PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 26. Di Kediaman Keluarga Liu


__ADS_3

Saat memasuki kota Guancheng, Sung Yunzhi pun segera memberitahukan kepada Liu Ruyan jika dirinya akan turun untuk mencari penginapan.


Namun tindakannya itu disanggah oleh Liu Ruyan, sebab menurutnya Sung Yunzhi beristirahat saja di kediamannya.


"Nona Liu, terus bagaimana dengan tuan Zhao Yun?" Tanya Sung Yunzhi kepada Liu Ruyan.


"Dia juga akan ku ajak juga untuk menjadi tamuku." Jawab Liu Ruyan.


"Pendekar Chuo Ran! Apakah pria yang menolong nona ini masih bersama dengan rombongan kita?" Tanya Liu Ruyan.


"Iya nona! Dia sedang berlari mengikuti kita dari belakang." Jawab Chuo Ran.


"Ohh, kalau begitu tolong sampaikan pesan ku kepadanya untuk tetap bersama dengan kita, karena aku mengundangnya ke kediaman kita." Tutur Liu Ruyan.


"Baik nona!" Balas pria itu dan segera pergi untuk menyampaikan pesan Liu Ruyan.


"Tuan! Kau diundang nona kami untuk pergi ke kediaman keluarga bangsawan Liu." Tutur Chuo Ran.


"Tuan! Bagaimana bisa nonamu mengundang pria yang berpenampilan seperti ini?" Balas Fan Tian.


"Maaf tuan! Aku tidak tahu dengan hal itu, yang terpenting adalah anda diundang oleh nona kami."


"Baiklah, katakan kepadanya bahwa aku menerima undangan tersebut." Ucap Fan Tian yang sedang berlari.


Chuo Ran pun segera menyampaikan juga apa yang Fan Tian katakan kepadanya.


Setelah diberitahukan oleh Chuo Ran, Liu Ruyan pun langsung tersenyum bahagia.


Sung Yunzhi yang melihat tingkah wanita yang duduk didepannya itu merasa penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Liu Ruyan sehingga membuatnya tersenyum.


"Sepertinya nona Liu Ruyan menyukai Zhao Yun setelah melihat ketampanannya..."


"Tetapi bagaimana bisa dia menyukai seorang pemuda miskin seperti Zhao Yun itu? Apa lagi dengan penampilannya yang tidak terlihat menarik seperti itu!?"


Sung Yunzhi terus memikirkan sikap Liu Ruyan yang pada akhirnya ia merasa seperti tidak ingin untuk memuluskan rencana dari putri bangsawan itu.


"Nona Liu, mohon maafkan aku karena tidak bisa ikut bersama denganmu, sebab saat ini aku merasa kekuatanku sudah kembali pulih seperti semula" Ucap Sung Yunzhi.


"Apalagi saat ini, aku juga akan pergi untuk mencari keberadaan saudara seperguruan ku yang kemungkinan besar sudah berada di kota ini."


"Begini saja, bagaimana kalau nona Sung Yunzhi mampir saja untuk minum teh bersama denganku? Anggap saja sebagai tanda jika kita adalah teman."


"Baiklah...sebenarnya aku tidak ingin selalu menyibukkan nona Liu Ruyan...menurutku, bantuan nona yang telah memberikan tumpangan kepadaku saat ini sudah sangat merepotkan."


"Nona Sung tidak perlu berkata seperti itu, sebab sebagai seorang teman, sudah seharusnya kita saling membantu."


"Tetapi kita baru saling mengenal satu sama lain, bagaimana nona Liu Ruyan bisa menganggapku sebagai seorang teman? Aku takut suatu saat nanti nona Liu akan kecewa berteman dengan ku."


"Aku sangat yakin, jika aku berteman dengan nona Sung Yunzhi, pasti akan mendapatkan keuntungan, karena aku sangat suka dengan sikap nona Sung Yunzhi yang tidak terlihat seperti seorang pendekar wanita lainnya."


"Nona Liu Ruyan terlalu memujiku! Terima kasih atas pujianmu!" Tutur Sung Yunzhi sambil memberikan hormat kepada Liu Ruyan.


"Nona Sung Yunzhi tidak perlu bersikap formal seperti itu, aku merasa tidak enak hati menerimanya." Liu Ruyan menanggapi sambil memegang kedua tangan Sung Yunzhi sebagai isyarat agar ia tidak melakukan hal itu.


Akhirnya rombongan mereka pun tiba di kediaman keluarga bangsawan Liu dan langsung disambut oleh para pelayan.


"Nona Sung, kita sudah sampai, ayo mampir untuk menikmati teh bersama denganku." Ajak Liu Ruyan.


Keduanya pun segera turun dari kereta kuda itu dan berjalan memasuki kediaman Liu Ruyan.

__ADS_1


Sebelum itu, Liu Ruyan telah menyuruh Chuo Ran untuk mengantarkan Fan Tian ke kediamannya juga.


"Nona Liu, silahkan masuk!"


"Silahkan duduk!"


"Terima kasih nona Liu!"


"Nona Liu! Tuan Zhao Yun telah tiba!" Seru Chuo Ran.


"Suruh dia masuk!" Balas Liu Ruyan.


"Baik!" Chuo Ran pun segera pergi untuk mempersilahkan Fan Tian masuk.


"Tuan Zhao Yun, nona kami menyuruh anda untuk masuk."


"Baik! Terima kasih tuan atas pelayanannya!" Tutur Fan Tian sambil memberi hormat.


Fan Tian pun segera memasuki kediaman Liu Ruyan dan langsung disambut oleh wanita itu.


"Tuan Zhao Yun, silahkan duduk!"


"Terima kasih nona Liu! Namun sebagai pemberitahuan, aku tidak akan berlama-lama disini, sebab aku memiliki tujuan yang sangat penting juga!" Ujar Fan Tian.


Pemuda itupun segera duduk dan menatap ke arah Sung Yunzhi.


"Nona, apakah anda sudah merasa lebih baik?"


Sung Yunzhi pun menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Fan Tian.


Liu Ruyan yang masih merasa penasaran dengan wajah Fan Tian dengan malu-malu berkata.


"Ohh, iya! Tidak mengapa!" Balas Fan Tian dengan perasaan canggung sambil membuka topi caping yang dia pakai.


Ketampanannya pun langsung terlihat oleh kedua wanita cantik itu.


"Ternyata dia benar-benar tampan jika tidak menggunakan penutup kepala itu." Pikir Sung Yunzhi.


Hal yang sama juga yang dipikirkan oleh Liu Ruyan.


"Ayo! Silahkan di nikmati tehnya." Ucap Liu Ruyan.


Mereka pun berbincang-bincang sambil melirik satu dengan yang lain.


Fan Tian merasa sangat risih saat duduk bersama dengan kedua wanita itu yang terus memperhatikan dirinya.


Setelah malam semakin larut, Liu Ruyan pun segera berkata.


"Nona Sung! Tuan Zhao! Sebaiknya kalian berdua untuk malam ini, beristirahat saja disini sebelum melanjutkan perjalanan kalian... Bagaimana?"


Keduanya seperti mendapatkan komando, saling menatap satu sama lain dan secara bersamaan menganggukkan kepala untuk menyetujui saran Liu Ruyan.


Liu Ruyan pun segera menyuruh pelayannya untuk menyiapkan kamar bagi keduanya.


Malam itu Fan Tian dan Sung Yunzhi pun beristirahat dikediaman keluarga bangsawan Liu.


Sung Yunzhi tidak bisa tidur memikirkan keselamatan Chen Zhu dan segera keluar dari kamarnya untuk menuju ke salah satu gazebo yang ada di tengah taman.


Rembulan yang masih memancarkan cahayanya meskipun bentuknya sudah tidak lagi terlihat utuh seperti malam sebelumnya, menambah indahnya taman bunga ditempat itu.

__ADS_1


Hal yang sama pun dilakukan oleh Fan Tian.


Tanpa sengaja ia menatap ke arah gazebo dan melihat sosok wanita yang masih menggunakan jubah miliknya untuk mendapatkan kehangatan dimalam yang dingin itu.


"Sepertinya itu nona Sung...sebaiknya aku pergi untuk menghampirinya." Gumam Fan Tian yang sudah mengetahui nama Sung Yunzhi saat menikmati teh bersama.


"Nona Sung, mengapa anda belum beristirahat?" Tanya Fan Tian setelah tiba di gazebo itu.


"Ehhh, tuan Zhao...mengapa anda belum beristirahat juga?" Balas Sung Yunzhi sambil tersenyum menyambut kedatangan Fan Tian.


"Aku tidak bisa tidur." Jawab Fan Tian.


"Bagaimana dengan nona Sung?" Fan Tian balik bertanya.


"Aku sedang memikirkan tentang keselamatan saudara seperguruan ku serta seorang tetua yang membawa kami berdua."


"Apakah saat anda mencoba untuk melarikan diri, mereka juga sedang bertarung dengan para perampok yang lain?"


"Iya! Itulah yang membuatku merasa tidak khawatir dengan keselamatan mereka."


"Jika demikian, bagaimana kalau besok aku menemanimu untuk pergi mencari saudara seperguruan dan tetua itu!?" Fan Tian memberikan tawaran sekalian mengajukan diri untuk membantu Sung Yunzhi.


"Apakah itu tidak akan merepotkan anda?" Tanya Sung Yunzhi.


"Ahh, tidak! Itu tidak merepotkan bagiku... Apalagi, aku juga berniat untuk membasmi kelompok perampok itu."


"Baiklah! Terima kasih karena anda dengan senang hati bersedia untuk membantuku."


"Nona Sung tidak perlu berterima kasih, sebab sudah seharusnya kita memberantas para perampok itu, sebab mereka sering melakukan kejahatan hampir di seluruh wilayah Negeri Zhong ini."


"Terus, bagaimana dengan tujuan tuan Zhao? Apakah tidak akan tertunda karena membantuku?"


"Tidak, sebenarnya itu hanya alasan ku saja, sebab aku merasa tidak nyaman berada di kediaman semegah ini." Jawab Fan Tian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta tersenyum malu.


Sung Yunzhi pun ikut tersenyum setelah mendengar jawaban konyol Fan Tian.


Keduanya pun semakin terlihat sangat akrab setelah pembicaraan malam itu hingga mereka berdua kembali ke kamar mereka masing-masing.


***


Di penginapan tempat bangsawan Bian Que dan Chen Song serta Chen Zhu beristirahat, terlihat ada beberapa sosok berpakaian serba hitam sedang mencari sesuatu.


Dan sosok berpakaian serba hitam itu tersebar juga di atas atap bangunan yang lain yang berdekatan dengan penginapan itu.


Chen Song dan Chen Zhu yang saat itu sedang bermeditasi untuk bisa mengembalikan kekuatan mereka, bisa mengetahui pergerakan kelompok tersebut.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan pergerakan beberapa sosok ini...apakah mereka sedang mencari keberadaan kita?" Pikir Chen Song.


Sama halnya dengan apa yang dipikirkan oleh Chen Zhu.


Keduanya pun segera menyudahi meditasi mereka dan segera bangkit.


"Apakah ayah mengetahui juga pergerakan beberapa sosok itu?" Tanya Chen Zhu.


"Iya! Kita harus pergi ke kamar tuan Bian Que untuk bisa melindunginya." Balas Chen Song.


Chen Zhu pun menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan oleh ayah angkatnya itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2