
Chen Song serta sosok yang lainnya seperti merasa tidak percaya setelah melihat Fan Tian. Kemampuan yang diceritakan oleh Sung Yunzhi seakan sangat mustahil dimiliki oleh sosok tersebut melihat sikapnya.
"Bagaimana mungkin dia memiliki kemampuan yang sangat hebat diusia seperti ini?"
"Menurut penilaian ku, sepertinya dia dua tahun lebih muda dari Chen Zhu, sehingga tidak mungkin memiliki kemampuan yang lebih hebat dari Chen Zhu."
Chen Song terus menatap Fan Tian dan mulai menganalisa apakah benar dia seperti apa yang Sung Yunzhi ceritakan.
Apa lagi saat itu Fan Tian tidak membawa tombak miliknya.
"Sepertinya anda pria yang sering dibicarakan oleh Yun'er...apakah aku boleh tahu dari mana asalmu!?" Ucap Chen Song.
"Senior, aku berasal dari desa Miao, sebelah utara dari kota Guangfu!" Jawab Fan Tian.
"Siapa namamu?"
"Aku Zhao Yun!" Jawab Fan Tian lagi.
"Aku tidak menyangka jika desa Miao bisa menghasilkan seorang pendekar muda yang sangat berbakat seperti dirimu...jika aku boleh tahu, siapa gurumu?"
"Orang yang selalu mengajariku adalah kedua orang tuaku yang bermarga Zhao." Jawab Fan Tian singkat.
"Aku pernah singgah di desa itu, tetapi aku tidak pernah mendengar keluarga bermarga Zhao disana...apakah aku telah melewatinya?" Pikir Chen Song.
"Sepertinya aku tidak pernah mendengar nama keluarga Zhao didesa itu." Lanjut Chen Song.
"Senior, aku memang tidak tinggal di desa itu, melainkan satu mil dihutan sebelah barat desa Miao! Dan keluargaku sangat jarang turun ke desa, terkecuali ada keperluan yang sangat penting." Fan Tian mencoba untuk menjelaskan.
"Hmmmphh, satu mil sebelah barat desa Miao? Sepertinya itu hutan yang sempat kita lewati saat menghindari beberapa orang yang ingin menyakitinya." Dong Huang membantin sambil menatap sinis ke arah Fan Tian.
Saat mereka sedang mencoba untuk menggali informasi mengenai identitas Fan Tian, tiba-tiba beberapa orang yang membentuk satu kelompok datang menghampiri mereka.
"Sepertinya saat ini kita sangat beruntung karena bisa bertemu dengan salah satu dari tujuh pahlawan sekte Zhenwu." Ucap seorang wanita sambil menyeringai menatap Chen Song.
"Aku merasa tertarik untuk bisa mencoba kehebatan seorang pahlawan sekte Zhenwu... Apakah mereka benar-benar hebat sesuai dengan rumor yang beredar...ataukah rumor itu terlalu dibesar-besarkan."
"Bagaimana tetua Chen, apakah kau memiliki waktu untuk bisa meladeni ku pagi ini?" Tanya sosok pendekar wanita yang saat itu telah siap dengan cambuk ditangannya.
"Mohon maaf sebelumnya, aku tidak bisa menemani anda untuk bertarung hari ini, sebab kami telah bersiap untuk kembali ke sekte Zhenwu." Balas Chen Song.
"Jika dilihat dari ciri-ciri mereka, sepertinya kelompok ini berasal dari sekte Wuyun." Pikir Fan Tian.
__ADS_1
Kelompok yang terdiri dari lima orang yang terlihat seperti pemimpin dan puluhan orang bawahan mereka.
Lima pendekar tersebut masing-masing memiliki sebuah senjata seperti cambuk, seruling, gada, golok serta tombak bermata lebar.
"Tetapi jika dilihat dari penampilan kalian, sepertinya kalian ini berasal dari sekte Wuyun! Dan memiliki gelar sebagai 'Lima Iblis Wuyun'! Apakah benar tebakanku itu?" Lanjut Chen Song.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata pendekar Chen memiliki wawasan yang sangat luas sehingga bisa mengenali kami meskipun baru pertama kali bertemu." Tutur wanita itu yang bernama Pi Yao.
"Lima Iblis Wuyun? Sepertinya mereka berlima ini memiliki reputasi yang tinggi juga, sehingga bisa diberikan gelar seperti itu." Pikir Fan Tian.
"Ternyata sekte Wuyun secara terbuka telah berani menunjukkan eksistensinya didunia persilatan ini...apakah mereka tidak merasa takut dengan ancaman para pendekar aliran putih!?" Lanjut Fan Tian berpikir.
"Bagaimana pendekar Chen? Apakah kau menerima tantanganku?" Tanya Pi Yao.
"Sepertinya ini adalah kesempatan yang langkah untuk bisa bertarung dengan sesama pendekar bergelar...untuk itu, aku menerima tantanganmu." Jawab Chen Song.
"Hmmmphh, sepertinya tidak ada pendekar bergelar lagi diantara mereka, sehingga hari ini, hanya kakak Pi Yao yang bisa menguji kemampuannya." Tutur Ping Jing sambil memutar senjata gada miliknya seperti tidak memiliki beban.
"Bagaimana jika aku ingin menguji kemampuan pendekar yang memegang tombak bermata lebar itu?" Ucap Fan Tian mengajukan dirinya.
Tindakannya itu sontak saja membuat semua yang hadir di tempat itu merasa sangat terkejut, sebab meskipun Fan Tian adalah seorang pendekar ahli, namun untuk menghadapi seorang pendekar bergelar itu sangat sulit.
"Ha...ha...ha...ha...ha...hei bocah! Apakah kau sudah memikirkan dengan matang untuk menghadapiku?" Ucap Mae Kong yang sangat percaya diri dengan senjata tombak bermata lebar yang berada dalam genggamannya.
"Apakah dia ingin mengantarkan nyawanya!?" Dong Huang membantin setelah mendengar Fan Tian menantang salah satu pendekar bergelar.
"Zhao Yun! Jangan bertindak gegabah! Dia itu adalah pendekar bergelar 'Tombak Iblis' sehingga jangan memandang rendah dirinya!" Tutur Sung Yunzhi merasa sangat khawatir sehingga berniat untuk mencegah niat Fan Tian.
"Tenang saja...jika aku tidak membuat sensasi, sampai kapan aku bisa dikenal dalam dunia persilatan ini!?" Balas Fan Tian.
"Tetapi semua itu butuh waktu untuk berproses agar kau bisa mencapai ke level yang lebih tinggi." Sung Yunzhi mencoba menasehati Fan Tian.
"Sudahlah, kau tidak perlu berusaha untuk bisa mencegah ku, sebab aku telah memikirkan konsekuensi apa yang akan aku terima jika aku menghadapinya." Ucap Fan Tian.
"Tetapi bagaimana jika kau terluka?" Tanya Sung Yunzhi lagi.
"Jika aku terluka, aku harap kau bisa merawatku hingga aku bisa sembuh lagi." Jawab Fan Tian sambil tersenyum menggoda menatap Sung Yunzhi.
Sikap serta perkataan Fan Tian itu seakan melepaskan panah api secara bersamaan ke hati dan pikiran Dong Huang serta Chen Zhu.
"Mengapa aku merasakan sakit didadaku setelah mendengar perkataannya serta melihat dia tersenyum menatap nona Sung Yunzhi? Apakah aku juga mencintainya?" Dong Huang membantin.
__ADS_1
Sedangkan Chen Zhu kini semakin geram dan sangat membenci melihat sikap dan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Fan Tian.
"Ijinkan saya untuk kembali ke kamarku agar bisa mengambil senjata tombak milikku!" Seru Fan Tian sambil menatap Mae Kong.
"Silahkan! Aku akan setia untuk menunggumu kembali." Ucap Mae Kong sambil menyeringai.
Fan Tian pun segera melesat pergi dari tempat itu untuk bisa kembali ke kamarnya meskipun itu hanya formalitas saja karena ingin menyembunyikan kantung macan miliknya.
Setelah merasa aman, Fan Tian segera mengeluarkan tombak miliknya dan langsung kembali menemui lawannya.
"Sepertinya bocah itu telah kembali...ayo kita pergi ke alun-alun kota." Ujar Pi Yao.
"Sepertinya perjalanan kita hari ini harus ditunda, kita lakukan perjalanan besok pagi saja." Ucap Bian Que.
Akhirnya kedua rombongan itu segera menuju ke alun-alun kota Guancheng untuk bisa bertarung diatas panggung pertarungan yang sudah tersedia.
Tindakan itu tidak menyalahi aturan di wilayah negeri Zhong saat ada seorang pendekar yang menantang dan tantangan itu diterima oleh pendekar yang lain.
Aturannya juga ditentukan sendiri oleh kedua belah pihak dan tidak boleh ada dendam setelah pertarungan itu selesai meskipun salah satu kehilangan nyawa mereka.
Masyarakat yang sempat mendengar pembicaraan para pendekar itu segera pergi mengikuti mereka untuk bisa menonton pertarungan tersebut.
"Anak muda! Apakah keputusanmu itu sudah bulat?" Chen Song mencoba bertanya kepada Fan Tian.
"Iya! Tekadku sudah bulat untuk bisa menghadapi pendekar itu." Jawab Fan Tian.
"Apakah bocah ini sanggup untuk mengimbangi kemampuan pedekar Tombak Iblis itu? Sepertinya aku semakin pemasaran dengan kemampuan yang dia miliki" Pikir Chen Song.
Beberapa saat kemudian, akhirnya kedua rombongan itu pun tiba di area pertarungan yang memang telah tersedia di kota Guancheng.
Kabar mengenai pertarungan itu langsung tersebar dengan cepat di kota Guancheng, sehingga membuat para petinggi dari empat klan terkemuka segera pergi ke arena pertarungan.
Seorang komandan pasukan yang bertanggung jawab di arena pertarungan itu segera menyambut kedatangan kedua kelompok itu.
"Siapa yang akan bertarung?"
"Aku dengan bocah itu dan kakak Pi Yao menghadapi pendekar Chen Song!" Jawab Mae Kong dengan sombong.
"Sangat menarik! Ternyata ada dua pertarungan untuk hari ini...baiklah, kalian cepat tentukan aturan mainnya agar aku bisa menjalankan aturan yang telah menjadi kesepakatan kalian." Tutur Sang komandan.
"Hei bocah! Bagaimana jika kita bertarung sampai mati!? Apakah kau menyetujuinya?" Tanya Mae Kong.
__ADS_1
"Jika itu yang kau inginkan, aku hanya bisa menerimanya saja." Balas Fan Tian tenang.
~Bersambung~