PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 63. Tantangan


__ADS_3

Situasi kota Guancheng yang begitu membingungkan bagi penduduk, kini teralihkan oleh kedatangan seorang pendekar pria yang terlihat telah berusia 50-an tahun.


Pendekar itu kini berdiri diatas bumbungan salah satu bangunan megah di kota itu dan mulai berkata dengan menggunakan energi qi miliknya.


"Chang Tian! Aku menunggumu tiga hari lagi untuk bertarung di arena pertarungan!"


"Kita harus segera membuktikan siapa yang akan menjadi pendekar pedang terkuat nomor dua dinegeri Zhong ini!"


"Jangan sampai kau tidak datang untuk meladeni ku, sebab dengan demikian, secara otomatis aku yang akan menjadi pendekar pedang terkuat nomor dua dinegeri ini!" Tutup pria itu dan segera menghilang.


Memang pendekar nomor satu dinegeri Zhong itu adalah salah satu leluhur dari sekte Zhenwu yang saat ini sedang melakukan pelatihan tertutup, sehingga pria itu datang menantang Chang Tian yang adalah seorang pendekar master puncak yang setengah langkah lagi sudah bisa menerobos menjadi pendekar agung yang posisinya sebagai pendekar pedang kedua terkuat di negeri Zhong.


Dan pria yang menantang itu adalah seorang pendekar pedang dari keluarga Xiao, yaitu Xiao Lingchen yang juga telah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar master puncak.


Berita itu langsung tersebar dengan cepat diseluruh sudut kota Guancheng dan langsung disambut dengan rasa penasaran oleh semua penduduk kota itu serta seluruh pendekar yang ada.


Berita itu juga didengar oleh Fan Tian dan juga Chen Song yang saat itu sedang bersembunyi dari jenderal Wang Zijun.


"Sepertinya ini adalah kesempatan kita untuk bisa pergi meninggalkan kota Guancheng ini, sebab pertarungan mereka pasti akan menarik perhatian banyak orang serta orang-orang penting dikota ini." Tutur Fan Tian.


"Itu benar! Akan tetapi, apakah kau tidak merasa penasaran dengan pertarungan kedua pendekar ahli pedang tersebut?" Dong Huang menanggapi perkataan Fan Tian.


"Benar yang dikatakan nona Dong Huang, menurutku, dengan menyaksikan pertarungan mereka, tuan Zhao Yun pasti bisa menambah wawasan dalam ilmu bela diri." Sambung Bei Feiyan menambahkan.


"Aku bukanlah seorang pendekar pedang, jadi untuk apa aku menyaksikan pertarungan mereka!? Menurutku itu tidak ada gunanya bagiku." Balas Fan Tian tidak tertarik.


"Bagiku yang terpenting saat ini adalah bisa meninggalkan kota Guancheng ini tanpa diketahui oleh jenderal Wang Zijun." Lanjutnya.


"Dan tujuan yang pertama adalah mengantarkan nona Dong Huang untuk kembali ke sektenya, selanjutnya aku akan mengantarkan nona Bei Feiyan juga." Tutup Fan Tian dan segera pergi untuk beristirahat.


Kedua wanita itu hanya bisa menatap punggung pemuda itu yang meninggalkan mereka berdua diruang tamu paviliun yang mereka tempati.


Tidak lama kemudian, seorang prajurit datang ke paviliun tersebut dan segera berkata "Nona, aku diperintahkan oleh Paman Kerajaan untuk memanggil pendekar Zhao Yun agar bisa menghadap beliau."


"Ohh, tunggu sebentar, aku akan pergi untuk memanggilnya." Balas Dong Huang menanggapi.


"Terima kasih nona!" Balas prajurit itu.


Dong Huang segera melangkah pergi ke kamar dimana Fan Tian berada dan memanggilnya.


Dengan cepat pemuda itu langsung keluar membuka pintu kamarnya dan menyambut kedatangan Dong Huang.

__ADS_1


"Ada apa nona Dong? Apakah ada hal yang ingin kau bicarakan dengan ku?"


"Kau dipanggil Paman Kerajaan untuk menghadap dirinya." Balas Dong Huang.


"Sepertinya dia ingin membicarakan tentang hubunganmu dengan keluarga kerajaan." Lanjut Dong Huang.


"Sepertinya begitu...aku sudah memikirkan hal ini sebelumnya." Balas Fan Tian menanggapi.


"Baiklah, aku pergi dulu." Tutup Fan Tian dan segera pergi meninggalkan Dong Huang serta melewati Bei Feiyan untuk mengikuti prajurit yang diutus Li Zian.


***


Di sebuah paviliun megah, Li Jing yang adalah putra mahkota negeri Zhong serta murid dari Chang Tian segera pergi menemui gurunya tersebut setelah mendengar kabar tentang Xiao Lingchen yang datang menantang gurunya.


"Li Jing memberi hormat kepada guru!" Serunya setelah tiba didepan gurunya.


"Ada apa sehingga Putra Mahkota datang kesini untuk menemui ku? Apakah berhubungan dengan tantangan yang diajukan oleh Xiao Lingchen itu?" Tanya Chang Tian menyambut kedatangan muridnya.


"Benar guru! Kedatanganku ini memang berhubungan dengan hal itu...jadi apa yang akan guru lakukan?" Jawab Li Jing dan balik bertanya.


"Aku akan menerima tantangannya itu dan akan membuktikan bahwa ia belum pantas untuk menggeser posisi ku diperingkat kedua sebagai pendekar pedang terkuat." Jawab Chang Tian dengan serius.


"Jika dia sudah mengalahkan ketua sekte Qingyin itu, barulah dia bisa menantang diriku, sebab saat ini dia berada di peringkat kelima pendekar pedang terkuat di negeri Zhong ini." Tutup Chang Tian.


"Tetapi sudah beberapa tahun ini pendekar Xiao Lingchen telah berlatih untuk meningkatkan ilmu pedangnya, sehingga aku khawatir dia telah menguasai tingkat tertinggi dari jurus Pedang Pemecah Langit yang adalah jurus pedang andalan keluarga Xiao." Tutur Li Jing menanggapi perkataan gurunya.


"Memang jurus pedang keluarga Xiao sangat kuat. Namun untuk bisa menguasai teknik ke delapan belas hingga teknik yang ke dua puluh, itu tidaklah mudah, sebab terlebih dahulu dia harus menerobos untuk bisa menjadi seorang pendekar agung."


"Jika tidak, usahanya tetap akan sia-sia." Tutup Chang Tian menjelaskan.


"Apakah pendekar Xiao Lingchen telah menerobos menjadi pendekar agung!?" Gumam Li Jing.


Mendengar gumaman pemuda didepannya, Chang Tian pun kembali menanggapinya.


"Putra Mahkota tidak perlu khawatir dengan hal itu, sebab untuk bisa menerobos menjadi pendekar agung, kita pasti bisa mengetahuinya, karena ledakan energi yang terjadi akan naik tinggi ke langit sehingga bisa dilihat dalam radius puluhan mil..."


"Dan setelah banyak orang mengetahui kejadian itu, pasti rumor tersebut akan secepatnya sampai di kota Guancheng ini..."


"Terkecuali dia melakukan kultivasi jauh dari kota atau desa manapun, sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui peningkatan yang dia capai..."


"Sehingga di negeri Zhong ini, hanya ada empat orang yang aku ketahui sendiri telah menerobos menjadi pendekar agung."

__ADS_1


"Dan meskipun didalam pertarungan itu aku bisa terluka, namun aku masih tetap bisa melatihmu agar bisa meningkatkan kemampuan mu itu." Tutup Chang Tian.


"Tetapi aku berharap, guru bisa memenangkan pertarungan tersebut agar posisi sebagai pendekar pedang terkuat kedua di negeri Zhong ini masih disandang oleh guru." Ucap Li Jing menanggapi.


"Ha...ha...ha...ha...ha, sepertinya Putra Mahkota terlalu khawatir dengan nama besar gurumu ini yang akan jatuh dan bisa mempengaruhi statusku sebagai guru anda..."


"Hal itu tidak akan terjadi, sebab kemampuanku ini hanya bisa di kalahkan oleh leluhur sekte Zhenwu, yaitu Baili Dongjun." Chang Tian dengan penuh rasa percaya diri meyakinkan muridnya.


"Baiklah, saat ini aku sudah merasa legah setelah mendengar penjelasan dari guru..."


"Guru! Maafkan murid karena telah meragukan kemampuan guru!" Tutur Li Jing sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Putra Mahkota tidak perlu bersikap seperti ini, meskipun aku adalah gurumu, namun kau harus ingat dengan statusmu saat ini sebagai penerus tahta kerajaan Negeri Zhong ini." Ucap Chang Tian merasa risih dengan sikap Li Jing.


"Guru, sebenarnya aku tidak ingin menjadi seorang raja...didalam hidupku aku sangat berharap untuk bisa berpetualang sebagai seorang pendekar didunia persilatan ini..."


"Sehingga aku sangat iri melihat kehidupan para pendekar yang menjalani hidup mereka dengan bebas tanpa ada tekanan dari siapa pun."


"Apa yang Putra Mahkota lihat, itu tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan." Chang Tian menyela perkataan Li Jing.


"Seorang pendekar juga menjalani kehidupan mereka dengan penuh tekanan, dimana mereka harus berusaha untuk bisa lebih baik dari rekan seperguruan mereka agar menjadi pendekar yang selalu dihormati."


"Jika mereka tidak bisa menjadi yang terbaik, mereka pasti tidak akan lepas dari hujatan serta bully-an teman seperguruan yang lain..."


"Begitu juga didunia persilatan...contohnya seperti tantangan Xiao Lingchen kepada ku. Itu sudah menggambarkan persaingan didunia persilatan..."


"Jadi, setiap posisi kita didalam dunia ini, semuanya memiliki tantangan untuk bisa dihadapi serta memiliki tanggung jawab juga..."


"Seorang raja pasti akan dicintai oleh rakyatnya jika dia mampu memimpin kerajaannya dengan bijaksana..."


"Karena setiap rakyat pasti sangat mengharapkan seorang pemimpin yang baik..."


"Dan jika kelak Putra Mahkota menjadi seorang raja, satu kebijakan saja bisa membantu rakyat miskin dengan jumlah yang banyak..."


"Bagaimana menurut Putra Mahkota? Apakah ingin menjadi seorang pendekar yang bisa membantu beberapa orang saja? Atau menjadi seorang raja dan bisa membantu banyak orang hanya dalam satu kebijakan saja!?" Tutup Chang Tian bertanya.


Li Jing pun hanya bisa terdiam setelah mendengar penjelasan gurunya dan mulai memikirkan tentang statusnya yang telah ditentukan untuk menjadi seorang raja.


"Baik guru! Aku kini sudah mengerti!" Tutur Li Jing sambil menangkupkan kedua tangannya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2