
Rombongan saudagar Bian Que yang dikawal oleh Chen Song, Chen Zhu dan Sung Yunzhi kini telah tiba di dermaga kota Fancheng.
Mereka pun segera menurunkan semua barang dagangan yang mereka bawa dan segera mencari tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke ibu kota Negeri Zhong.
"Zhu'er! Yun'er! Karena kalian berdua baru pertama kalinya melakukan perjalanan, kalian bisa jalan-jalan untuk menikmati pemandangan di kota ini." Ucap Chen Song.
Kedua muda mudi itu saling menatap dan mengembangkan senyuman mereka mendengar ucapan Chen Song.
"Yun'er, ayo kita pergi." Ajak Chen Zhu.
Sung Yunzhi segera menganggukkan kepalanya menyetujui.
Keduanya pun mulai berjalan menikmati pemandangan kota Fancheng sambil sesekali memasuki beberapa paviliun yang menawarkan barang-barang bagi siapa pun yang mengunjunginya.
Hingga keduanya pun memasuki sebuah paviliun yang menjual berbagai macam pil dengan kualitas yang berbeda-beda.
"Mari masuk...silahkan pilih saja pil apa yang kalian butuhkan." Ucap seorang penjaga tempat itu menyambut kedatangan keduanya.
"Tuan, apakah disini tersedia pil untuk bisa meningkatkan basis kultivasi seorang pendekar?" Tanya Chen Zhu.
"Iya tuan! Ditempat kami ini menjual pil itu. Namun agar bisa diketahui, harganya tidaklah murah, sebab pil seperti itu saat ini sangat sulit untuk bisa ditemukan semenjak para alkemis yang menghilang secara misterius belasan tahun yang lalu." Jawab penjaga tempat itu.
"Kira-kira berapa harganya?" Chen Zhu kembali bertanya.
"Harganya seribu keping emas." Ucap pria itu.
Chen Zhu dan Sung Yunzhi sangat terkejut dan saling menatap.
"Bagaimana tuan? Apakah anda berniat untuk membelinya?" Tanya penjaga itu.
"Mohon maaf tuan, aku pikir harganya tidak setinggi itu...aku tidak jadi untuk membelinya." Jawab Chen Zhu dengan malu-malu.
"Jika aku telah menguasai dengan benar ilmu alkimia keluarga ku, pasti aku sendiri bisa menciptakan pil itu...sayang aku tidak menguasainya." Pikir Chen Zhu.
"Yun'er, ayo kita pergi." Ajak Chen Zhu.
"Rupanya mereka berdua baru saja turun gunung, sehingga tidak mengetahui jika pil untuk meningkatkan basis kultivasi saat ini sangat sulit untuk bisa ditemukan, sehingga memiliki harga yang sangat mahal." Gumam pria itu.
"Aku tidak menyangka jika pil itu memiliki harga yang sangat tinggi...dengan harga seperti itu, hanya keluarga bangsawan yang bisa membelinya...itupun jika mereka memiliki kekayaan yang sangat banyak." Ucap Sung Yunzhi menghibur Chen Zhu.
Pemuda itu hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Sung Yunzhi. Karena dirinya masih terhanyut dengan pikirannya sendiri.
"Kakak Zhu! Bagaimana kalau kita kembali saja ke penginapan!?" Sung Yunzhi menawarkan.
Chen Zhu pun hanya mengangguk pelan dan melangkahkan kakinya namun terlihat seperti tidak bersemangat.
Sung Yunzhi berpikir jika itu disebabkan karena pemuda itu tidak sanggup untuk membayar pil peningkat basis kultivasi.
Padahal saat itu Chen Zhu sedang mengingat masa kelam yang pernah dia alami saat berusia tujuh tahun.
Kesedihan pun tergambar di wajah pemuda itu karena telah kehilangan orang-orang yang dia cintai dan juga sangat mencintai dirinya.
"Jika aku berhati-hati, mungkin Tian'er tidak akan terjatuh ke dalam jurang itu."
__ADS_1
"Aku tidak bisa melakukan apa yang ayah perintahkan kepadaku, sebab tidak bisa menjaga keselamatan ibu dan juga adik ku."
Saat Chen Zhu memikirkan masa lalunya, tanpa dia sadari air matanya mengalir di pipinya.
Sung Yunzhi pun merasa bingung dengan pemandangan itu.
"Kakak Zhu, apa yang sedang kau pikirkan? Mengapa kau terlihat sesedih itu?"
"Ohh, tidak! Aku tidak apa-apa! Aku hanya teringat dengan keluargaku!" Jawab Chen Zhu seakan terdengar tegar.
Akhirnya keduanya pun tiba di penginapan dimana Chen Song berada.
Sesampainya mereka berdua, Chen Song langsung menyambut mereka dengan pertanyaan.
"Bagaimana jalan-jalan kalian? Apakah ada hal yang menarik yang kalian temukan?"
Keduanya hanya duduk dan tidak menjawab pertanyaan Chen Song.
"Ada apa dengan kalian berdua? Mengapa wajah kalian terlihat sedih seperti itu?" Chen Song kembali bertanya.
"Kami baik-baik saja...kami hanya merasa sangat lelah saja setelah berkeliling di kota Fancheng ini." Jawab Sung Yunzhi.
"Ayah, aku ingin istirahat dulu agar saat kita melakukan perjalanan, stamina ku telah kembali seperti sedia kala." Ucap Chen Zhu.
"Baiklah, silahkan kalian berdua beristirahat." Ucap Chen Song menanggapi.
Keduanya pun segera pergi meninggalkan Chen Song dan menuju ke kamar yang telah disewa oleh bangsawan Bian Que.
"Apakah ini ada kaitannya dengan Lembah Pengobatan?"
Karena merasa penasaran dengan apa yang menyebabkan Chen Zhu bersikap seperti itu, Chen Song pun segera pergi untuk menemui Sung Yunzhi.
"Yun'er...Yun'er" Panggil Chen Song setelah tiba didepan kamar Sung Yunzhi.
Wanita itu langsung membukakan pintu kamarnya dan langsung bertanya.
"Apakah ada hal penting yang ingin tetua Chen bicarakan?"
"Iya! Aku ingin membicarakan mengenai perubahan sikap Chen Zhu." Jawabnya.
"Tetua Chen, mari silahkan masuk."
Setelah keduanya duduk, Chen Song pun kembali bertanya.
"Yun'er, apakah kau mengetahui penyebabnya?"
Sung Yunzhi pun segera menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Chen Song.
Ia pun segera menceritakan apa yang membuat sikap Chen Zhu langsung berubah drastis seperti itu.
"Sepertinya benar dugaanku, dia kembali mengingat masa kelam yang pernah dia alami sehingga kehilangan seluruh keluarganya." Gumam Chen Song yang dapat didengar oleh Sung Yunzhi.
"Mengapa tetua Chen berkata seperti itu? Apa hubungannya dengan pil peningkat basis kultivasi itu?" Tanya Sung Yunzhi penasaran.
__ADS_1
"Yun'er...Chen Zhu berasal dari Lembah Pengobatan dan dia bermarga Fan."
"Aku memberikan margaku agar orang-orang yang mencarinya tidak bisa menemukannya."
"Mengenai hubungan dengan pil peningkat basis kultivasi itu...keluarganya adalah seorang alkemis yang hebat, sehingga bisa menciptakan pil peningkat basis kultivasi seperti itu."
"Itulah mengapa dia bisa mengenang kembali masa lalunya setelah mendengar penjelasan penjaga toko itu."
Mendengar penjelasan Chen Song, akhirnya Sung Yunzhi pun segera memahami sesedih apa Chen Zhu saat itu.
"Tetua Chen, aku akan pergi untuk menemuinya. Mungkin aku bisa menghiburnya dan dia bisa melupakan kesedihannya itu."
"Baiklah, tetapi kau juga jangan terlalu memaksakan diri jika dia tidak ingin dihibur." Pesan Chen Song.
Keduanya pun keluar dari kamar Sung Yunzhi dan berjalan menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing.
"Kakak Zhu! Apakah aku boleh masuk?" Tanya Sung Yunzhi untuk mendapatkan ijin.
"Masuk saja." Balas Chen Zhu dari dalam.
Sung Yunzhi pun segera membuka pintu kamar yang ditempati oleh Chen Zhu dan masuk.
"Kakak Zhu...bagaimana keadaanmu? Apakah sudah baikkan?"
"Iya! Saat ini aku sudah lebih baik dari sebelumnya." Jawab Chen Zhu mencoba untuk bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Kalau begitu, ayo senyum, agar tidak terlihat jelek..." Ucap Sung Yunzhi menggoda.
"Apakah kau sedang meledekku?" Tanya Chen Zhu sambil tersenyum.
Keduanya pun saling bercanda dan dari wajah Chen Zhu kini telah terlihat memancarkan kebahagiaan.
Chen Zhu segera melawan kesedihannya agar Sung Yunzhi tidak larut juga dengan kesedihan yang dia rasakan.
Situasi itu diketahui oleh Chen Song yang sengaja kembali untuk mengetahui tanggapan Chen Zhu dengan apa yang akan dilakukan oleh Sung Yunzhi.
Sedangkan kedekatan keduanya semakin melebarkan senyuman Chen Song, sebab memang sejak bakat Chen Zhu mulai terlihat, dirinya langsung dijodohkan dengan Sung Yunzhi oleh Sung Luan yang diberitahukan kepada Chen Song.
Akan tetapi karena tidak ingin memaksakan perjodohan itu, sehingga Chen Song meminta Sung Luan agar membiarkan hubungan itu terbangun dengan sendirinya.
Itulah mengapa keduanya selalu bersama sejak ayah Sung Yunzhi memutuskan perjodohan itu.
Keesokan harinya, akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kota Fancheng.
Panji milik sekte Zhenwu dan panji identitas Chen Song sebagai tujuh pahlawan sekte Zhenwu kini telah dikibarkan.
Hal itu untuk menunjukkan kepada para perampok agar tidak mengganggu mereka, karena akan berakibat fatal jika berhadapan dengan Chen Song.
Dan trik itu memang sangat efektif, sebab perjalanan mereka tidak ada satupun hambatan saat melewati setiap daerah yang sering terjadi perampokan.
Namun pada akhirnya, saat rombongan mereka hendak melewati hutan yang terletak diantara kota Suchang dan ibu kota negeri Zhong. Tiba-tiba rombongan mereka di sergap oleh para perampok.
~Bersambung~
__ADS_1