
Dong Huang dan Bei Feiyan langsung terjatuh karena telah terpengaruh dengan suara seruling yang mereka berdua dengar.
Fan Tian yang melihat hal tersebut segera membawa kedua wanita itu agar tidak akan dimanfaatkan oleh sosok yang belum dia ketahui saat itu.
Sedangkan Fan Tian sendiri dan semua bawahan Wang Zijun tidak terpengaruh dengan suara seruling tersebut.
"Sepertinya suara seruling ini telah mempengaruhi mereka berdua...tetapi dimana posisi orang yang menggunakan seruling ini!? Aku harus segera membawa mereka berdua untuk menjauh dari tempat ini." Pikir Fan Tian.
Namun dari arah belakang, terlihat bawahan Leng Cao, terus mengejarnya dan diikuti juga prajurit Wang Zijun yang berlari di jalan kota Guancheng.
Di penginapan Han Cunji kini.
"Cepat bermeditasi dan segera mengosongkan pikiran kalian agar bisa terlepas dari pengaruh suara seruling ini!" Perintah Chen Song kepada beberapa sosok yang bersama dengannya.
Sedangkan sepuluh orang pendekar beserta bawahan Han Cunji yang lain, kini sedang mencoba untuk melepaskan diri juga dari pengaruh suara seruling yang mereka dengar.
Namun setelah beberapa saat kemudian, puluhan pendekar yang adalah bawahan Han Cunji kini sudah terpengaruh dengan suara seruling tersebut.
Mereka segera menyerang secara membabi buta.
Bo Xiang dan sembilan pendekar ahli lainnya hanya bisa berusaha untuk menghindari setiap serangan bawahan mereka sambil berusaha melawan pengaruh suara seruling.
"Sial! Sepertinya ini perbuatan salah satu pendekar dari sekte Wuyun...apakah mereka adalah bawahan jenderal Wang Zijun juga..!?" Pikir Bo Xiang.
Tidak hanya mereka yang terpengaruh oleh suara seruling tersebut, melainkan seluruh orang yang menginap di penginapan itu kini telah terpengaruh dan mulai saling bertarung satu dengan yang lain.
Kekacauan pun tidak terhindarkan dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa bagi orang-orang yang tidak bersalah.
Han Cunji yang saat itu bisa mengatasi pengaruh suara seruling itu, segera bergegas pergi ke ruangan pribadi miliknya dan langsung mengambil kecapi yang adalah senjata miliknya.
Dengan cepat pria tua itu segera memetik tali kecapi miliknya dan segera melawan bunyi suara seruling milik Qi Yuan.
Keduanya pun mulai bertarung menggunakan senjata yang adalah alat musik tersebut hingga beberapa saat kemudian membuat Qi Yuan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"Sialan! Siapa sosok yang memiliki keahlian yang sama denganku? Sepertinya dia memiliki kemampuan yang lebih unggul dariku." Gerutu Qi Yuan yang kini telah terluka.
Semua orang yang terpengaruh oleh suara seruling milik Qi Yuan kini telah pulih dan hanya bisa terkejut setelah melihat kondisi yang ada disekitar mereka, dimana sudah ada beberapa tubuh manusia yang kini tidak bernyawa lagi.
Sedangkan Dong Huang dan Bei Feiyan kini telah pulih dari pengaruh suara seruling milik Qi Yuan sebab Fan Tian telah membawa mereka menjauh dari jangkauan suara seruling tersebut.
"Tuan Zhao, kita sudah berada dimana?" Tanya Bei Feiyan setelah pulih.
"Tidak perlu banyak bertanya, sebab saat ini kita harus segera bertarung untuk melawan mereka." Balas Fan Tian dan segera melepaskan serangan pisau terbang miliknya.
Tiga orang bawahan Leng Cao langsung roboh saat terkena pisau terbang yang dilemparkan oleh Fan Tian.
__ADS_1
Pedang milik Dong Huang pun langsung tercabut dari sarungnya dan mulai menebas setiap orang yang menyerangnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bei Feiyan.
Pertarungan itu kini semakin berat bagi Fan Tian dan dua wanita itu setelah Wang Zijun dan Cang Ming tiba bersama dengan Leng Cao yang langsung menyerang mereka.
Wang Zijun segera meluncurkan mata tombak miliknya ke arah tubuh Fan Tian yang masih bisa dihindari oleh pemuda itu sambil balas menyerang.
Dong Huang kini sedang bertarung dengan Leng Cao dan Bei Feiyan kini sedang bertarung dengan Cang Ming.
Pertarungan itu terlihat berat sebelah, sebab basis kultivasi Cang Ming berada diatas Bei Feiyan yang adalah seorang pendekar ahli puncak.
"Nona, sepertinya anda tidak perlu memaksakan diri mu untuk bertarung denganku, sebab aku tidak tega untuk bisa melukai wanita cantik sepertimu...bagaimana kalau kita hentikan saja pertarungan ini dan pergi merasakan kenikmatan duniawi yang mungkin belum pernah kau rasakan...apakah kau merasa tertarik dengan tawaran ku itu!?" Sambil tersenyum mesum menatap Bei Feiyan.
"Aku akan mengirimmu ke neraka untuk bisa bercumbu dengan penghuni alam itu! Rasakan ini!" Teriak Bei Feiyan sambil melepaskan serangan ke arah Cang Ming.
Puluhan pedang yang terbentuk dari energi qi miliknya langsung melesat dengan cepat ke arah Cang Ming.
Pria yang basis kultivasinya telah berada di tahap awal pendekar master itu hanya tersenyum dan menangkis serangan Bei Feiyan dengan mudah.
"Sial! Sepertinya dia adalah seorang pendekar master...bagaimana aku sebagai seorang pendekar ahli bisa mengalahkannya!?" Bei Feiyan membantin setelah melihat hasil dari serangan yang dia lepaskan.
Namun wanita itu terus melepaskan serangan untuk bisa menemukan sedikit celah yang akan terlihat karena kelalaian Cang Ming.
Pertarungan yang sengit juga terjadi diantara Dong Huang dan Leng Cao, keduanya saling beradu jurus-jurus pedang dan mencoba untuk saling melukai satu dengan yang lain.
Teknik tombak tersebut belum cukup kuat untuk bisa mengalahkan Wang Zijun yang memang sudah terbiasa dalam suatu pertarungan hidup dan mati.
"Apakah aku harus menggunakan teknik terlarang dari sekte Lembah Neraka?" Pikir Fan Tian sambil menghindari serangan Wang Zijun.
"Apakah kau pikir bisa meloloskan diri dariku? Benar-benar naif pikiranmu itu." Ucap Wang Zijun merendahkan Fan Tian.
Energi qi dan energi petir kini telah menyatuh di batang tombak miliknya dan mulai dilepaskan oleh Fan Tian kearah Wang Zijun.
"Hei bocah! Apakah kau pikir setelah membunuh Mae Kong kau bisa melakukan hal itu kepadaku juga..?"
"Ha...ha...ha...ha..Dasar bodoh!"
"Kau pikir dengan mudah untuk bisa mengalahkan diriku yang adalah jenderal terkuat di negeri Zhong ini?"
"Kau saat ini mungkin sedang bermimpi!"
Wang Zijun terus memprovokasi Fan Tian serta terus merendahkan pendekar muda itu dan sesaat kemudian, puluhan tombak langsung tercipta didepan Wang Zijun dan segera melesat ke arah Fan Tian.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi ledakan terjadi saat Fan Tian membendung serangan Wang Zijun.
__ADS_1
Namun serangan itu membuat tubuh Fan Tian terhempas ke belakang dan dari mulutnya kini terlihat mengeluarkan darah segar.
"Mengapa aku tidak bisa mengalahkannya? Apakah kemampuanku ini memang masih sangat rendah?" Pikir Fan Tian dan mencoba untuk kembali berdiri lagi untuk menghadapi Wang Zijun.
Prajurit yang berada dibawah langsung melepaskan anak panah ke atas atap dimana Fan Tian, Dong Huang dan Bei Feiyan berada saat itu.
Kondisi tersebut membuat kedua wanita itu pun kelabakan untuk menghindari setiap serangan anak panah yang datang serta serangan lawan mereka.
Fan Tian pun segera menangkis puluhan anak panah yang melesat kearahnya dan juga langsung melompat untuk menghindari serangan tombak Wang Zijun.
"Apakah saat ini kau sedang berpikir untuk bisa melarikan diri dariku?" Tutur Wang Zijun.
Fan Tian kembali melemparkan tiga buah bola seperti kelereng ke arah Wang Zijun dan diikuti oleh beberapa pisau terbang.
Selanjutnya hal yang sama juga dia lakukan kepada Leng Cao dan Cang Ming yang saat itu sedang bertarung dengan Dong Huang dan Bei Feiyan.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi ledakan bola-bola yang dilemparkan oleh Fan Tian.
Asap tebal langsung menyebar dan menghalangi pandangan Wang Zijun dan kedua bawahannya. Tidak terkecuali dengan Dong Huang dan juga Bei Feiyan.
Beberapa dari pisau terbang yang melesat ke arah Wang Zijun masih bisa di tepis oleh jenderal negeri Zhong itu, namun salah satu diantaranya masih lolos dan menerjang tubuh jenderal itu.
Tring
Bunyi pisau terbang yang mengenai baju zirah yang dipakai Wang Zijun.
Namun asap beracun itu langsung mempengaruhi Wang Zijun. Tubuh sang jenderal langsung tersungkur.
Sedangkan Fan Tian segera menyelamatkan kedua wanita yang saat itu berada di dalam kepulan asap beracun tersebut.
Dua buah obat penawar langsung diberikan kepada Dong Huang dan Bei Feiyan agar tidak terpengaruh oleh asap beracun yang baru saja mereka hirup.
Sebelum Fan Tian dan dua wanita itu melarikan diri, tidak lupa dia juga melemparkan bom asap beracun itu ke kerumunan prajurit Wang Zijun.
Cang Ming yang melihat jika Wang Zijun telah terpengaruh oleh asap beracun itu, segera melesat untuk menyelamatkan sang jenderal.
Begitu juga dengan Leng Cao. Dirinya juga diselamatkan oleh Cang Ming.
Keduanya langsung menelan obat penawar yang diberikan oleh Cang Ming.
Namun tidak dengan puluhan prajurit Wang Zijun, mereka kini telah tewas akibat asap beracun itu.
~Bersambung~
__ADS_1