kau bersikap seperti biasa saja." Balas Wang Heshun yang juga adalah ayah Wang Zijun.
"Ayo, cepat berdiri!" Seru Wang Heshun.
"Baik ayah!" Balas Wang Zijun dan segera berdiri.
"Zi'er, mendekatlah." Ucap Wang Heshun mrmanggil putranya.
Setelah Wang Zijun mendekat, Wang Heshun pun kembali berkata.
"Zi'er, kali ini ayah ingin kau menyelidiki seseorang yang berhubungan dengan putri Li Yan..."
"Li Yan! Dimana dia? Apakah ayah sudah mengetahui keberadaannya?" Wang Zijun merasa sangat terkejut setelah mendengar apa yang ayahnya sampaikan dan segera melontarkan pertanyaan.
"Kau harus tenang! Dan dengarkan terlebih dahulu apa yang akan ayah jelaskan!" Seru Wang Heshun langsung mencegah putranya untuk bertanya lagi.
Wang Zijun langsung terdiam setelah ayahnya memotong pertanyaannya.
"Tentang keberadaan putri Li Yan, aku juga belum tahu, sebab informasi yang aku terima hanyalah sebatas sepenggal informasi yang di peroleh bawahan ku...untuk itulah aku memintamu agar menyelidikinya." Tutur Wang Heshun.
"Apakah kau menerima tugas ini?" Tanya Wang Heshun.
"Iya ayah! Zijun siap melakukan tugas itu!" Jawab Wang Zijun dengan tegas.
"Jika demikian, agar kau bisa memulai penyelidikan mengenai hal itu, kau pergilah ke penginapan tuan Han Chunji dan temukan seorang pendekar muda yang bernama Zhao Yun disana..."
"Sebab menurut informasi yang aku terima, dia saat ini sedang menginap di penginapan itu." Tutur Wang Heshun.
"Baik ayah!" Kata Wang Zijun menanggapi perkataan ayahnya.
"Tetapi kau harus ingat, jangan pernah melakukan suatu kesalahan yang tidak perlu kau lakukan...apalagi melakukan tindakan yang ceroboh, sebab itu bisa menghancurkan rencana besar yang telah aku siapkan..."
"Jika pendekar muda itu memang adalah putra dari putri Li Yan, kau harus menangkapnya dan membawa dia kesini untuk diintrogasi..."
"Apakah kau sudah mengerti?" Tutup Wang Heshun.
"Apakah aku harus menggunakan posisiku sebagai seorang jenderal?" Tanya Wang Zijun ingin untuk memastikan.
__ADS_1
"Silahkan saja...namun jangan melakukan tindakan yang bisa membuat keluarga kita mendapatkan masalah yang serius hingga sampai ke telinga Yang Mulia Raja, sebab jika itu terjadi, aku akan disudutkan oleh tiga klan lainnya." Jawab Wang Heshun menjelaskan.
"Baik ayah! Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun." Ucap Wang Zijun menanggapi.
"Tetapi ayah, yang aku dengar, sepertinya pendekar muda bernama Zhao Yun itu telah membunuh salah satu dari lima pendekar dari sekte Wuyun, bagaimana aku bisa menghadapinya?' lanjutnya.
"Untuk itu, kau akan ditemani oleh pendekar Cang Ming dalam menjalankan tugasmu itu." Jawab Wang Heshun.
"Apakah aku bisa menggunakan segala cara agar mendapatkan informasi dari pendekar muda itu? Sebab yang aku tahu, dia saat ini tidak sendiri,melainkan dirinya selalu bersama dengan beberapa pendekar dari sekte Zhenwu." Tutur Wang Zijun.
"Silahkan kau gunakan cara apa pun. Tetapi kau harus ingat, jangan sampai tindakanmu itu bisa diketahui oleh orang lain." Ucap Wang Heshun menanggapi.
"Baik ayah!"
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba prajurit yang berjaga di depan langsung masuk dan memberitahukan jika ketua perampok yang adalah bawahan Wang Heshun kini sudah berada diluar ruangan itu.
"Suruh dia masuk!" Perintah Wang Heshun.
Prajurit itupun segera keluar dan melakukan apa yang Wang Heshun perintahkan.
Seorang pria dengan perawakan yang terlihat sangat mengintimidasi siapa pun yang melihatnya kini memasuki ruangan itu.
"Leng Cao menghadap menteri Wang Heshun!" Seru pria yang adalah ketua seluruh kelompok perampok dengan sikap hormat.
"Bagaimana perkembangan pekerjaan kalian?" Wang Heshun langsung melontarkan pertanyaan kepada pria yang baru saja tiba tersebut.
"Menteri Wang, mohon ampuni hamba, sebab beberapa hari yang lalu, kami telah menghadapi suatu masalah yang serius, karena ada seorang pendekar muda yang bersama dengan salah satu anggota sekte Zhenwu telah membuat kegiatan kami terganggu untuk sementara waktu..."
"Dan untuk menghindarinya, saat ini kami telah mundur ke kamp pasukan penjaga perbatasan kota."
"Kami juga telah berusaha dengan berbagai cara untuk bisa melenyapkan pemuda itu yang saat ini sedang menginap di penginapan tuan Han Chunji. Namun setiap usaha yang telah kami lakukan itu terus digagalkan olehnya."
Leng Cao terus menjelaskan setiap masalah yang mereka alami. Dan tidak lupa juga dia menyampaikan jika utusannya yang ditugaskan di wilayah bagian utara sampai saat itu belum juga kembali mengantarkan hasil dari setiap kelompok perampok yang ada di wilayah utara dari ibu kota kerajaan.
"Hmmmphh, ternyata kekacauan itu adalah perbuatan kalian...mengapa tidak segera datang untuk melaporkannya kepadaku?" Tanya Wang Heshun dengan tatapan yang tajam.
Leng Cao tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap sosok yang berdiri didepannya itu, apa lagi ada dua sosok pendekar master yang berdiri disamping Wang Heshun yang semakin membuatnya lebih enggan lagi.
"Mohon ampun menteri Wang! Aku tidak segera melaporkannya, sebab aku berpikir bisa mengatasi masalah itu sendiri." Jawab Leng Cao dengan gugup.
"Dasar tidak berguna!" Bentak Wang Heshun.
__ADS_1
"Apakah hanya itu yang membuat mu sehingga datang kesini?" Lanjut Wang Heshun bertanya dengan geram.
Leng Cao pun segera memberitahukan semua informasi yang dia miliki kepada Wang Heshun dan membuat menteri pertahanan itu sejenak terdiam dan kemudian berkata.
"Apa hubungan pemuda itu dengan nona Liu Ruyan? Apakah mereka berdua memiliki hubungan yang spesial..!?"
"Sepertinya masalah ini semakin menarik, jika aku tidak secepatnya bertindak, itu bisa melemahkan posisiku..."
"Karena jika kedua klan itu terus mempererat hubungan mereka, pasti akan lebih banyak pejabat yang akan menentang setiap apa yang aku ajukan kepada Yang Mulia..."
Wang Zijun, Cang Ming dan Huo Yun serta Leng Cao hanya mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut Wang Heshun dan tidak menanggapinya.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Wang Heshun pun segera memutuskan apa yang akan dia lakukan untuk mengatasi masalah yang telah dia pikirkan.
"Pendekar Cang Ming! Kau dampingi Zi'er untuk segera pergi ke penginapan tuan Han Chunji dan temui dia...katakan kepadanya, bahwa pendekar muda itu telah menyinggung salah satu keluarga kita, sehingga aku secara pribadi ingin untuk menangkapnya..."
"Untuk itu, katakan kepadanya agar tidak ikut campur dengan urusan klan kita. Dan jika dia tidak mengindahkan apa yang kau katakan, itu berarti dia sudah tidak lagi menghargai diriku..."
"Dan kau! Bawah anggotamu untuk ikut bersama dengan mereka agar bisa meratakan setiap rintangan yang ada!" Tutup Wang Heshun.
"Baik menteri Wang!" Leng Cao menanggapi.
"Kalian pergilah!" Perintah Wang Heshun.
Tiga sosok tersebut segera pergi meninggalkan ruangan itu dan segera bergegas melaksanakan perintah menteri pertahanan itu.
Leng Cao segera pergi untuk menemui semua pasukannya yang telah berada di luar tembok kota Guancheng agar segera membawa mereka menuju ke penginapan dimana Fan Tian berada.
Sedangkan Wang Zijun, segera pergi ke kamp pasukan miliknya yang berada di dalam ibu kota negeri Zhong itu untuk segera memimpin mereka menuju ke penginapan keluarga Han.
Dua ratus pasukan pemanah dan dua ratus pasukan infanteri yang menggunakan tameng dan tombak panjang serta seratus pasukan berkuda telah disiapkan Wang Zijun untuk mengepung penginapan Han chunji agar bisa menangkap Fan Tian dan yang lainnya.
Setelah lima ratus pasukannya siap, mereka pun segera berangkat untuk menuju ke penginapan Han Chunji.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Leng Cao yang kini sedang bergerak menuju ke penginapan bersama dengan dua ratus pasukannya yang kini tidak menggunakan atribut yang biasa mereka pakai.
Pergerakan kedua kelompok itu, sangat menarik perhatian seluruh penduduk kota Guancheng, sehingga memunculkan berbagai spekulasi didalam pikiran mereka.
Pemandangan itu langsung dengan laporkan kepada kepala pasukan penjaga keamanan kota Guancheng yang pemimpinnya berasal dari klan Li.
Sang pemimpin pasukan pun segera mempersiapkan pasukannya untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.
__ADS_1
~Bersambung~