PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 58. Pertarungan IV


__ADS_3

Cang Ming segera membatalkan niatnya untuk membunuh Fan Tian dan kembali menggunakan teknik biasa dari jurus Pedang Senyap miliknya.


Pedang yang memiliki ketajaman di salah satu sisinya itu kembali dengan cepat menebas tubuh Fan Tian.


Meskipun pergerakan tubuh Cang Ming sangat cepat, namun kini bisa diikuti oleh Fan Tian melalui ketajaman pendengarannya.


Pemuda itu langsung bergerak satu langkah saja sambil menghunuskan mata tombak miliknya ke arah datangnya Cang Ming yang saat itu belum mencabut pedang miliknya.


Jurus Pedang Senyap itu sangat berbeda dengan jurus pedang yang lain, sebab pedang pemiliknya nanti bisa digunakan setelah sudah bisa melepaskan serangan disaat mencabut pedang itu dari sarungnya.


Sehingga lawan berpikir pemilik jurus tersebut tidak akan menggunakan pedang miliknya untuk menyerang dan hanya bersiap untuk mengantisipasi serangan tangan dan kaki yang akan datang.


Kelalaian itulah yang dimanfaatkan oleh pemilik jurus Pedang Senyap tersebut.


Sehingga Fan Tian segera memanfaatkan senjata tombak miliknya yang memiliki ukuran yang lebih panjang untuk mematahkan serangan teknik tersebut sekalian mematahkan serangan teknik Tinju Enam Harmoni milik Cang Ming.


Mendapatkan serangan dari Fan Tian, Cang Ming langsung berlari Zig-zag untuk mengelabui perhatian pemuda yang menjadi lawannya itu.


Namun Fan Tian tetap memainkan tombaknya dengan terus menusuk ke arah dimana tubuh Cang Ming berlari.


"Sial! Sepertinya dia bisa membaca setiap pergerakan ku dengan pendengarannya!"


"Aku harus memberikan serangan pengalihan agar bisa mengecoh pendengarannya itu, jika tidak, aku tidak akan berhasil untuk bisa mendekatinya."


Cang Ming segera melepaskan serangan tinju miliknya untuk menciptakan suara agar dia bisa menggunakan teknik Pedang Senyap miliknya untuk melumpuhkan Fan Tian.


Enam buah tinju energi qi milik Cang Ming langsung melesat ke arah Fan Tian.


Karena bisa mendengar suara dari serangan itu, membuat Fan Tian mengarahkan mata tombak miliknya ke arah datangnya ke enam tinju tersebut.


Disaat yang bersamaan setelah serangannya hendak berbenturan dengan mata tombak milik Fan Tian, Cang Ming pun melesat untuk mendekati tubuh Fan Tian dan melepaskan serangan teknik Pedang Senyap miliknya.


Namun hal yang tidak dia duga dimana tidak terjadi ledakan saat serangan tinjunya bersentuhan dengan mata tombak Fan Tian.


Dan tanpa dia duga, kini Fan Tian segera menggunakan batang tombak miliknya untuk menepis mata pedang Cang Ming dan bersamaan dengan itu melepaskan teknik Cakar Petir Iblis miliknya.


Kecepatan gerakan Cang Ming yang salah memperhitungkan langkah yang dia ambil ditambah kecepatan serangan Fan Tian tidak bisa diantisipasi, sehingga harus dibayar mahal olehnya.


Duuuaaarrr


Serangan cakar milik Fan Tian langsung merobek perut Cang Ming yang memang saat itu sudah berada dalam posisi terbuka.


"Ackhh!" Teriak Cang Ming setelah merasakan cakar Fan Tian.

__ADS_1


Tubuh Cang Ming langsung terhempas kebelakang sejauh belasan meter.


"Sepertinya saat ini aku sudah bisa melarikan diri dari mereka." Pikir Fan Tian setelah bisa melukai Cang Ming.


Dia berpikir seperti itu karena serangan cakar miliknya itu mengandung racun yang sangat kuat, sehingga Wang Zijun dan Leng Cao pasti tidak akan mengejarnya lagi dan akan berfokus untuk menyelamatkan Cang Ming.


"Sepertinya dia berasal dari sekte Lembah Neraka!" Teriak seorang prajurit setelah melihat teknik yang Fan Tian gunakan.


Dengan menggunakan kekuatan puncak yang dia miliki, Fan Tian segera melepaskan serangan ke arah puluhan prajurit di salah satu sisi agar dia bisa melarikan diri.


Blaaarrr


Setelah bunyi ledakan itu, terlihat puluhan prajurit Wang Zijun dengan seorang komandan pasukan langsung terhempas kebelakang karena tidak sanggup menahan serangan Fan Tian.


Situasi itu langsung dimanfaatkan oleh Fan Tian untuk bisa melarikan diri dari tempat itu.


Karena jalan untuk menuju ke luar kota Guancheng kini telah diblokir oleh ratusan prajurit bersama dengan para pendekar yang adalah bawahan Leng Cao, sehingga Fan Tian memilih mencari tempat yang aman untuk bisa bersembunyi untuk sementara waktu di dalam kota tersebut.


Dan pilihan yang tersedia saat itu menurutnya adalah kediaman klan Liu dimana Liu Ruyan tinggal.


Namun jika dia memilih untuk pergi ke kediaman Liu Ruyan, pasti akan membawakan masalah yang serius bagi klan Liu, sehingga Fan Tian merubah tujuannya.


Akan tetapi perjalanan Fan Tian saat itu tidak berjalan dengan mulus, sebab kini sudah ada empat sosok yang berdiri untuk menghadang jalannya.


"Pendekar Zhao, senang bisa bertemu kembali denganmu..."


"Senang bisa bertemu dengan kalian juga. Dan apa yang senior katakan itu memang benar adanya, sebab saat ini aku sedang terburu-buru." Tutur Fan Tian menanggapi ucapan Qi Yuan.


"Pendekar Zhao, bukankah sebaiknya kau menyempatkan diri untuk minum arak bersama dengan kami!?" Qi Yuan menawarkan.


"Mohon maaf senior, meskipun aku ingin untuk bisa duduk bersama dengan kalian sambil menikmati arak, tetapi saat ini aku tidak bisa." Jawab Fan Tian.


"Saudara Yuan, kau tidak perlu bernasa-basi lagi dengannya...sebaiknya kita habisi saja bocah ini!" Seru Ping Jing sambil bersiap dengan senjata pemukul miliknya.


"Sepertinya kalian berempat sedang memanfaatkan situasi yang saat ini aku hadapi untuk bisa membalaskan dendam kematian saudara seperguruan kalian..."


"Aku tidak menyangka jika aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negeri Zhong ini bisa dilanggar oleh kalian..."


"Apakah kalian tidak takut jika hal ini diketahui oleh penegak hukum yang ada di kota Guancheng ini!?" Tutup Fan Tian menggertak empat sosok didepannya.


"Ha...ha...ha...ha...ha, apa yang ditakutkan oleh kami jika tidak ada satu orang pun yang mengetahui jika kami telah membunuhmu disini!?" Balas Qi Yuan sambil tersenyum licik dengan menunjukkan sikap anggunnya.


"Aku harap kalian tidak lagi mencoba untuk menghalangi diriku, sebab hal itu bisa memberikan kerugian besar bagi kalian untuk yang kedua kalinya." Ucap Fan Tian kembali menggertak dan kembali melesat pergi.

__ADS_1


"Ayo kita kejar dia...dan jika sudah berada di tempat yang sunyi, barulah kita menyerang untuk menghabisinya!" Tutur Liao Zhongkai dan segera melesat untuk mengikuti Fan Tian.


Pi Yao yang merasa memiliki ikatan dengan Fan Tian, hanya bisa mengikuti keinginan tiga saudara seperguruannya.


Fan Tian yang mengetahui jika dirinya sedang diikuti terus waspada dengan serangan yang akan dilepaskan oleh sang penguntit.


Dan tepat berada di lokasi yang sunyi, Liao Zhongkai pun segera melepaskan serangan energi qi miliknya yang disalurkan melalui golok ditangannya.


"Rasakan ini!" Teriak Liao Zhongkai.


Energi qi yang berbentuk seperti golok langsung turun dari atas untuk memotong tubuh Fan Tian menjadi dua bagian.


Pemuda itu langsung melentingkan tubuhnya kesamping agar bisa menghindari serangan tersebut.


"Sepertinya anda sudah tidak sabar lagi untuk bisa membunuhku...bukankah tempat ini masih dekat dengan permukiman penduduk!?" Ujar Fan Tian setelah menghindari serangan Liao Zhongkai.


"Itu agar kau menghentikan tindakanmu untuk berlari dari kami!" Balas Liao Zhongkai.


"Ha...ha...ha...ha...ha, apakah kau tidak berpikir jika aku memang sengaja menuntun kalian hingga bisa tiba di tempat yang sunyi seperti ini!?" Balas Fan Tian ingin memprovokasi Liao Zhongkai.


Sosok yang menggenggam sebuah golok di tangannya itu kini terdiam dan ingin menyerap maksud dari perkataan Fan Tian.


"Apakah kau pikir kami takut denganmu? Terima ini!" Sergah Ping Jing sambil mengayunkan senjata pemukul yang berbentuk seperti gada miliknya.


Fan Tian segera menyambut dengan mata tombak ditangannya untuk membendung serangan Ping Jing.


Dan hal yang sangat mengejutkan bagi Ping Jing, dimana senjata pemukul miliknya tidak bisa menghancurkan mata tombak milik Fan Tian.


Meskipun awalnya terlihat dengan jelas ada dorongan yang kuat di tangan Fan Tian saat menahan pukulan gada milik Ping Jing, namun sedetik kemudian pemandangan tersebut langsung berubah.


Dimana dorongan tersebut langsung terhenti dan terlihat seperti kekuatan penghancur senjata pemukul Ping Jing tidak berguna bagi mata tombak Fan Tian.


"Apa yang terjadi? Mengapa mata tombak miliknya tidak bisa dihancurkan oleh senjata pemukul milikku!?" Gumam Ping Jing dan segera menarik kembali senjatanya untuk melakukan hal yang sama.


"Hmmmphh, sepertinya tombak ini bukanlah tombak sembarangan, aku sungguh sangat beruntung bisa memilikinya...apakah energi yang dia serap itu bisa aku gunakan!?" Pikir Fan Tian sambil tersenyum bahagia.


"Apakah kau sedang menertawai diriku!? Rasakan ini!" Teriak Ping Jing lagi membuyarkan kebahagiaan Fan Tian.


Pemuda itu mencoba menangkis serangan tersebut dengan batang tombak miliknya.


Dan hasilnya sangat berbeda dengan hasil serangan sebelumnya.


Tubuh Fan Tian langsung terdorong jauh kebelakang setelah menahan serangan pukulan gada Ping Jing.

__ADS_1


Meskipun demikian, Fan Tian masih tersenyum bahagia karena semua yang dia pikirkan telah dibuktikan olehnya, dimana mata tombak itu yang bisa menyerap kekuatan setiap serangan lawannya.


~Bersambung~


__ADS_2