PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 66. Berlatih Tanding


__ADS_3

Setelah mendapat petunjuk dari Li Ying, Fan Tian kini mulai memikirkan setiap penjelasan yang dia telah kuasai dari salinan kitab yang dia baca.


"Apakah anda terlalu meremehkan kemampuanku sehingga terlalu terbuka seperti ini!?" Tutur Li Ying sambil melepaskan tebasan ke titik terbuka ditubuh Fan Tian.


Ia tidak sempat menghindar dan hanya memblokirnya dengan bilah pedang miliknya.


Blaaarrr


Bunyi ledakan saat serangan tebasan pedang milik Li Ying menerjang bilah pedang milik Fan Tian.


Meskipun sempat memblokir dengan bilah pedang ditangannya, namun tindakannya itu sedikit terlambat, sehingga kekuatan dorongan energi yang dilepaskan oleh Li Ying itu, membuat bilah pedang tersebut mengenai dadanya.


Tubuh Fan Tian langsung terdorong ke belakang sejauh belasan meter dan menciptakan dua garis lurus di permukaan tanah yang tercipta oleh kedua kakinya.


"Uhuk...uhuk!"


"Sial! Ternyata paman Ying tidak main-main dalam melepaskan serangan."


"Itu karena konsentrasi ku terganggu dengan setiap perkataan serta petunjuk yang ada didalam salinan kitab itu..."


"Tetapi tidak mengapa, karena saat ini aku mulai memahami bagaimana caranya aku menggunakan teknik pedang ini." Tutup Fan Tian dan menatap Li Ying.


Kejadian itu membuat Dong Huang merasa sangat khawatir karena serangan Li Ying telah membuat tubuh Fan Tian terdorong belasan meter ke belakang.


"Zhao Yun! Apakah kau baik-baik saja?" Teriak Dong Huang.


"Iya! Aku baik-baik saja, itu karena Pangeran masih berbaik hati padaku, sehingga hanya melepaskan separuh dari kekuatannya." Jawab Fan Tian.


"Jika tidak, pasti aku sudah terluka parah." Lanjutnya.


Setelah mendengar jawaban Fan Tian, hati Dong Huang langsung merasa tenang kembali.


"Apa katanya!? Aku hanya melepaskan separuh kekuatanku? Sial! Sepertinya dia menganggap remeh serangan ku barusan, padahal itu adalah kekuatan puncak pada tahap kedua dari jurus tersebut." Li Ying membantin dengan sedikit menggerakkan giginya.


"Apakah paman Ying belum menguasai tahap ketiga dari teknik pedang ini!? Aku ingin mencoba untuk mengetahuinya." Pikir Fan Tian.


"Apakah kita sudah bisa memulai kembali pertarungan kita!?" Tanya Li Ying.


"Mari kita lanjutkan." Ucap Fan Tian dengan santai menanggapi pertanyaan Li Ying.


Keduanya pun secara bersamaan langsung melesat untuk kembali bertarung.


Kini serangan Fan Tian sudah berbeda dari sebelumnya dan mulai membuat Li Ying tersudut.

__ADS_1


"Sial! Apakah sebelumnya dia hanya ingin mengetes kemampuan ku? Mengapa saat ini serangannya mulai terasa sangat mematikan dan membuat diriku tersudut seperti ini!?" Li Ying bergumam sambil menghindari dan menangkis serangan Fan Tian.


Saat ini terlihat Fan Tian lebih mendominasi dari pada Li Ying, sehingga sang pangeran tidak memiliki kesempatan lagi untuk balas menyerang dan hanya terus bertahan.


"Mengapa paman Ying tidak bisa balas menyerang diriku? Padahal aku baru saja menggunakan teknik pedang ini pada tahap pertama." Pikir Fan Tian heran.


Tahap pertama teknik pedang itu adalah melihat setiap titik lemah sang lawan dan secara bersamaan melepaskan serangan.


Sehingga teknik dasar dari jurus pedang tersebut kini mulai berubah lebih mematikan lagi.


Akan tetapi hal tersebut tergantung pada siapa yang menggunakan teknik pedang keluarga Li dengan cepat bisa menilai titik lemah sang lawan dan secara bersamaan melepaskan serangan.


Jika terlambat sedikitpun, serangan itu masih bisa dipatahkan oleh setiap lawan yang akan dihadapi.


Sehingga kesempatan untuk bisa memberikan tekanan yang sangat berarti bagi setiap lawan tidak akan terjadi.


Itulah yang membedakan kedua serangan yang dilepaskan oleh Li Ying dan Fan Tian.


Li Ying selalu terlambat menilai titik lemah Fan Tian dan menyerangnya, sedangkan Fan Tian dengan cepat bisa mengetahui titik lemah Li Ying dan secara bersamaan melepaskan serangan.


Sudah puluhan jurus yang dikeluarkan oleh keduanya, namun pada tahap yang berbeda.


Fan Tian masih menggunakan teknik pedang tahap pertama, sedangkan Li Ying menggunakan teknik pedang tahap kedua dimana terus mencari titik buta yang Fan Tian miliki.


Karena, meskipun Li Ying menggunakan teknik pedang tahap kedua, namun ia tidak akan memiliki peluang untuk menyerang, sebab dirinya saat itu harus menghindari atau menepis setiap serangan Fan Tian yang secara bersamaan melepaskan serangan setelah mengetahui titik lemah miliknya.


"Teknik pedang ini memang sangat mematikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi lawan untuk bisa balas menyerang...aku merasa semakin tertarik untuk bertarung dengan menggunakan senjata pedang..." Pikir Fan Tian sambil terus menyerang Li Ying.


"Bagaimana jika aku bertarung lebih serius lagi? Apakah aku bisa mengalahkan paman Ying?" Lanjut Fan Tian berpikir dan langsung mempercepat serangan serta meningkatkan kekuatan energi qi miliknya.


Situasi itu semakin membuat Li Ying kelabakan dan tiba-tiba ledakan keras pun terjadi.


Tubuh Li Ying langsung terhempas kebelakang saat terkena serangan Fan Tian.


Untung saja bertepatan dengan itu, Fan Tian masih bisa sedikit menahan sebagian energi qi miliknya.


Jika tidak, pasti Li Ying akan mendapatkan luka dalam yang cukup serius.


Dong Huang dan Bei Feiyan langsung terkejut dengan kejadian tersebut, namun dengan kekhawatiran yang berbeda.


Dong Huang khawatir jika Li Ying tersinggung dengan tindakan Fan Tian dan murka. Sedangkan Bei Feiyan merasa khawatir dengan keselamatan sang pangeran.


"Pangeran! Mohon ampun atas kelancanganku!" Seru Fan Tian sambil memberikan sikap hormat setelah melihat tubuh Li Ying terbaring di tanah sejauh belasan meter darinya.

__ADS_1


"Untung saja aku sedang menggunakan baju benang baja milikku, jika tidak, pasti aku sudah terluka parah akibat serangannya itu..." Li Ying membantin dan kembali bangkit berdiri.


"Tidak perlu pendekar Zhao bersikap seperti itu, sebab hal itu sudah sewajarnya aku terima... Karena jika itu terjadi di medan pertempuran yang sesungguhnya, pasti lawanku tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk membunuhku...untung saja saat ini kita hanya berlatih tanding." Balas Li Ying menanggapi perkataan dan sikap Fan Tian.


"Pangeran! Terima kasih atas kebaikanmu! Seru Fan Tian lagi dan masih tetap dalam sikap hormat.


" Pendekar Zhao, berdirilah...saat ini kita berlatih tanding sebagai seorang pendekar...untuk itu, jangan bersikap seperti itu lagi." Ucap Li Ying.


Fan Tian pun akhirnya bangkit berdiri dan menatap Li Ying penuh selidik.


Mendengar tanggapan Li Ying, kecemasan Dong Huang pun kembali hilang. Begitu juga dengan Bei Feiyan.


"Pendekar Zhao, latihan untuk hari ini, cukup sampai disini saja...pada hari ini aku sangat bangga karena bisa bertukar beberapa jurus ilmu pedang dengan anda yang adalah seorang jenius muda di negeri Zhong ini." Tutur Li Ying.


"Kedepannya, aku ingin berlatih tanding lagi dengan anda dan ingin meminta sedikit petunjuk atas kelemahan teknik pedang yang aku miliki." Lanjutnya dan segera melangkah pergi.


Raut wajah tiga sosok yang masih berada di tempat itu kini kembali berubah suram, sebab tingkah sang pangeran sangat mencurigakan.


"Apakah pangeran telah terluka oleh serangan ku barusan dan mencoba untuk merahasiakannya dariku!?" Pikir Fan Tian.


Hal yang sama juga yang dipikirkan oleh Dong Huang dan Bei Feiyan, keduanya sangat yakin jika sang pangeran telah terluka.


Dan benar saja, setelah bisa memastikan ketiga orang itu sudah tidak bisa melihatnya, Li Ying pun segera menotok titik meridian miliknya agar menghentikan kerusakan yang terjadi didalam tubuhnya.


Li Ying segera pergi untuk menemui ayahnya agar luka dalamnya itu, dapat diobati.


"Ada apa denganmu? Mengapa kau terlihat seperti sedang terluka parah?" Sergah Li Zian menyambut kedatangan Li Ying.


"Ayah! Tolong bantu aku untuk menyembuhkan luka dalam ku ini." Ucap Li Ying.


Sontak saja Li Zian langsung terkejut setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh putranya itu.


"Siapa yang melakukan hal ini? Apakah jenderal Zijun?" Tanya Li Zian dengan penuh emosi.


"Tidak ayah, bukan dia." Jawab Li Ying.


"Terus siapa yang melakukan hal ini kepadamu?" Tanya Li Zian.


"Aku akan memberitahukan nanti setelah ayah menolongku." Balas Li Ying menanggapi pertanyaan Li Zian.


Akhirnya Li Zian menahan rasa penasarannya dan mulai menyalurkan energi qi miliknya agar bisa menyembuhkan putranya itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2