PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 14. Menghabisi Perampok


__ADS_3

Serangan Fan Tian langsung mengenai salah satu anggota kelompok yang menyerangnya.


Sosok yang terkena serangan cakar Fan Tian langsung terkapar di tanah dan tidak bernyawa lagi.


"Gawat! Dia adalah anggota sekte Lembah Neraka yang sesungguhnya, kalian semua harus berhati-hati untuk melawannya!" Teriak sang pemimpin.


"Hmmmpphh...kalian pikir bisa lolos dari serangan ku? Rasakan ini!" Gumam Fan Tian sambil menembakkan jarum-jarum beracun miliknya.


Serangan jarum beracun milik Fan Tian langsung mengenai sepuluh orang yang ingin mengeroyok dirinya.


"Apa yang dia lakukan? Mengapa aku tidak bisa melihat dan mendengarnya?" Pikir sang pemimpin.


Fan Tian kini berdiri tegak seperti ingin menunggu diserang oleh lawannya.


Akan tetapi beberapa saat kemudian, sepuluh orang yang mengepungnya langsung ambruk ke tanah dengan mulut berbusa dan mengejang.


"Kalian telah salah menggunakan nama besar sekte Lembah Neraka untuk menjadikan kambing hitam atas setiap tindakan kalian!"


"Untuk itu, aku harus membuat perhitungan dengan setiap kelompok yang selalu melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan sekte Lembah Neraka."


"Ayo mundur!" Teriak sang pemimpin.


"Tidak semudah itu kalian bisa meloloskan diri dariku." Ucap Fan Tian dan segera mengejar sang pemimpin.


Dirinya berniat untuk menangkap pria itu agar bisa mendapatkan informasi darinya.


"Sial! Sepertinya dia sedang mengejarku! Aku harus bisa melarikan diri darinya!" Gumam sang pemimpin dan semakin menambah kecepatan larinya ditengah hutan.


Beberapa saat kemudian pria itu pun terjatuh karena salah satu kakinya terantuk sebuah dahan pohon.


Buuukkk


"Achhkkk...sial! Aku harus bisa melarikan diri darinya." Gumam pria itu lagi.


Karena saat itu adalah malam hari sehingga sangat sulit untuk bisa berlari ditengah hutan, sehingga pria itupun tidak bisa mengantisipasi dahan pohon yang akan dia lewati.


Fan Tian dengan mudah bisa menyusulnya dan kini sudah berdiri tepat dibelakang pria itu.


Saat pria itu hendak berdiri dan kembali ingin melarikan diri. Tiba-tiba sebuah tendangan mendarat tepat di punggungnya.


Buuukkk


"Achhkkk!"


"Apakah kau berniat untuk melarikan diri dariku?"


"Sebaiknya urungkan saja niatmu itu dan segera ungkapkan saja siapa dalang dari setiap tindakan kalian yang selalu mengatasnamakan sekte Lembah Neraka?"


"Apakah kau akan melepaskanku jika aku memberikan semua informasi yang kau inginkan?"


"Iya! Aku akan melepaskan mu jika kau memberikan semua informasi yang aku inginkan." Ucap Fan Tian.

__ADS_1


"Silahkan tuan, tanyakan saja informasi apa yang kau inginkan!"


"Cepat katakan, apa tujuan kalian memakai nama sekte Lembah Neraka dalam setiap tindakan kalian?"


"Yang aku tahu, kami melakukan itu agar sekte Lembah Neraka yang akan dimusuhi oleh siapa pun yang menjadi korban dari apa yang kelompok kami lakukan."


"Selain itu, apa lagi tujuan kalian melakukan hal ini?"


"Aku juga tidak terlalu tahu dengan hal itu, karena setiap hasil yang kami peroleh, sebagian besar kami setorkan kepada seseorang yang tidak bisa kami ketahui identitasnya."


"Apakah masih ada kelompok lain yang melakukan hal yang sama dengan apa yang sering kalian lakukan ini?"


"Iya, masih ada beberapa kelompok lain juga yang sama seperti kelompok kami ini dan itu tersebar disetiap hutan diantara kota-kota besar di wilayah Negeri Zhong ini."


"Apakah mereka juga mengatasnamakan sekte Lembah Neraka saat melakukan kejahatan?"


"Benar! Mereka juga menggunakan nama sekte Lembah Neraka setiap melakukan kejahatan."


"Hmmmpph...sepertinya pekerjaanku tidak akan ringan untuk bisa membasmi mereka semua." Gumam Fan Tian.


"Apakah kau tahu satu orang pemimpin pun yang biasa mengatur pergerakan kalian ini?"


"Tidak...aku tidak mengetahuinya...tetapi utusan yang biasa datang untuk mengambil bagian dari harta yang kami rampok besok sore dia akan mendatangi markas kami."


"Kalau begitu, antarkan aku ke markas kalian."


Fan Tian pun segera menembakkan beberapa jarum ke jalur meridian utama agar pria itu tidak bisa memberikan perlawanan kepadanya.


Setelah berjalan selama satu jam, akhirnya mereka berdua tiba di markas yang pemimpin itu maksudkan.


Kehadiran Fan Tian tidak mereka curigai, karena menggunakan antribut yang hampir sama persis dengan mereka.


Yang berbeda hanyalah bentuk dan ciri-ciri topeng milik Fan Tian.


Setiap anggota yang melihat sang pemimpin langsung memberikan hormat kepadanya.


Di suatu bangunan sederhana namun terlihat lebih besar dari bangunan yang lain, kini anggota kelompok yang baru saja melarikan diri telah berkumpul.


Saat pemimpin mereka dan Fan Tian memasuki ruangan tersebut, mereka pun segera memberi hormat untuk menyambutnya.


Saat mereka selesai memberi hormat dan mengangkat kepala mereka, sepintas mereka terdiam karena melihat sosok Fan Tian.


"Bukankah dia sosok yang kita serang sebelumnya?" Bisik seorang kepada rekannya.


"Tidak mungkin, menurutku dia adalah salah satu anggota dari kelompok kita." Balas rekannya.


"Semuanya, beri hormat kepada pemimpin tertinggi kita!" Seru sang pemimpin.


"Kami memberi hormat kepada pemimpin tertinggi!" Seru semua anggota yang ada didalam ruangan itu.


Fan Tian langsung terkejut mendengar ucapan pemimpin itu dan juga penghormatan yang diberikan oleh bawahannya.

__ADS_1


Suara yang bergema dari bangunan itu membuat anggota yang lain pun merasa sangat terkejut.


"Apakah sosok yang datang bersama dengan pemimpin kita itu adalah pemimpin tertinggi dari kelompok kita?"


"Sepertinya kita juga harus pergi untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin tertinggi kita itu."


"Ayo kita pergi untuk menemui pemimpin tertinggi kita."


Seluruh anggota kelompok itu segera pergi untuk bisa menemui pemimpin tertinggi yang mereka dengar.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan? Apakah kau sedang merencanakan sesuatu untuk bisa menjebakku?" Tanya Fan Tian.


"Tidak! Aku tidak sedang merencanakan sesuatu!" Balas pemimpin itu.


Setelah semuanya telah berkumpul di bangunan itu, sang pemimpin pun melangkah menuju ke arah luar bangunan dan langsung memberi perintah.


"Serang dan bunuh dia!!!" Teriaknya lantang.


Anggota perampok yang awalnya telah diberikan isyarat oleh pemimpin mereka segera menyerang Fan Tian.


Fan Tian yang sudah curiga dengan tindakan pria itu langsung melemparkan sebuah benda yang mengeluarkan asap beracun sambil merampas salah satu tombak milik anggota perampok itu.


Dengan tombak tersebut, Fan Tian mulai menusuk dan memukul setiap perampok yang menghalangi jalannya untuk bisa keluar dari situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya sambil menyebarkan asap beracun kepada mereka.


Setelah asap beracun itu menyebar dan dihirup, ratusan perampok yang sudah terkumpul disitu kini mulai bisa merasakan sesak nafas dan satu persatu mulai tumbang.


"Apakah kalian pikir dengan jumlah yang kalian miliki bisa dengan mudah untuk membunuhku? Sungguh terlalu naif pemikiran kalian itu."


"Aku ini adalah anggota sekte Lembah Neraka yang sesungguhnya...bukan kalian!" Seru Fan Tian sambil menatap ke arah ratusan perampok yang telah tumbang karena keracunan.


Disaat itu, masih ada tiga anggota perampok yang tidak bergabung dalam situasi tersebut, sehingga disaat mereka melihat seluruh rekannya tewas dalam sekejap, mereka bertiga segera pergi meningkatkan markas itu, sebab Fan Tian kini mulai memeriksa satu persatu bangunan yang ada.


"Pria itu benar-benar sangat mengerikan, dia bisa membunuh ratusan anggota kita hanya dalam waktu yang sangat singkat."


"Sepertinya kita telah salah menggunakan nama sekte Lembah Neraka dalam setiap kejahatan yang kita lakukan selama ini."


"Apakah sebaiknya kita melaporkan kejadian ini kepada utusan yang akan datang besok?"


"Lebih baik kita jangan lagi menemuinya, sebab pria itu juga pasti akan menunggu kedatangan utusan itu agar bisa memperoleh informasi darinya."


Ketiga anggota perampok itu terus mendiskusikan langkah yang akan mereka ambil selanjutnya.


Akan tetapi mereka bertiga menyempatkan diri untuk membawa sebagian hasil rampokan mereka saat meninggalkan markas tersebut.


Fan Tian pun akhirnya menemukan tempat dimana barang-barang hasil rampokan dan hasil jarahan kelompok perampok itu.


Dengan cepat semua barang berharga yang ada di tempat itu menghilang dan sudah berpindah ke dalam kantung pemberian ayah angkatnya.


Fan Tian pun langsung membakar seluruh bangunan yang ada di area yang menjadi markas para perampok.


Kemudian dia segera menuju ke jalan yang akan utusan itu lalui untuk bisa menangkap dan menggali informasi darinya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2