PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 12. Terungkap


__ADS_3

Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, Fan Tian pun segera menotok jalur meridian Dong Huang agar kembali tersadar.


"Achhk! Aduh...dimana aku?" Kata-kata yang terucap setelah dirinya siuman.


"Perbaiki saja posisi dudukmu agar tidak terjatuh." Ucap Fan Tian.


"Fan Tian!? Bagaimana caranya kau bisa menyelamatkan ku dari tangan orang-orang yang menyergap kita!?"


"Jangan terlalu banyak bertanya, yang terpenting saat ini kita harus segera menjauh dari mereka."


"Siapa yang membantu agar kita bisa terlepas dari mereka?"


"Saat kita tiba di salah satu tempat yang menurutku aman, baru aku akan menjelaskan bagaimana kita bisa melarikan diri dari mereka."


Fan Tian terus memacu kudanya dan tidak mau menjawab pertanyaan Dong Huang.


Sedangkan pikiran wanita itu kini hanya dipenuhi dengan tanda tanya.


"Sepertinya dia semakin misterius bagiku, sebab setiap kita menghadapi masalah, kita selalu mendapatkan kemudahan untuk bisa melarikan diri."


"Apakah dia adalah seorang pendekar hebat yang ingin menyembunyikan identitasnya!?"


"Jika hanya memiliki sedikit pengetahuan ilmu bela diri, mana mungkin bisa dengan mudah mengalahkan orang-orang itu?"


"Apa lagi aku tidak mendapatkan luka sedikitpun?"


"Tunggu saja, aku harus bisa mengetahui identitasnya yang sebenarnya."


Dong Huang terus berpikir mengenai identitas Fan Tian yang menurutnya semakin misterius.


Setelah beberapa waktu memacu kudanya, akhirnya mereka bisa melihat sebuah area yang memiliki bangunan diatasnya.


Fan Tian pun menghentikan lari kudanya dan segera turun untuk mengecek, bangunan apa itu.


"Ternyata ada banyak orang disini...apakah ini adalah sebuah tempat persinggahan!?" Pikir Fan Tian.


"Ayo kita mampir...itu adalah satu-satunya penginapan yang tersedia sebelum kita tiba di kota Jin." Ucap Dong Huang menjawab apa yang Fan Tian pikirkan sambil melompat turun dari tunggangannya.


Kini Dong Huang sudah tidak lagi menggunakan topi caping miliknya serta rambutnya sudah terurai dan memperlihatkan sosok wanita cantik.


Dong Huang hanya bisa terdiam sejenak setelah menyadari penampilannya saat itu.


"Nona Dong, apa yang kau pikirkan?"


"Dimana topi capingku?"


"Sudahlah, tidak perlu memikirkan hal itu, sebab nyawamu lebih penting dari topi caping itu." Jawab Fan Tian.


"Ayo kita masuk." Lanjut Fan Tian setelah menambatkan kudanya.


Dong Huang pun segera melangkahkan kakinya dan berjalan disamping Fan Tian.


Kedatangan keduanya langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang sudah ada di dalam paviliun itu.


Dan yang lebih menarik perhatian mereka adalah paras cantik Dong Huang.


Keduanya mengambil tempat disisi sudut ruangan itu agar bisa mengawasi setiap pergerakan orang-orang ditempat itu.


"Selamat datang...apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan yang mendekati keduanya.

__ADS_1


"Nona Dong, silahkan pesan saja apa yang ingin kau makan."


Dong Huang pun mengangguk dan segera memesan makanan untuk mereka berdua.


"Baiklah, mohon tunggu sebentar." Ucap pelayan itu dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Saat keduanya sedang menunggu pesanan, datang seorang pemuda untuk menyapa Dong Huang.


"Nona, apakah aku bisa duduk disini?"


"Maaf! Kami hanya ingin duduk berdua saja dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun." Jawab Dong Huang.


"Nona, aku memiliki banyak uang, sehingga bisa mentraktir dirimu sepuasnya...apakah itu belum setimpal untuk bisa duduk disini?"


"Tuan, sebenarnya apa tujuanmu sehingga ingin mendesaknya untuk bisa duduk disini?" Tanya Fan Tian menyela.


"Apakah aku telah mengijinkanmu untuk berbicara?" Balas pemuda itu.


"Tuan, apakah saat ini anda sedang sakit? Bukankah kau telah melihat jika dia datang kesini bersamaku!?" Fan Tian kembali menanggapi.


"Ha...ha...ha...ha...apakah kau tahu siapa diriku?"


Balas pemuda itu dengan penuh kesombongan.


"Aku tidak mau tau siapa dan apa dirimu, yang aku tahu adalah tidak boleh menunjukkan sikap yang tidak menghormati seorang wanita... Apa lagi memaksanya." Ucap Fan Tian lagi.


"Hei bocah! Ayahku adalah penguasa kota Jin, untuk itu, tidak ada siapa pun yang akan menghalangi keinginanku."


Salah satu tangan Fan Tian yang berada dibawah meja segera meraih dua buah jarum dan langsung menembakkan ke satu titik di kedua kaki pemuda itu.


Pemuda itu tidak merasakan apa yang baru saja menimpa dirinya.


Saat pemuda itu berniat untuk mengikuti dan menghalangi keduanya, kedua kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan.


"Ada apa ini? Mengapa aku tidak bisa menggerakkan kedua kakiku?" Gumam pemuda itu.


Dia terus berusaha menggerakkan kedua kakinya hingga akhirnya pemuda itu pun roboh dan jatuh ke lantai.


Semua orang di tempat itu sangat terkejut ketika tubuh pemuda itu membentur lantai.


Empat sosok yang adalah pengawalnya merasa sangat terkejut dan heran dengan apa yang dialami oleh tuan mereka itu.


Sebab keempatnya terus mengawasi pergerakan pemuda itu saat berhadapan dengan Dong Huang dan Fan Tian.


"Tuan! Tuan! Apa yang sedang terjadi? Mengapa anda bisa seperti ini?"


Mereka pun segera membangunkan tuan mereka dan mendudukkannya disalah satu kursi dan kembali bertanya.


"Tuan! Apa yang terjadi denganmu?"


"Entah mengapa, tiba-tiba aku tidak bisa menggerakkan kedua kakiku." Jawab pemuda itu.


Pengawalnya segera memeriksa kondisi kaki tuan mereka, akan tetapi tidak bisa menemukan suatu ke ganjalan.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua kakinya? Apakah hal ini juga berhubungan dengan Fan Tian!?" Pikir Dong Huang.


Sepertinya kejadian ini sering aku lihat disaat kita menghadapi setiap masalah."


"Semuanya menjauh, biar aku yang akan memeriksanya!" Seru seorang pria yang berpenampilan seperti seorang pendekar.

__ADS_1


Keempat pengawal itu segera menjauh dan membiarkan pria itu memeriksa kondisi kaki pemuda itu.


Dia membuka kedua telapak tangannya dan mulai meletakkan diatas kedua kaki pemuda itu.


Sedetik kemudian, ditangan pria itu kini sudah terlihat dua buah jarum yang sangat halus.


"Coba tuan muda lihat.." Ucap pria itu.


"Sepertinya pria itu memiliki kemampuan untuk bisa mengendalikan logam...apakah dia mengetahui jika itu adalah perbuatanku!?" Pikir Fan Tian.


"Apa ini? Mengapa bisa ada di kakaku?" Tanya pemuda itu.


"Tuan muda, ini adalah jarum yang biasa digunakan dalam pengobatan...jika dilihat dari bentuknya, sepertinya jarum ini hanya dimiliki oleh para tabib yang berasal dari Lembah Pengobatan." Pria itu menjelaskan.


Mata Dong Huang langsung terbelalak dan menatap Fan Tian.


"Ternyata benar dugaanku, sepertinya semua kemudahan yang kita alami sebelumnya itu adalah perbuatannya." Pikir Dong Huang.


Dirinya hanya bisa menahan ribuan kata-kata yang ingin dia lontarkan kepada Fan Tian setelah mengetahui rahasia tersebut.


"Terus, siapa pelakunya?" Tanya pemuda itu.


Pria itu segera menatap ke arah Fan Tian yang masih terlihat duduk tenang.


"Aku juga tidak tahu persis siapa yang melakukannya." Jawab pria itu.


"Mengapa dia tidak ingin mengungkapkan pelakunya? Apakah dia memiliki rencana yang lain terhadap diriku?" Fan Tian membantin setelah mendengar jawaban pria itu.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Dong Huang, karena dirinya merasa sangat khawatir jika ada anggota kelompok yang dahulunya pernah menyerang Lembah Pengobatan mengetahui keberadaan Fan Tian.


Dong Huang langsung menatap pria itu dengan tatapan yang bermakna sebagai ucapan terima kasih.


"Apakah wanita itu berasal dari Lembah Pengobatan?" Pikir pria itu.


"Terima kasih tuan pendekar, sebab atas bantuanmu, aku bisa menggerakkan kembali kedua kakiku."


"Tidak perlu berterima kasih, yang terpenting adalah tuan muda harus berhati-hati dan jangan bersikap arogan lagi, karena mungkin dengan sikap tuan muda itu, ada banyak orang yang dendam kepadamu." Balas pria itu.


"Aku pergi dulu!" Lanjut pria itu.


"Tunggu! Tuan pendekar ambil ini, meskipun tidak terlalu banyak, akan tetapi aku tulus memberikannya." Ucap pemuda itu sambil menyerahkan sekantung koin emas.


Pria itu melihat kedalam kantong tersebut dan bisa mengetahui isi didalamnya, kemudian pergi untuk kembali ke tempatnya semula.


"Wanita itu sepertinya terlihat sangat lemah, namun dengan kemampuan seperti itu, siapa pun yang akan menyingungnya, pasti akan kehilangan nyawa dalam sekejap saja."


"Untung saja dia hanya melumpuhkan kaki pemuda itu dan tidak berniat untuk mengambil nyawanya."


Pria berusia lima puluh tahun itu terus memikirkan kemampuan Dong Huang yang bisa dengan tepat menembakkan jarum itu ketitik meridian tanpa perlu melihatnya.


"Kemungkinan besar keduanya berasal dari Lembah Pengobatan."


"Ini pesanan kalian, silahkan dinikmati." Ucap sang pelayan setelah menghidangkan semua pesanan diatas meja.


"Nona Dong, ayo kita makan." Ucap Fan Tian.


Dong Huang hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Fan Tian.


Keduanya pun mulai menikmati makanan yang sudah tersedia dihadapan mereka.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2