PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 24. Nasib Sung Yunzhi


__ADS_3

Masih di wilayah hutan bambu, terlihat kini Chen Zhu dan Sung Yunzhi sedang di keroyok oleh puluhan anggota perampok sambil diawasi oleh salah satu pemimpin mereka.


"Yun'er! Cepat pergi! Aku akan mencoba untuk menahan mereka sampai aku merasa kau telah aman!" Seru Chen Zhu.


"Tidak bisa! Kita harus pergi bersama!" Balas Sung Yunzhi.


"Jangan mengkhawatirkan diriku, sebab aku masih bisa menghadapi mereka!" Teriak Chen Zhu lagi.


"Baiklah! Jika demikian, aku akan menunggumu di kota Guancheng!" Balas Sung Yunzhi.


Chen Zhu hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Sung Yunzhi.


Wanita itu pun segera pergi meninggalkan Chen Zhu yang saat itu berusaha untuk menahan kelompok perampok tersebut.


"Kalian cepat kejar wanita itu, biar aku yang akan menghadapinya!" Perintah sang pemimpin sambil melepaskan serangan kapak miliknya ke arah Chen Zhu.


Basis kultivasi yang setara membuat Chen Zhu merasa kelabakan menghadapi pemimpin kelompok perampok tersebut.


Itu karena tenaganya telah terkuras banyak saat menghadapi anggota perampok sebelumnya.


Sedangkan sang pemimpin saat itu masih dalam kondisi bugar, sehingga serangannya sangat bertenaga.


Serangan kapak yang diselimuti dengan energi qi terus mengancam nyawa Chen Song.


Pemuda itu hanya bisa menghindari setiap serangan lawannya sambil sesekali membalas untuk melepaskan serangan meskipun itu tidak memberikan dampak yang serius bagi sang pemimpin perampok.


"Jika situasinya terus seperti ini...bagaimana aku bisa membantu Yun'er untuk bisa melarikan diri?"


"Aku harus segera pergi dari sini untuk menyusul Yun'er agar bisa membantunya untuk melarikan diri dari kejaran mereka!" Pikir Chen Zhu dan segera melesat pergi.


"Apakah kau pikir bisa melarikan diri dariku? Jangan harap kau bisa lolos! Hari ini aku harus membunuhmu, agar tidak akan menjadi baru sandungan dikemudian hari!" Seru sang pemimpin yang segera menyusul Chen Zhu.


Di tempat yang lain, jumlah anggota perampok yang saat itu hanya tersisa belasan orang kini terus mengejar Sung Yunzhi.


Mereka pun berhasil membuat Sung Yunzhi semakin tersudut.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini? Apakah aku harus menyerah dan ditangkap oleh mereka? Tidak bisa! Pasti mereka akan melakukan hal yang tidak senonoh kepadaku jika aku menyerahkan diri!"


"Sebaiknya aku terus berlari untuk bisa meloloskan diri dari mereka" Sung Yunzhi membantin dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa melarikan diri.


Belasan anggota perampok terus mengejarnya dan terlihat sangat bersemangat seperti tidak ingin kehilangan buruan mereka.


Tidak ada lagi cara lain yang bisa dipilih oleh Sung Yunzhi selain melarikan diri dari kejaran mereka.


Sedangkan Chen Zhu yang berniat ingin menyusul Sung Yunzhi untuk bisa membantu wanita itu melarikan diri, kini bisa di susul oleh sang pemimpin kelompok perampok yang terus menyerangnya.


"Sial! Orang ini benar-benar membuatku kesal!"


"Baiklah, aku akan meladeni mu dan juga akan membunuhmu!" Chen Zhu membantin sambil mengerahkan kekuatan puncaknya yang sanggup dia keluarkan saat itu.


Api mulai berkobar menyelimuti kedua tinjunya dan segera melesat untuk menyerang lawannya.


"Rasakan ini!" Teriak Chen Zhu sambil melepaskan beberapa tinjunya.


"Sepertinya pemuda ini sudah bisa diberikan gelar oleh dunia persilatan, sebab bisa menguasai salah satu elemen alam. Tetapi sangat disayangkan, hidupnya akan berakhir ditanganku hari ini" Gumam pria itu sambil tersenyum sinis dan mulai menghindari beberapa tinju api serta balik melepaskan serangan kapak miliknya untuk membela tubuh Chen Zhu.

__ADS_1


Kecepatan serangan Chen Zhu saat itu semakin melambat sehingga lawannya dengan mudah bisa menghindari serangan tinju api miliknya.


Hingga akhirnya sang lawan mampu menyarangkan tendangannya ke tubuh Chen Zhu yang membuat pemuda itu terhempas ke belakang.


"Uhuk!" Suara yang keluar dari mulut Chen Zhu.


Bruuukkk


Sang pemimpin kelompok perampok itu tidak memberikan kesempatan kepada Chen Zhu untuk bisa memperbaiki posisi tubuhnya.


Ia segera melompat dan melepaskan serangan kapaknya yang telah diselimuti dengan energi qi miliknya untuk bisa membelah tubuh Chen Zhu.


"Tamat riwayatmu!" Teriak pria itu.


Blaaarrr


Bunyi ledakan terjadi saat dua energi qi saling berbenturan.


Serangan sang pemimpin langsung dipatahkan oleh Chen Song.


"Apakah kau pikir bisa dengan mudah mengambil nyawa muridku!?" Seru Chen Song dan segera melepaskan serangan susulan.


"Sial! Mengapa dia datang diwaktu yang tidak tepat seperti ini? Sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini"


"Jika aku menghadapinya, sudah bisa dipastikan, aku hanya akan menelan pil pahit darinya" Pikir sang pemimpin dan segera pergi.


"Zhu'er! Apakah kau baik-baik saja?"


"Dimana nona Sung Yunzhi?"


Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Chen Song setelah berada di samping Chen Zhu sambil memeriksa kondisi putra angkatnya itu.


"Sebaiknya kita segera pergi untuk menyusulnya, sebab mereka saat ini masih terus mengejar Sung Yunzhi" Chen Zhu menanggapi.


"Apa benar yang kau katakan itu?" Tanya Chen Song ingin memastikan.


"Iya ayah."


"Mari ayah bantu...ayo kita pergi untuk menyusulnya" Ucap Chen Song.


Mereka pun segera pergi untuk menyusul Sung Yunzhi yang saat itu masih di kejar oleh para perampok.


Sedangkan Sung Yunzhi sendiri kini sudah berlari jauh dari wilayah hutan itu dan terus di kejar oleh belasan anggota perampok.


Sang pemimpin kelompok perampok kehilangan jejak anak buahnya yang mengejar Sung Yunzhi. Begitu juga dengan Chen Song dan Chen Zhu, keduanya juga kehilangan jejak wanita itu.


"Jika kita tidak bisa menemukannya, bagaimana caranya aku menyampaikan hal ini kepada tetua Sung Luan serta ketua sekte!?" Gumam Chen Song.


"Ayah tidak perlu khawatir, sebab Yun'er telah berjanji kepadaku, bahwa kita akan bertemu di kota Guancheng."


"Jika demikian, ayo kita pergi kesana!" Ajak Chen Song.


Keduanya pun segera pergi untuk menuju ke kota Guancheng yang juga merupakan ibu kota negeri Zhong.


Di suatu tempat yang sudah bukan lagi di wilayah hutan bambu, kini Sung Yunzhi sudah tidak sanggup lagi untuk berlari.

__ADS_1


Hingga akhirnya dirinya pun tertangkap oleh para perampok yang mengejarnya.


Karena tidak mendengar apa yang diingatkan serta diperintahkan oleh ketua perampok kepada para pemimpin kelompok perampok, sehingga salah satu perampok yang lebih dihormati diantara belasan perampok tersebut ingin untuk melakukan hal yang tidak senonoh kepada Sung Yunzhi karena merasa sangat tergiur dengan kecantikannya.


Saat hal sosok itu berusaha untuk memaksa, Sung Yunzhi pun langsung berteriak.


"Tolong! Tolong! Tolong!"


"Sepertinya dari arah sana, ada suara perempuan yang sedang meminta pertolongan. Apakah ada hal buruk yang sedang dia alami?" Gumam seorang pria muda yang tidak lain adalah Fan Tian yang bertepatan melewati jalan itu untuk menuju ke kota Guancheng.


Fan Tian pun segera melesat dengan cepat untuk bisa tiba ditempat asal datangnya suara tersebut.


"Apakah aku harus menggunakan teknik Cakar Petir Iblis milikku?"


"Ahh, aku akan mencoba hanya menggunakan teknik cakar saja tanpa harus mengeluarkan energi negatifnya untuk menyerang mereka" Pikir Fan Tian sebelum tiba di tempat dimana Sung Yunzhi berada.


Teknik cakar pun diaktifkan sambil mengerahkan kekuatan elemen petir miliknya.


"Sepertinya ini terlihat hanya seperti teknik cakar biasa, sehingga orang biasa tidak akan bisa mengenali teknik ini" Pikir Fan Tian lagi.


Saat dirinya tiba ditempat dimana Sung Yunzhi berada, Fan Tian pun tidak banyak berpikir lagi, sebab kelompok yang ada dihadapannya adalah kelompok yang juga menjadi tujuan utama baginya.


"Brengsek! Ternyata kalian telah menjamur disetiap hutan yang berada diantara kota yang satu dengan kota yang lain. Aku harus menghabisi kalian!" Gumam Fan Tian sambil mengayunkan kedua tangannya untuk melepaskan serangan cakar petir miliknya.


Beberapa anggota perampok yang tidak menyadari kedatangan Fan Tian langsung kehilangan nyawa mereka.


Sedangkan lima orang yang langsung menyadari kedatangan Fan Tian masih bisa berkesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut serangan cakarnya.


Akan tetapi usaha mereka berlima hanyalah sia-sia, sebab Fan Tian dengan mudah bisa membunuh mereka.


Kini yang tersisa masih lima orang lagi yang empat diantaranya mencoba untuk melakukan perlawanan.


Tindakan Fan Tian menghentikan niat sosok yang ingin berbuat tidak senonoh kepada Sung Yunzhi.


"Brengsek! Siapa pemuda itu yang telah mengganggu kesenanganku ini?"


"Aku harus membunuhnya!"


Pria itu pun segera membantu keempat rekannya untuk melawan Fan Tian. Namun tindakan mereka hanyalah sia-sia.


Fan Tian dengan mudah bisa mengambil nyawa keempat rekannya dan segera melumpuhkan salah satu diantara mereka untuk menanyakan siapa pemimpin mereka.


Perampok itu hanya tertawa dan langsung mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya.


"Sial! Sepertinya mereka lebih baik mati dari pada memberitahukan siapa sosok yang berada di belakang mereka"


"Aku semakin penasaran dengan sosok itu... Mengapa mereka memilih mati dari pada memberitahukan identitas orang itu!?"


Setelah berpikir, Fan Tian pun kini langsung menatap kearah Sung Yunzhi.


Kini tubuh wanita itu tidak bisa digerakkan dengan kondisi pakaian yang sudah dalam keadaan terbuka karena perbuatan anggota perampok yang ingin menodai dirinya.


Sung Yunzhi hanya bisa meneteskan air matanya meratapi apa yang baru saja menimpa dirinya meskipun hal tersebut tidak sempat dilakukan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2