
Tindakan Fan Tian itu untuk bisa mengelabui Dong Huang agar tidak terus mengikutinya.
Sedangkan Dong Huang sendiri hanya terpaku memandang kepergian Fan Tian.
Seakan dirinya tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu.
Keduanya tidak memiliki waktu yang banyak untuk bersama dan Fan Tian telah pergi meninggalkan dirinya.
Setelah bisa menguasai perasaannya, Dong Huang kembali mencoba untuk berpikir realistis.
"Semua yang dia katakan itu memang tidak ada salahnya, sebab dia mengkhawatirkan diriku dengan situasi yang baru saja terjadi."
"Sebaiknya aku mencoba untuk mencari rombongan bangsawan Fei agar bisa kembali dengan lancar untuk menuju ke sekte Qingyin."
Dong Huang pun segera turun untuk mencari keberadaan rombongan bangsawan Fei.
Sebab dirinya telah melepaskan pengawasannya setelah bertemu dengan Fan Tian, sehingga ia tidak tahu apakah rombongan itu telah berada di kota Jin atau belum.
Saat Dong Huang berjalan hendak menuruni tangga, seseorang langsung memanggilnya.
"Nona Dong! Akhirnya kita bisa bertemu lagi!"
"Ayo kesini untuk bergabung dengan kami!"
Dan sosok yang memanggilnya itu tidak lain adalah Fei Bin.
Dong Huang tidak langsung pergi untuk mendekati mereka meskipun niatnya memang untuk bisa menemukan mereka.
Fei Wuji segera mendekatinya dan mengajaknya untuk bergabung dengan mereka.
"Nona Dong, silahkan duduk!" Ucap Fei Bin.
"Kami memang sengaja mengambil tempat disini untuk menunggu anda."
"Itu karena kami telah mengetahui jika anda sedang beristirahat disini, sebab kami telah melihat kuda yang kau tunggangi." Tutup Fei Bin.
"Terima kasih tuan Fei atas perhatian serta kebaikanmu, entah bagaimana aku bisa membalasnya." Dong Huang menanggapi.
"Sudahlah, anggap saja kita keluarga, sehingga nona Dong tidak perlu merasa sungkan lagi kepadaku." Balas Fei Bin.
Fei Wuji hanya bisa tersenyum kagum menatap wajah cantik Dong Huang yang saat itu duduk disampingnya.
"Nona Dong, apakah semalam saat kau kesini, sempat melihat ada beberapa jasad yang terbaring ditengah jalan?" Lanjut Fei Bin bertanya dengan penasaran.
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya, pasti tuan Fei akan terus bertanya kepada ku, lebih baik aku menutupinya." Pikir Dong Huang.
"Tidak! Aku tidak melihatnya! Memangnya kenapa?" Jawab Dong Huang serta balik bertanya.
"Ohhh, tidak! Tidak mengapa! Hanya saja saat diperjalanan untuk menuju kesini, ditengah jalan, kami menemukan ada beberapa jasad anggota perampok serta seekor kuda yang mati karena dipanah."
__ADS_1
"Mungkin kejadian itu terjadi setelah anda melewati tempat itu."
Fei Bin menceritakan apa yang mereka temukan saat menuju ke kota Jin itu.
"Apa benar yang dikatakan oleh tuan Fei itu?" Tanya Dong Huang dengan sikap terkejut sambil menatap pendekar yang duduk disamping bangsawan itu.
"Yang dikatakan oleh tuan Fei itu benar adanya. Itulah yang membuat perjalanan kami sedikit terlambat untuk bisa tiba di kota ini." Dui Buqi menambahkan.
"Untung saja aku tidak bertemu dengan mereka, jika bertemu dengan mereka, aku tidak yakin masih bisa duduk disini bersama dengan kalian." Ucap Dong Huang.
"Sebenarnya kejadian itu membuatku sangat mencemaskan nona Dong Huang...namun setelah melihatmu baik-baik saja, kecemasan ku pun kini telah sirna." Sambung Fei Wuji.
Selain Dong Huang, semuanya langsung tersenyum setelah mendengar perkataan Fei Wuji.
"Terima kasih tuan muda Fei, karena anda telah mengkhawatirkan atas keselamatan ku!" Dong Huang menanggapinya dengan ramah.
"Untuk itu, agar bisa mencegah hal itu terjadi, sebaiknya nona Dong bareng bersama kita saja hingga sampai di kota Qintai." Ucap Fei Bin.
"Terima kasih untuk tawarannya! Baiklah, aku akan pergi bersama dengan rombongan tuan Fei saja. Hal itu juga demi kebaikanku sebagai seorang wanita serta bisa membantu jika ada hal-hal yang tidak kita inginkan."
"Benar yang nona Dong katakan itu! Aku sangat setuju!" Fei Bin menanggapinya.
Mereka pun akhirnya membubarkan diri dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
***
Di salah satu rumah hiburan yang masih berada di kota Jin, Fan Tian dengan penyamarannya kini sedang duduk di salah satu meja sambil menikmati arak dihadapannya.
Karena pemandangan dari setiap tingkah laku orang-orang ditempat itu baru untuk yang pertama kalinya disaksikan oleh Fan Tian.
Seorang pelayan pun segera mendekatinya dan bertanya mengenai apa yang akan dia pesan.
Fan Tian pun memesan arak untuknya. Hal itu agar dirinya bisa menemukan orang yang tepat untuk bisa menanyakan keberadaan kakaknya.
Tindakan Fan Tian itu telah dilakukan hampir diseluruh tempat di kota itu, hingga akhirnya tiba di rumah hiburan tersebut.
Sikap Fan Tian yang terlihat seperti sedang menikmati arak itu hanya sekedar menyesuaikan dengan situasi yang ada didalam tempat hiburan tersebut.
Akan tetapi tetap menarik perhatian seorang wanita dan segera datang mendekatinya serta menawarkan diri untuk menemaninya menikmati arak ditempat itu.
"Tuan! Apakah aku boleh duduk disini bersamamu?" Tanya wanita yang bekerja di rumah hiburan itu.
"Untuk apa anda meminta ijin dariku jika anda telah duduk disampingku!?" Jawab Fan Tian.
"Ohhh, mohon maaf jika aku telah bersikap tidak sopan kepada tuan..." Ucap wanita itu dengan nada suara yang menggoda.
Sesaat kemudian, Fan Tian pun berkata "Baiklah, anda boleh duduk disini untuk menemaniku, tetapi ada satu hal yang aku inginkan dan harus terlebih dahulu kau lakukan."
"Apa itu?"
__ADS_1
"Kau tidak boleh duduk didekatku!" Jawab Fan Tian tegas.
"Terus, untuk apa tuan datang berkunjung ke tempat ini?" Balas wanita itu bertanya.
"Aku hanya datang kesini untuk mencari seseorang...bukan untuk dirayu oleh wanita" Jawab Fan Tian.
Fan Tian segera memberikan satu keping emas kepada wanita itu dan berkata.
"Ambil ini dan kau cari tahu apakah ada orang yang bernama Fan Zhu ditempat ini atau pernah datang kesini...setelah itu kau kembali kesini untuk menikmati arak ini bersama denganku"
Melihat kepingan emas tersebut, wanita itu langsung sumringah dan berkata "Baiklah, aku akan mencari informasi tentang sosok yang kau maksudkan itu" Dan dengan cepat melangkah pergi meninggalkan Fan Tian.
Saat dirinya sedang menunggu kabar dari wanita penghibur itu, tiba-tiba situasi menjadi tenang dan seorang pria mulai menceritakan kisah seorang pendekar yang berasal dari sekte Lembah Neraka yang telah membantai kelompok perampok.
"Sial! Bagaimana bisa pria itu mengetahui apa yang telah aku lakukan semalam? Apakah pria pengendali elemen logam itu berada di tempat ini?"
Keseruan pun terdengar dan terlihat dari semua orang ditempat itu setelah mendengar cerita tentang pembantaian yang dilakukan oleh pendekar dari sekte Lembah Neraka.
"Mengapa pendekar itu membantai kelompok perampok? Bukankah kelompok perampok itu berasal juga dari sekte Lembah Neraka?" Tanya seorang pria.
"Ternyata kelompok perampok itu hanya memanfaatkan nama besar sekte Lembah Neraka untuk menakut-nakuti setiap orang yang akan mereka rampok." Jawab pria yang menceritakan kejadian yang Fan Tian lakukan.
"Hmmmpph...sepertinya pria itu tidak merubah ceritanya dan balik untuk menyerangku...apakah pria itu tidak seperti dengan apa yang aku pikirkan?" Fan Tian membantin setelah mendengar cerita tersebut.
"Tidak! Aku tidak boleh lengah!"
"Jangan-jangan ini adalah bagian dari strateginya untuk bisa membuatku tidak waspada terhadap dirinya."
"Aku tidak boleh percaya begitu saja dengannya, sebab pertarungan kita semalam, pasti memunculkan dendam dihatinya."
Fan Tian pun sambil duduk terus memperhatikan sekitarnya.
Meskipun Fan Tian pada saat itu dalam penyamaran, akan tetapi penampilannya itu sangat menarik perhatian pengunjung di rumah hiburan itu.
Karena penampilannya itu tidak pantas untuk berada di tempat tersebut.
Fan Tian mulai merasa risih dengan tatapan orang-orang yang datang ditempat tersebut.
Hingga masuklah sosok pemuda dengan berpenampilan menarik seperti berasal dari keluarga bangsawan.
"Selamat datang tuan muda Cai Yuanpei! Untuk malam ini, berapa wanita yang kau inginkan?" Sambut seorang pelayan.
"Aku ingin empat orang wanita terbaik di tempat ini untuk bisa menemaniku malam ini!" Jawabnya tegas sambil tersenyum angkuh dan berjalan menuju ke tempat yang biasa dia tempati.
Saat melewati Fan Tian, Cai Yuanpei merasa penasaran dengan penampilan sosok yang dia lihat itu.
"Dasar orang kampung! Ditempat hiburan seperti ini, masih menggunakan atribut pertaniannya!" Cai Yuanpei pun melanjutkan langkahnya setelah mencela Fan Tian.
Saat Fan Tian menatap sosok yang mencelanya, dia langsung bisa mengenali pemuda itu.
__ADS_1
"Rupanya sikap orang ini tidak berubah juga... Mungkin akan berubah jika aku membuatnya cacat permanen seumur hidupnya."
~Bersambung~